Jejak Iko

Jejak Iko
19. mencari petunjuk


__ADS_3

Setelah Koeda dan Iko berbincang cukup lama, Koeda berdiri dan mengajak Iko kembali mencari petunjuk atau hanya sekedar memeriksa ruangan itu saja.


"ayo. kita periksa ruangan ini sebelum larut malam. soalnya nanti ibu marah."


Iko menganggukkan kepalanya. ia juga ikut berdiri dan bersiap memeriksa ruangan itu.


"ini apaan?"


Iko melihat banyak sekali tombol yang menempel di dinding. ukurannya cukup besar melebihi tombol pada remot TV di dunia milik Iko. di bawah setiap tombol ada tulisan berbentuk seperti lambang. Iko berusaha memahaminya satu per satu. sedangkan Koeda memeriksa rak yang berisi banyak sekali buku dan lembaran kertas.


"aneh, semua kertas di sini kok kosong. gak ada tulisan sedikitpun."


Ikopun masih kesulitan memahami maksud dari lambang-lambang itu. sesekali ia mengerutkan keningnya seperti sedang berfikir keras.


"kamu udah dapet petunjuk, ko?"


Iko menggelengkan kepalanya. ia menatap satu tombol yang terdapat lambang seperti matahari. rasa penasaran Iko semakin bertambah. hatinya seperti terus membujuk Iko untuk menyentuhnya. ahirnya perlahan-lahan Iko menggerakkan telunjuknya menyentuh tombol itu.


"klik."


satu suara berbunyi cukup keras. tiba-tiba banyak tulisan berwarna biru tembus pandang yang mengambang di depan Iko. karna kaget, Iko reflex mundur kebelakang bahkan hampir terjatuh.


"hah...."


mendengar jeritan Iko, Koeda langsung mendekatinya.


"ada apa?"


"lihat itu!"

__ADS_1


Koeda menatap mengikuti petunjuk Iko. ia juga sedikit kaget karna melihat banyak tulisan yang mengambang. karna penasaran, Koeda mendekat dan berusaha menyentuhnya, tapi sayang, tangannya tak bisa menggapai apapun.


"kok gak bisa di sentuh!"


Iko segera mendekat setelah sedikit merasa tenang. Iko perlahan membaca tulisan itu. ternyata tulisan itu berbahasa indonesia yang mungkin tak bisa di mengerti oleh Koeda.


"selamat datang dan selamat bergabung kembali."


Iko membaca ulang tulisan itu.


"kamu bisa mengerti tulisan ini?"


Iko menganggukkan kepalanya.


"ini bahasa yang sama dengan bahasa yang gue gunakan di dunia gue."


"oke. biar gue cari petunjuk di sini. lo coba cari yang lain."


Koeda menganggukkan kepalanya. di sana banyak sekali data tentang keluar masuknya bahan pangan dan ada daftar nama orang. entah untuk apa Alex mencatat itu semua. di tombol lain juga ada yang menyimpan banyak sekali foto.


"Koeda, sini deh."


Koeda segera mendekat. Iko menunjukan banyak sekali foto kepadanya. Koeda pun mengenali beberapa orang yang ada di dalamnya.


"itu bapakku!"


Koeda menunjuk salah satu foto. di sana ada seseorang yang sedang tersenyum bahagia bersama seorang wanita. dan wanita itu adalah Hana.


"tante Hana juga ada."

__ADS_1


Koeda mengangguk. sebenarnya Iko sedang mencari seperti apa sosok Alex sebenarnya. tapi ia tak menemukannya.


"Alex yang mana?"


Koeda memandangi seluruh foto tapi tak ada satupun wajah Alex yang tercetak di sana.


"aneh. kok dia gak masukin fotonya?"


"gak ada Alex disini?"


Koeda menggelengkan kepalanya. Iko hanya menghembuskan nafas kecewa.


"emangnya untuk apa kamu mencari Alex?"


"tidak papa. gue hanya penasaran seperti apa Alex itu."


Koeda mengangguk faham. Iko kembali mencari data yang lain. ia memencet tombol yang memiliki lambang seperti kertas. tapi tak ada satu tulisan pun yang tercetak di sana.


"kosong?"


Iko terus menekannya tapi hasilnya tetap sama.


"pasti ada yang di sembunyikan disini!"


ketika Iko sedang berfikir, Koeda datang menghampirinya sambil membawa kertas kosong yang ia dapatkan dari rak buku tadi.


"menurut kamu, sebenarnya kertas ini untuk apa?"


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2