
Setelah sampai di natsuki, Ikiro, Hana dan Koeda turun dari kendaraan mereka. Koeda menatap sekeliling. ini baru pertama kalinya ia datang ke natsuki. disana hanya ada padang pasir yang luas. matahari juga sangat terik. suasananya juga sepi. hanya ada beberapa orang yang sedang berjalan.
"pak. panas banget yah?"
Ikiru mengangguk. ia dan Hana sudah sering kesana. jadi mereka sudah terbiasa.
"disini memang panas. tapi di tempat tinggal mereka sejuk kok."
ucap Hana. Ikiru mengajak mereka berdua pergi ke salah satu gundukan pasir yang cukup tinggi. Ikiru mengetuk-ngetuk gundukan itu. setelah menunggu agak lama, ahirnya gundukan itu terbuka seperti pintu.
"ayo masuk!"
Koeda menuruti perintah bapaknya dan ikut masuk beserta Hana. setelah pintu tertutup, ada seseorang yang menghampiri mereka.
"pakailah supaya tidak kepanasan."
seseorang tersebut memberikan baju kepada mereka. baju itu semuanya berwarna jingga sama seperti suasana di daerah tersebut.
"kalian duluan saja ke dalam. aku mau mengantarkan bunga ini dulu."
Hana mengangguk. ia mengajak Koeda untuk berkeliling melihat bagaimana aktivitas sebenarnya di natsuki. penduduk natsuki sebenarnya hidup di bawah tanah. mereka akan berada di atas jika ada keperluan saja.
"kita kemana bu?"
"kita keliling sebentar sambil menikmati pemandangan di sini."
Koeda mengangguk faham. suasana di bawah tanah sungguh ramai. banyak orang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka. ada juga yang sedang asyik bermain ataupun ngobrol. semua penduduk natsuki mengenakan baju berwarna sama. mungkin itu sudah tradisi. lain halnya dengan haruki yang rumahnya di dalam pohon, natsuki memiliki rumah yang terbuat dari pasir yang di padatkan.
__ADS_1
"wah, disini ramai ya, bu."
Hana menganggukkan kepalanya. setelah selesai mengantarkan bunga, Ikiru mengajak Hana dan Koeda pergi ke yuki untuk mengantarkan sebagian bunganya lagi.
setelah melewati lorong waktu, ahirnya mereka sampai di daerah yuki. setelah turun dari kendaraan, suasana dingin langsung menyelimuti tubuh mereka.
"dingin, bu."
Ikiru segera pergi ke tempat penyimpanan pakaian sebelum benar-benar masuk kedalam daerah.
"pakai ini."
Ikiru menyerahkan baju tebal dan topi. ia kembali meninggalkan Hana dan Koeda.
"yuk kita jalan-jalan."
"Hana? sejak kapan kamu disini?"
sapa salah satu penduduk yuki yang kebetulan sudah berteman lama dengan Hana.
"hey. aku baru datang. kamu apa kabar, ki?"
"baik. anak itu siapa?"
"dia anakku. namanya Koeda."
Koeda menundukkan sedikit kepalanya memberi salam. Suki, temannya Hanapun membalasnya.
__ADS_1
"bagaimana dengan suamimu?"
"dia sedang mengantarkan bunga."
Suki mengangguk mengerti. ia mengajak Hana dan Koeda untuk mampir ke rumahnya. kebetulan rumahnya tak jauh dari tempat mereka sekarang.
"rumahmu tak berubah ya?"
Suki tersenyum. rumah Suki tak terlalu besar. karna jika membangun rumah yang berukuran besar, hanya akan membuat rumah menjadi semakin dingin. penduduk yuki memiliki cara tersendiri untuk menghangatkan tubuh mereka. tak lama ngobrol dengan Suki, Ikiru datang menghampiri Hana dan Koeda.
"ku cari kemana-mana ternyata mampir ke sini."
Suki tersenyum dan mempersilahkan Ikiru duduk.
"maaf, aku lupa memberi tahu."
"halah, lupa atau pura-pura lupa?"
mereka tertawa bersama. setelah ngobrol panjang lebar, Ikiru mengajak Hana dan Koeda pulang.
"baiklah. kita harus pulang. tidak baik berlama-lama disini."
Ikiru berpamitan dengan Suki. setelah bersiap-siap, Suki mengantar mereka ke depan.
"hati-hati di jalan..."
bersambung...
__ADS_1