Jejak Iko

Jejak Iko
10. perlawanan


__ADS_3

 


beberapa tahun terahir, semua kegiatan bejalan mulus. namun setelah adanya pemberontakan dari kelompok Hee, semuanya hancur berantakan. kelompok Hee adalah sekelompok orang di haruki yang sejak dulu sudah berkuasa di sana. semua orang yang memiliki kebun, harus berbagi padanya. di haruki semua makanan terbuat dari serbuk dan bunga. banyak orang yang ingin menolak terhadap keinginan Hee. namun mereka tak ada yang sanggup melawan.


"kemarin, golongan Hee datang. mereka memperingati para penduduk untuk kembali memberikan bunganya pada mereka."


sebagian lelaki sedang berkumpul di rumah Alex untuk mencari solusi.


"ini gak bisa di biarkan!"


"tapi kita harus bagaiman?"


suasana hening seketika. mereka memikirkan cara agar golongan Hee itu bisa di atasi.


"mau bagaimana lagi. kita lawan saja jika mereka menyerang."


ucap Alex. baginya sudah tak ada jalan lain selain melawan langsung mereka.


"apa tak ada jalan lain?"


Alex menggelengkan kepalanya.


"baiklah. aku siap melawan mereka."


ucap Ikiru tegas. ia memang sudah muak dengan kelakuan Hee selama ini. ahirnya semuanya menyetujui pendapat Alex dan siap menyerang balik jika terjadi pemberontakan.


beberapa hari setelah rundingan itu, penduduk haruki menyiapkan alat untuk melawan golongan Hee. baik senjata ataupun tenaga.

__ADS_1


"yakin kamu ikut pertempuran ini?"


Hana mendekati Ikiru yang sedang membereskan barang-barangnya. Ikiru mengangguk pasti.


"kamu harus percaya sama aku. kita pasti bisa melawan mereka."


Ikiru mendekati Hana dan meyakinkannya.


"tapi mereka itu sangat kuat."


Ikiru tersenyum. ia tetap kukuh pada pendiriannya. melihat Ikiru begitu yakin, ahirnya Hana mengizinkannya. sebelum berangkat ke markas, Ikiru berpamitan dengan Hana dan Koeda.


"jaga diri kalian baik-baik."


Ikiru mencium ke dua pipi Koeda. tanda bahwa ia benar-benar menyayangi anak satu-satunya itu.


"kamu juga hati-hati."


"pergi dulu. jangan hawatirkan aku. aku akan baik-baik saja."


Ikiru melambaikan tangannya. ia segera pergi ke markas tempat para petempur berkumpul.


"bagaimana persiapanmu, ru?"


Alex mendekati Ikiru yang sedang duduk di teras.


"sudah sempurna."

__ADS_1


"bagus."


Alex memberikan satu gelas minuman kepada Ikiru. mereka duduk bersama sambil menikmati indahnya pemandangan sore hari.


"kapan mereka akan datang?"


"entahlah. tapi di perkirakan mereka akan menyerang besok."


ucap Alex. Ikiru mengangguk faham. ketika sedang menikmati pemandangan, satu panah melesat melewati mereka dan menancap di salah satu pohon yang ada di depan mereka.


"apa itu?"


Alex menggelengkan kepalanya. ia berdiri dan mendekati benda tadi.


"panah. ada suratnya."


Alex membawanya kembali. ia membuka gulungan kertas yang menempel di panah tadi.


"apa isinya?"


"peringatan lagi. sepertinya mereka tau kita ada di sini. kita harus tetap berjaga-jaga."


Ikiru menganggukkan kepalanya. mereka berdua segera memberitahukan kepada yang lain tentang surat itu.


"besok, kita harus bisa mengamankan para penduduk. jangan sampai ada yang terluka."


ucap Alex. ia sebagai pemimpin penyerbuan melawan golongan Hee. mereka berdiskusi dan membagikan tugas yang memungkinkan untuk besok. strategi segera mereka siapkan. walaupun kelompok Hee jumlahnya tidak banyak, mereka sangat kuat. untuk melawan mereka butuh orang yang banyak dan strategi yang benar.

__ADS_1


"siap.....?"


besambung...


__ADS_2