
Lima ratus tahun lalu......
haruki yang sekarang sama dengan haruki yang dulu. masih sepi dan tak bergantung pada tempat lain. namun, semenjak kedatangan seseorang yang akrab di panggil dengan sebutan Alex, semua menjadi berubah. perubahan yang sangat besar. penduduk haruki mengenal tempat lain berkat dirinya. bahkan penduduk haruki sering melakukan transaksi dengan penduduk di tempat lain. dengan bantuan Alex, haruki menjadi desa yang subur. penduduknya memiliki keuntungan yang besar. hidup merekapun berubah. mereka menganggap seolah-olah Alex adalah seorang pahlawan.
"kapan kita bisa jalan-jalan lagi ke seberang?"
Hana sedang duduk bersama Ikiru, suaminya. mereka sedang menikmati indahnya pemandangan sore hari.
"sabarlah sedikit. setelah bunga di kebun kita siap panen, kita akan mengantarkannya ke natsuki dan yuki."
Hana mengembangkan senyumannya. ia selalu merasa senang setiap kali pergi ke tempat lain. para penduduk haruki juga selalu menantikan hari-hari dimana mereka berkunjung di tempat lain.
"kita pergi ke dua tempat?"
Ikiru menganggukkan kepalanya. kebun yang dimiliki Hana dan Ikiru cukup luas sehingga mereka bisa mengekspor banyak bunga ke beberapa tempat. tak hanya dari haruki, dari tempat lainpun banyak yang menjual barang mereka yang tak ada di haruki. seperti salju yang di awetkan sehingga penduduk haruki dapat merasakan salju tanpa pergi ke seberang.
__ADS_1
ketika waktu panen tiba, Hana dan Ikiru mengumpulkan hasil panen mereka dan bersiap-siap untuk mengantarkannya ke natsuki dan yuki.
"baiklah. kalian siap?"
Hana mengangguk tersenyum. seorang anak kecil keluar dari dalam rumah dan menghampiri Hana dan Ikiru. wajahnya terlihat sangat ceria. mungkin ia bahagia karna hendak pergi ke tempat lain.
"bapak... aku siap.."
Koeda yang saat itu masih kecil merasa sangat bahagia. ia berlari kecil menuju kendaraan yang akan mereka gunakan untuk mengangkut bunga. kendaraan itu berbentuk bulat dan terbuat dari kayu. penduduk yang lain juga menggunakannya untuk mengangkut hasil panen mereka. untuk menjalankannya, para penduduk menggunakan sirih yang mereka miliki. sudah beberapa tahun hingga sekarang, mereka menjalankan bisnis itu. setelah sampai di kediaman Alex, Ikiru pergi menemuinya. di kediaman Alex adalah satu-satunya jalan menuju seberang.
"apa itu?"
suatu hari Alex pernah tersesat dan masuk kedalam sebuah gua yang sebenarnya hanya gundukan pasir tinggi yang berlubang. ia menemukan sebuah gulungan kertas dengan tali ranting pohon. perlahan Alex membuka gulungan tersebut. di dalam terdapat satu lembar kertas usang yang di penuhi ukiran tangan. 'dunia pecah menjadi empat bagian. masing-masing terpisahkan dengan ciri has tersendiri. banyak jalan untuk saling terpaut. hanya dengan setatus lilin yang menyala terang.' kira-kira begitulah isi dari selembar kertas itu. setelah memahami maksudnya, Alex kembali ke rumah pohonya dan berusaha menyalakan seratus lilin. namun usahanya hanyalah sia-sia. hampir ia putus asa. namun suatu malam Alex bermimpi bahwa lilin itu hanya akan menyala dengan kebaikan.
"apa maksud dari mimpi tadi? haruskah aku menuruti mimpi itu?"
__ADS_1
beberapa hari ia memikirkannya. ahirny Ia menjalankan sesuai mimpinya. sampailah pada hari yang Alex tunggu. seratus lilin telah menyala dan keajaiban terjadi. Alex ahirnya mampu membuka jalan menuju seberang. ia mewujudkan cerita yang tadi hanyalah dongeng saja.
"hai Alex."
sapa Ikiru. ia meminta izin kepada Alex untuk masuk ke wilayah seberang.
"hai. mau kemana?"
"natsuki dan yuki."
Alex tersenyum lalu mengangguk.
"hati-hati di jalan. semoga perjalananmu menyenangkan."
bersambung...
__ADS_1