Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.
Bab 32. Bingkisan aneh.


__ADS_3

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, asal ada usaha dan doa, maka hasil terbaik akan menyertai. jangan menyerah dan teruslah berusaha.


Begitu kalimat yang selalu ummi khasanah katakan pada Alifa.


Meskipun Alifa selalu merasa dirinya tak bisa, tak mampu, dan tak mungkin. tapi, berkat kegigihan dan ketekunan Alifa dalam berlatih tanpa lelah, akhirnya Alifa pun menuai hasil terbaik diantara peserta-peserta lain yang paling baik.


Apa sebenarnya yang menjadi tolak ukur sebuah keberhasilan selain ketekunan dalam usaha dan doa..? Tentu keberhasilan Alifa yang menjadi juara dua sekaligus mewakili provinsi di event nasional tak lepas dari ketekunan Alifa dalam berlatih dan tak putus dalam doa.


Alifa selalu berusaha keras melatih suara dan nafas. Segala saran dan arahan dari kyai dan pembimbing selalu Alifa patuhi dengan sungguh-sungguh.


"Kamu kenapa melamun, Alifa Rizki?" tanya Zia yang baru pulang dari masjid.


"Zia, semua ini seraya mimpi ya..! sungguh aku gak menyangka ketika kemarin malam saat puncak penutupan MTQ namaku disebut sebagai salah satu yang harus mewakili provinsi untuk kategori anak-anak di cabang tilawah ke tingkat nasional. Ya Allah Zia.., aku gak bisa berkata-kata lagi. Sungguh ini anugerah terindah yang Allah kasih dalam hidupku, Zia." ucap Alifa sambil terisak.


Alifa gak menyangka, semua usaha nya di ridho oleh Allah.


Allah selalu memberi Kemudahan di setiap perjuangan-perjuangan Alifa untuk menaklukkan mimbar MTQ.


"Jangan menangis fa.., kamu memang layak untuk mendapatkan medali itu. kamu temanku yang sangat gigih yang aku kenal fa. Kamu tak pernah menyerah. Kamu memang layak untuk menang fa." ucap Zia sambil memeluk Alifa yang menangis.


"Kamu istirahat ya..! Kamu baru saja tiba di pondok. Tentu kamu capek setelah beberapa hari mengikuti serangkaian kegiatan di sana. kamu istirahat ya fa.., jangan sampai kamu sakit seperti waktu itu. Hapus airmata nya fa.., dan tidur lah."


Alifa pun menuruti semua yang Zia katakan. Dirinya memang sangat lelah setelah seharian melakukan perjalanan dari kota tempat di selenggarakan nya MTQ menuju ke kota nya dan di lanjutkan dengan acara di pendopo kabupaten tadi.


'Sungguh menguras tenaga dan energi badan nya.' batin Alifa sambil memejamkan mata nya untuk menuju alam mimpi.

__ADS_1


___


"Ini ada titipan dari asrama depan fa.., dari teman-teman di sana." ucap Sofi yang baru saja masuk ke kamar nya.


"Memang nya apa isinya dan siapa yang ngasih, kok aneh begini tiba-tiba ada bingkisan. Seumur-umur gak pernah Lo ada yang nitip kayak gini." ucap Alifa keheranan melihat bingkisan yang di bawa Sofi.


"Ya mana ku tau, kan dia cuma nitip ke aku tadi fa..trus langsung pergi anaknya. aku juga gak begitu kenal sich. Cuma dia bilang titip buat Alifa dari kita di asrama sini." gitu bilang nya.


Alifa masih heran dan membolak-balik kan bingkisan yang baru di terima dari Sofi itu.


"Daripada penasaran udah sich buka aja, biar kita tau apa isinya." ucap Sofi.


"Trus kalau isinya nuklir, bom atau apa gitu gimana. Hii..jangan donk..!" Alifa begidik ngeri.


"Ada apa sich ribut-ribut dari tadi." ucap Zia yang baru masuk ke kamar dan menaruh buku kitab di lemari pribadi nya.


"Mana bingkisan nya. Coba donk lihat." ucap Zia.


Tak menunggu lama Alifa pun memberikan bingkisan itu ke Zia.


"Kok enteng begini bingkisan nya, dan ini kenapa gak terdengar apa-apa ku goyang ini. Seharusnya kan bunyi ini kalau emang ada isinya. Aneh begini sich..!!" ucap Zia bingung.


"kalau isinya makanan tentu ini akan berat. Kalau isinya kado, Alifa sedang tidak ulang tahun. Kalau isinya barang cewek tentu bingkisan ini kalau di goyang gini akan bunyi kan..lah ini gak." Zia masih bingung dengan keanehan bingkisan yang di pegang nya ini.


Alifa hanya diam memperhatikan wajah Zia dan Sofi yang sama bingung nya.

__ADS_1


"Yaudah gimana kalau kita buka pelan-pelan dan bersama-sama saja supaya kita tidak penasaran." ucap Zia memberi solusi.


Alifa dan Sofi hanya diam mengangguk menanggapi ide temannya itu.


"Yaudah kamu saja yang buka Zia."


"Yang dapat bingkisan kamu yang buka aku, emang gak apa-apa nieh..!" goda Zia.


"Udah jangan kelamaan, cepat buka nah." ucap Sofi.


"Okey..okey mari kita buka sama-sama.''


Dengan hati-hati Zia membuka bingkisan aneh itu. Dengan perlahan ia membuka kertas yang membungkus bingkisan itu. Tapi tiba-tiba Zia menjerit dan mundur saking terkejutnya setelah membuka bingkisan itu.


"Astaghfirullahaladzim.." teriak Zia kaget dengan raut wajah yang pias.


"Zia...! Kamu gak apa-apa?" tanya Sofi ikut kaget dengan teriakan Zia yang spontan.


"Sofi..kamu lihat sendiri isinya.''


Sofi langsung membuka kotak yang tadi sempat di tutup kembali oleh Zia.


"Astaghfirullah..Ya Allah." teriak Sofi tak kalah kagetnya dari Zia.


_____

__ADS_1


Selamat malam semua.


Jangan lupa like coment dan vote nya ya.


__ADS_2