Jejak Iko

Jejak Iko
2. Kejadian aneh


__ADS_3

Setelah pelajaran usai, Iko dan Albi pulang bersama. kebetulan rumah mereka berdekatan.


"bi, gue duluan."


Albi mengangguk dan tersenyum. ia satu-satunya orang yang paling bersemangat hari ini. sampai-sampai sebelum pulang, Albi gak mau ninggalin sekolah sama sekali.


Beberapa jam yang lalu......


"ayo pulang, bi."


ajak Iko. Albi terdiam menatap papan tulis yang penuh dengan coretan guru bahasa indonesia. semua murid sudah pulang. hanya tinggal mereka berdua saja.


"woy. ayo pulang!"


Iko berteriak tepat di telinga Albi. sontak Albi mundur dan terjatuh dari kursinya.


"hahaha..."


Iko tertawa puas.


"kok ketawa sih lo?"


Albi mengelus pantatnya yang terasa nyeri. ia menatap sinis Iko karna kesal.


"lo ngapain dari tadi melototin papan tulis melulu? pulang yuk!"


Albi menggelengkan kepalanya.


"ogah."


Iko menarik nafas berat. dengan terpaksa Iko menarik tangan Albi keluar dari kelas.

__ADS_1


"eh. lepasin donk tangan gue. kaya pacar gue aja lo pegang-pegang."


mendengar ucapan itu, Iko segera melepas tangannya. sedangkan Albi cengengesan kesenengan.


"idih, najis!!!"


"dede' udah pulang?" Intan tersenyum dan menghampiri Iko. namun Iko hanya menghembuskan nafas berat.


"kenapa sih anak mamah. pulang sekolah wajahnya gitu amat?"


"Iko capek. Iko mau ke kamar dulu, ok!"


Intan menggelengkan kepalanya dan menggenggam erat tangan Iko. mata Intan menunju ke arah pojokan dapur yang masih terlihat dari ruang tamu dan Iko ikut menatapnya.


"yaelah mamah. males ah!"


"ayo donk sayang...kan gak setiap hari."


"kenapa gak nyuruh orang lain aja sih, mah?"


"kita kan harus hemat sayang..."


dengan terpaksa Iko mau melakukannya. karna Intan selalu punya alasan jika Iko berusaha menolaknya. setelah meletakkan tasnya, Iko pergi membawa sampah yang sudah menumpuk selama seminggu.


setelah sampai, Iko meletakkannya sembarangan sambil menggerutu tak karuan.


"selalu aja gue. udah tau baru pulang sekolah. udah langsung di suruh-suruh aja. ah, kesel.. kesel.. kesel.."


Iko membanting salah satu sampah yang tak sengaja ia pegang. namun seketika sorot matahari menjadi semakin silau di depan matanya. bukan! itu bukan cahaya dari matahari. tapi seperti keluar dari permukaan tanah. dan semua sampah yang ada di sana mengambang berterbangan.


"buset! ngeri amat. ini mimpi bukan sih?"

__ADS_1


Iko mulai merasa ketakutan. ia berusaha mencari seseorang yang mungkin sedang mengerjainya.


"woy, ada orang gak sih? jangan main-main donk."


Iko terdiam sejenak. 'kalau di fikir-fikir, mana mungkin ada orang yang bisa ngelakuin hal yang se aneh ini. lagian nih sampah kenapa pada naik semua sih?' batin Iko. kakinya mulai lemas dan gemetar. ia berusaha lari sekuat tenaga sampai berkali-kali terjatuh.


"setan....."


jeritnya sambil berlari hingga sampai di rumahnya. ia segera masuk dan menutup pintunya rapat-rapat. merasa sangat aneh, Intan segera mendekatinya.


"kenapa sih? kamu habis lari?"


Iko masih panik dan nafasnya masih tak beraturan. ia segera menceritakan kejadian tadi kepada Intan. setelah ceritanya berahir, intan tertawa terbahak-bahak.


"mamah kok gitu sih?"


Iko merasa di bodohi sedari tadi oleh Intan. Iko jadi semakin lemas melihat tanggapan Intan yang meremehkannya.


"kamu lagi ngelawak yah? mana ada yang begituan. udah sana mandi! bau tau."


Iko tak terima karna ceritanya tak di percaya oleh Intan. ia terus membuntuti Intan dan meyakinkannya.


"beneran loh, mah..."


karena risih, Intan mendadak berhenti dan berbalik menatap tajam Iko.


"STOP! SANA MANDI!"


Iko terdiam dan dengan hati-hati menganggukkan kepalanya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2