Jejak Iko

Jejak Iko
16. rumah Alex


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sudah di nantikan oleh Iko sejak kemarin. ahirnya ia bisa beristirahat dengan tenang. seperti biasa, Iko mandi terlebih dahulu dan menyiapkan keperluan sekolah untuk hari senin nanti.


"ok. sudah kelar. tinggal tidur..."


Iko tersenyum lebar. ia segera merebahkan tubuhnya di atas kasur. perlahan Iko memejamkan matanya. rasa kantuk mulai menyerang dirinya hingga membuatnya terlelap.


"ko, sampai kapan kamu akan tidur terus?"


suara seorang gadis menggema di telinga Iko. suaranya seperti sudah pernah ia dengar. Iko berusaha membuka matanya kembali.


"hey, ayo bangun!"


kini Koeda sudah berada di sampingnya. sedari tadi Koeda berusaha membangunkan Iko. namun sepertinya Iko tidur terlalu nyenyak. hingga membuat Koeda harus berteriak di depannya.


"lo?"


Iko menatap sekeliling. ia baru menyadari kalau dirinya berada di rumah Koeda lagi.


"kok gue disini lagi sih?"


Koeda merasa heran dengan sikap Iko.


"emang dari tadi kamu tidur disini."


Iko menepuk-nepuk jidatnya berusaha menyadarkan dirinya.'gak mau. kenapa gue bisa disini lagi. padahal gue udah berusaha agar gak balik lagi ke dunia yang aneh ini. mamah...tolongin Iko.' batin Iko.


"udah sana mandi. lalu kita makan."


Iko menggelengkan kepalanya. ia kembali merebahkan tubuhnya karna merasa baru tidur sebentar. melihat itu, Koeda segera menarik tangan Iko agar kembali duduk.


"gak mau. gue pengen tidur lagi. masih ngantuk nih!"


Koeda tak peduli dengan alasan Iko. ia menyeret Iko sampai depan kamar mandi agar Iko segera mandi dan ikut makan bersama.

__ADS_1


"cepetan!"


Iko ahirnya pasrah dan masuk ke kamar mandi. setelah selesai mandi, Iko pergi menemui Koeda dan Hana. mereka sudah duduk dan bersiap-siap untuk makan.


"sudah bangun kau rupanya. sepertinya tidurmu nyenyak, nak."


Hana tersenyum pada Iko. walau sudah mandi, Iko masih terlihat lemas.


"ayo makan."


ajak Hana. Iko hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ajakan Hana. Iko hanya makan sedikit karna tak berselera. ia masih merasakan kantuk berat.


"kamu kenapa sih?"


melihat Iko yang lemas, Koeda menjadi penasaran.


"kan gue udah bilang, gue baru tidur bentar. tapi lo malah bangunin gue!"


"hah? tidur bentar?"


"sudahlah. lupakan saja masalah tidur."


"yasudah. Koeda pergi dulu, bu."


Hana menganggukkan kepalanya.


"eh, mau kemana?"


tanya Iko.


"mau ikut?"


"kalo boleh."

__ADS_1


Koeda menganggukkan kepalanya. Iko berfikir, kalau dia dirumahnya Koeda terus pasti akan merasa bosan. oleh karna itu, Iko memutuskan untuk ikut dengan Koeda.


Koeda mengajak Iko ke sebuah pohon yang besar. kemungkinan sebuah rumah dan sudah tak berpenghuni.


"dimana ini?"


"rumahnya Alex."


"he?"


Iko masih tak mengerti kenapa Koeda datang ketempat itu.


"rumah ini dulu adalah tempat untuk menuju seberang. yang sudah aku ceritakan kemarin"


Iko mengangguk mengerti. mereka masuk kedalam rumah tersebut. didalam masih terlihat bersih. banyak barang-barang aneh yang terletak di atas meja maupun menempel di dinding. di sana, Iko juga melihat banyak sekali lilin yang sudah padam.


"lilin bekas apa itu?"


"lilin itu yang sudah dinyalakan Alex untuk membuka gerbang menuju seberang."


Iko melihat lilin-lilin itu lebih dekat lagi.


"lalu kenapa tidak di nyalakan lagi?"


"gak ada yang bisa. sudah banyak orang yang mencoba, tapi mereka gagal."


Koeda hanya diam memandang lilin-lilin itu.


"kau pernah mencoba?"


koeda menganggukkan kepalanya.


"lalu?"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2