Jejak Iko

Jejak Iko
1. sekolah baru


__ADS_3

 


Beberapa tahun yang lalu telah di lahirkan seorang anak di dunia ini. ia salah satu penduduk bumi yang kini telah tumbuh menjadi anak remaja.namanya Iko atsuki. seorang lelaki jantan yang akan masuk SMA di tahun ini.


 


"dede' sayaaang. bangum donk! udah mau siang nih."


Iko langsung bangun mendengar panggilan mamahnya. Iko segera masuk ke kamar mandi dan bersiap-siap berangkat sekolah.


Intan. adalah nama panggilan untuk mamahnya Iko. kini Iko hanya tinggal berdua dengan Intan karena papanya meninggal dua tahun yang lalu.


karna Iko anak satu-satunya intan, Iko sangat disayang oleh intan.


"dede'....cepetan! udah mau jam 07.00 tuh."


Iko tak menyahuti jeritan Intan. Iko merasa kesal setiap kali di panggil "dede'" oleh Intan.


setelah selesai membereskan tasnya, Iko terun menemui Intan di dapur.


"udah berapa kali Iko bilang. jangan panggil Iko dengan sebutan itu."


"kenapa sih? kan panggilan kesayangan."


Intan tersenyum lebar.


Iko tak mempedulikan Intan dan makan dengan lahap. setelah selesai menghabiskan satu piring penuh nasi goreng, Iko segera pamit berangkat ke sekolah barunya.


"pergi dulu mah..."


Iko melambaikan tangannya. namun, sebelum ia sempat melangkahkan kakinya, dengan sigap Intan memeluknya.


"mah, lepasin ih!"


"kenapa sih sayang?"


Intan perlahan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Iko udah gede kali mah. gak usah dipeluk-peluk segala."


tegas Iko.


"kalo gitu cium pipi yah?"


Iko menggeleng keras dan segera pergi. ia gak mau teris-terusan di perlakukan seperti itu oleh Intan.


"kapan gue di anggap dewasa. kesel kalo begini terus."


Iko berjalan lemas ke sekolah barunya. dari pagi Iko memang sudah tak bersemangat


"Iko!"


mendengar namanya di panggil, Iko segera mencari sumber suara.


"ya elah, nyari apaan lo?"


sosok yang memanggilnya kini telah berdiri di sampingnya.


"dikirain siapa? lo ternyata, bi."


"murung amat hari ini. bukannya seneng kan masuk sekolah baru."


"biasa, mamah gue. pagi-pagi udah melimpah ruahkan kasih sayangnya."


Albi tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan Iko yang justru membuat iko semakin kesal.


"apa sih! gak lucu."


Iko berjalan mendahului Albi.


"bentar donk. tungguin..!"


Albi ahirnya berhenti tertawa setelah sampai di depan sekolah barunya.


"buset. sekolah baru coy!"

__ADS_1


Albi melongo melihat pintu gerbang SMA Sinar bakti IV. tempat mereka sekolah sampai tiga tahun ke depan. Iko menepuk punggung Albi dengan keras.


"ngapain lo bengong?"


Albi langsung tersadar dan segera menutup mulutnya yang sedari tadi melongo.


"ah, Iko. lo ganggu aja deh! orang lagi ngelamun juga."


Iko menggelengkan kepalanya. ' gak nyangka gue mau berteman sama orang aneh kaya dia. akrab pula!' batin Iko.


Iko segera masuk mencari kelasnya. ia berpisah dengan Albi di gerbang masuk tadi. setelah menemukan kelasnya, Iko masuk mencari bangku kosong. mata Iko melotot saat melihat Albi juga ada di kelas yang sama.


"ngapain lo di sini?"


Iko mendekati Albi yang sedang duduk di bangku paling belakang.


"gue kelasnya di sini kali!"


"hah?"


Iko melotot kaget mendengar pengakuan Albi.


"serius?"


Albi tersenyum sambil mengangguk yakin. Iko menepuk jidatnya sepontan.


"takdir memang sungguh kejam."


"apa, ko?"


Iko menggelengkan kepalanya dan segera mencari bangku kosong. sialannya lagi, ia harus duduk di bangku yang ada di samping Albi.


"apes-apes. bosen banget sih gue selalu barengan sama Albi gila."


"apa, ko?"


"gx"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2