
Setelah beristirahat cukup lama, Iko dan Koeda kembali ke tempat pesta. acara akan di mulai malam nanti. tak ada banyak waktu yang tersisa. mereka bergegas menyelesaikan semuanya. Iko juga tak lupa bertemu dengan orang- orang yang sudah di persiapkan untuk bertempur apabila ada kerusuhan mendadak.
"gimana persiapan kalian?"
Iko berdiri di hadapan beberapa orang yang sedang berkumpul dan mereka sigap menanggapi.
"semuanya sudah siap. semua senjata juga sudah kami pastikan beres."
Iko tersenyum dan mengangguk.
"bagus kalau begitu. kalian harus tetap waspada. walau tidak terjadi apa- apa, kita tidak boleh lengah."
serentak mereka menganggukkan kepala. setelah selesai berdiskusi, Iko kembali menemui Koeda yang sedang memandu warga lain.
"gimana? semuanya beres?"
Koeda menganggukkan kepalanya.
"kali ini kita gak boleh gagal. semua orang sudah bekerja keras. aku gak mau mereka kecewa."
__ADS_1
Iko tersenyum.
"lo tenang aja. gue yakin kali ini pasti bisa."
Koeda mengangguk percaya. ia menarik nafas dalam- dalam dan meyakinkan diri.
Setelah semua persiapan selesai, semua orang beristirahat dan memulihkan tenaga masing- masing agar di acara malam nanti mereka tak merasa lelah. sekarang, yang Iko fokuskan adalah golongan pasukan perang. karna Iko merasa hawatir kalau mereka nanti tak bisa mengatasi kalau ada keributan dari golongan Hee. mereka pasti sudah dengar kabar tentang akan adanya pesta di sini. dan pasti sudah menyusun rencana untuk mengacaukannya. masalah melatih merah, sudah Iko serahkan pada Hana. Iko yakin kalau Hana bisa mengatasinya.
malam kini mulai menyelimuti wilayah haruki. awan mulai gelap. pesta akan segera mulai. seorang yang berperan sebagai MC telah berpidato panjang lebar untuk menjelaskan susunan acaranya. semua masih dalam kendali, tak ada apa- apa. walau begitu, Iko dan Koeda masih tetap was- was. mereka tak bisa tenang sedikitpun. setelah acara sudah mencapai pada intinya, mereka menikmatinya. semua orang bersenang- senang. Hana juga segera melaksanakan tugasnya. ia segera menanam bunga melati merah di bantu dengan beberapa orang. sebelum acara selesai dan penanaman belum berahir, benar saja golongan Hee datang. mereka membawa pasukan banyak dan terlihat sangan kuat. mereka juga tak lupa membawa tahanan mereka. mengetahui kedatangan mereka, Iko segera memandu pasukan perang untuk bersiap pada posisi mereka.
"hohoho.. kalian buat pesta tanpa mengundang kami?"
"kalian fikir bisa seneng- seneng sendiri? ha?"
salah seorang di antara mereka maju dengan gagahnya.
"kenapa? sekarang kalian berani sama Hee?"
Iko melangkah maju menatap balas orang itu.
__ADS_1
"kita semua gak ada urusan sama kalian. jadi lebih baik kalian pergi."
golongan Hee tertawa melihat Iko yang sangat berani itu. Iko sendiri juga sebenarnya tak merasa yakin dengan apa yang di lakukannya.
"hmm... aku tak pernah melihatmu. sepertinya kamu ini bukan asli penduduk sini. kamu pasti sama dengan tahanan kita. dan pastinya akan bernasib sama... haha"
Iko tersenyum sinis. kali ini ia serius.
"ooh.. lo ngajak perang nih. hah?"
"hey anak muda. sebaiknya kamu ini gak usah sok belagu begitu. mending pulang dan tidurlah dengan nyenyak. atau .. kami mau aku tidurkan selamanya?"
amarah Iko semakin memuncak. rasanya ingin sekali memenggal kepala mereka satu per satu.
"sini kalau bisa!"
"sialan..!"
tak bisa dihindari, peperangan ahirnya terjadi lagi. Koeda yang tadi hanya diam kini membatu Iko dan pasukannya. sedangkan Hana sudah menyelesaikan tugasnya. ia hanya perlu menunggu mekarnya bunga melati merah saja.
__ADS_1
bersambung...