
melihat Iko sangat nyaman duduk di bawah pohon, Koeda ahirnya ikut duduk di sebelah Iko.
"kamu sendiri dari mana?"
Iko menunjuk dirinya sendiri untuk meyakinkan kalau pertanyaan itu untuknya. Koeda menganggukkan kepalanya.
"gue dari bandung."
Koeda menggaruk kepalanya yang tak gatal. ia semakin merasa aneh dengan Iko. 'sebenarnya siapa sih dia?' batin Koeda.
"disini mana ada tempat yang namanya bandung. tapi terserahlah. aku jadi tambah bingung!"
"emang yang bingung lo doang? gue juga kali!"
gerutu Iko dengan bahasa indonesianya.
"apa?"
Iko segera menggelengkan kepalanya. beberapa menit berlalu. Iko semakin merasa tak tahan kalo harus terus berdiam diri di sana. ia ahirnya memutuskan untuk bertanya pada Koeda.
"lo tau gak bagaimana caranya keluar dari sini?"
Koeda terlihat berfikir sejenak. ia memandang sekeliling seperti sedang mencari sesuatu.
"yari apa sih?"
"kamu nyari jalan masuk kali. disini kan udah di luar."
__ADS_1
lagi-lagi Iko di buat heran oleh Koeda. 'hah jalan masuk? orang gue nyari jalan pulang kok malah ngomongin jalan masuk. masuk kemana lagi? lubang tikus?' rasanya ingin sekali Iko berkata seperti itu. namun nyatanya, ia hanya mengatakannya di dalam hati.
"emang masuk kemana?"
"ke haruki. ini kan di area luar. belum masuk gerbang kehidupan asli!"
Iko semakin tak mengerti. ia hanya mengangguk mengiyakan. mungkin tuhan sudah menakdirkan Koeda untuk membantu Iko menemukan jalan keluar.
"yaudah. ayo masuk."
ajak Koeda. tapi, sebelum Koeda mengajaknya masuk, sekali lagi koeda menatap tubuh kurus Iko.
"ngapain liat-liat?"
Iko menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya. ia sedikit menghindar karena berfikir kalau Koeda akan melakukan hal aneh.
Koeda pergi menuju pohon yang lebih rendah yang daunnya bisa ia petik. Koeda mengambil beberapa helai daun dan kembali menemui Iko.
"tempelkan ini di tubuhmu!"
"buat apa?"
karna gak menurut, Koeda memaksa menempelkannya di tubuh Iko.
"heh, jangan kurang ajar yah!"
Koeda tak mempedulikan omelan Iko. ia memetikkan ibu jari dan telunjuknya di hadapan Iko. seketika baju tidur yang di pakai Iko berubah menjadi baju yang berbentuk seperti daun yang sangat lebar. baju itu mirip dengan model baju yang di kenakan oleh Koeda. di dalam baju itu juga seperti ada angin yang berseliwiran. serasa sejuk dan nyaman untuk di pakai.
__ADS_1
"waw. keren! ajarin gue juga dong."
"ogah! ayo masuk."
Iko terdiam mematung. ia tak tau harus masuk kemana. di depannya hanya ada padang rumput dan satu pohon yang berdiri kokoh.
"hey, ayo cepetan!"
"masuk kemana?"
Koeda menunjuk pohon yang ada di depan Iko.
"kita masuk lewat sana."
Iko mengerutkan kedua alisnya. karna Koeda sudah berjalan mendahului, dengan terpaksa Iko ahirnya membuntuti Koeda masuk ke dalam pohon itu.
kini Iko dan Koeda sudah berdiri tepat di depan pohon yang tadi di maksud oleh Koeda.
"ini adalah satu-satunya pintu menuju haruki. kamu siap?"
Iko menelan ludahnya dan menganggukkan kepalanya. 'ini cewek beneran gak sih ngajak gue masuk pohon? tuhan...lindungi hambamu yang malang ini...' doa Iko dalam hati.
Koeda menggenggam tangan Iko dan membawanya menembus pohon itu. karna takut, Iko memejamkan matanya. ia merasakan banyak sekali angin yang berhembus kencang. dalam hati, Iko mengucapkan segala doa yang ia bisa.
"hey, uda sampe kali. buka matanya!"
mendengar perintah Koeda, Iko perlahan membuka matanya. Iko terdiam membeku saat melihat hal aneh lain di depan matanya.
__ADS_1
bersambung...