Jejak Iko

Jejak Iko
17. sebuah vas


__ADS_3

Koeda merogoh kantong bajunya. ia mencari sesuatu di dalamnya.


"ini."


Koeda menunjukan sebuah korek api kepada Iko. Iko menerimanya.


"korek api?"


Koeda mengangguk. ia duduk disamping lilin-lilin itu.


"aku gunakan korek api itu untuk menyalakan semua lilin itu. tapi tak ada satupun yang menyala."


terlihat rasa sedih menghiasi wajah Koeda. ia seperti sudah menyerah dengan usahanya selama ini.


"dari mana lo dapetin korek api ini?"


"dari loker sana. aku sudah mencari banyak petunjuk di rumah ini. tapi tetap tak menemukannya."


Koeda menunjuk salah satu loker yang terletak di samping pintu masuk. karna penasaran, Iko berjalan mendekati loker tadi. ia mencoba mencari sesuatu yang mungkin bisa di gunakan untuk menyalakan lilin atau sebagai petunjuk.


"disini banyak korek api yah?"


Koeda mengangguk. ia ikut mencari apapun yang bisa di jadikan petunjuk. walau sering kesana, Koeda tetap tidak menyerah untuk mencari petunjuknya. Iko membuka beberapa lemari. bahkan rak tempat sandalpun ia periksa.


"kenapa kau periksa sandal juga?"


Koeda yang melihat Iko memeriksa semua sendal milik Alex, merasa heran.

__ADS_1


"siapa tau di sini ada petunjuk kan?"


Koeda mengangkat kedua bahunya tanda tak yakin dengan perkiraan Iko. Koeda kembali mencari di setiap ruangan. sedangkan Iko hanya mencari di sekitar lilin-lilin yang sudah berdebu itu. Iko menatap heran ke salah satu hiasan dinding. di sana terdapat vas bunga yang menempel.


"hah? itu vas kok bisa sih nempel di situ. bikin penasaran aja."


Iko hendak memegang vas tersebut. namun, baru saja ujung jarinya menempel pada vas itu, tiba-tiba vas tersebut berputar perlahan.


"he?"


karna kaget, refleks Iko mundur ke belakang. tembok yang tadinya rapat, kini terbuka seperti pintu. di dalam terlihat sedikit gelap. Iko berjalan mendekat perlahan untuk memastikan di dalam aman atau tidak.


"Koeda, sini deh!"


setelah memastikan tak ada yang terlihat membahayakan, Iko memanggil Koeda yang sedang memeriksa salah satu kamar di sana.


Koeda terdiam saat melihat ada sebuah pintu rahasia di sana. selama ini ia tak pernah menemukan apapun di sana.


"menurut lo di dalem isinya apaan?"


Koeda menggelengkan kepalanya.


"entahlah. baru kali ini aku lihat ada pintu di sini."


"kalau begitu kita masuk?"


Koeda menganggukkan kepalanya. mereka berdua masuk perlahan. ruangan itu cukup gelap sehingga mereka kesusahan untuk memastikan keadaan sekitar.

__ADS_1


"kita harus mencari lampunya. tapi di sebelah mana yah?"


Iko meraba setiap tembok mencari saklar agar lampu bisa menyala.


"kayaknya di sini gak pake lampu deh!"


Koeda melihat sebuah batang kayu yang di atasnya ada bola yang terbuat dari kaca. ia mengambil kayu itu dan memasukkan serbuk bunganya kedalam sela-sela bola kaca itu. tiba-tiba keluar cahaya dari bola kaca itu. cahayanya terang seperti lampu.


"sepertinya Alex selalu menggunakan ini."


tebak Koeda. melihat sinar yang terang, mata Iko berbinar takjub.


"waw. keren... baru kali ini gue liat hal seajaib ini."


"he?"


Koeda yang sudah terbiasa dengan lampu buatan itu, merasa aneh dengan expresi Iko yang seperti baru pertama kali melihatnya.


"ayo masuk."


Iko menganggukkan kepalanya. ia berjalan di belakang Koeda. karna sebenarnya Iko sendiri merasa takut. setelah pintu masuk tadi, Iko dan Koeda tak menemukan apa-apa selain lorong yang gelap. mereka terus berjalan namun seperti tak berujung.


"gue capek. istirahat bentar dong. atau mending kita pulang!"


"pulang? gak. kita sudah sejauh ini. mana mungkin kita menyerah begitu saja."


Iko mengangguk mengerti. ia bisa merasakan kembali semangatnya Koeda yang tadinya sudah mulai luntur. dan kali ini Ikopun tak mau menyerah. karna ia juga penasaran dengan ujung ruangan itu dan tentang lilin yang bisa menembus tempat lain.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2