
Setelah pagi tiba, Alex dan pasukannya siap mengamankan haruki. mereka membawa senjata masing\-masing. tak membutuhkan waktu lama, ahirnya golongan Hee datang. mereka memang terlihat gagah. tubuh mereka sangant kekar dan berotot. tatapan mereka tajam. Hari, adalah mana ketua golongan Hee. dia yang paling dikenal sangat menakutkan.
"untuk apa kalian semua berdiri di sini?"
tanya Hari dengan suaranya yang lantang. Alex dan beberapa orang sedang berjaga di ujung desa sebelum memasuki banyak rumah.
"kami tidak mengizinkanmu masuk."
Hari mengangkat satu alisnya. ia datang mendekati Alex.
"aku gak punya urusan sama kamu. minggir!"
Alex tetap berdiri di tempatnya.
"oh, kamu berani sama aku?"
orang yang bersama Alex pun tak tinggal diam. mereka ikut menghalangi Hari dan pasukannya.
"sudah cukup kamu menindas orang-orang lemah seperti kami."
Hari tertawa lebar. teman-temannya pun ikut tertawa.
"kamu itu cuma pendatang yang gak tau diri. harusnya kamu sadar. siapa yang paling berkuasa disini. kamu itu cuma mahluk lemah. terbang aja gak bisa."
__ADS_1
"itu bukan urusan mu. justru berkat aku, seluruh penduduk di sini tentram dan bahagia."
Hari memalingkan wajahnya. ia menatap sinis Alex.
"sudahlah. pembicaraan ini gak menarik. serang....."
setelah lama berdebat, ahirnya terjadi pertempuran antara mereka. tak ada yang bisa di hentikan. Ikiru yang sedang mengamankan penduduk, segera bergabung dalam pertempuran. mereka saling menebaskan pedang dan panah. pertempuran sengit terjadi cukup lama. banyak dari mereka yang tewas. walaupun jumlah penduduk yang ikut perang lebih banyak di bandingkan golongan Hee, mereka juga banyak yang mati. Alex kebingungan melihat banyak orang yang gugur.
"bagaimana ini? pasukanku tinggal sedikit."
para penduduk yang tadi telah di amankan, sekarang sudah banyak yang di tahan oleh golongan Hee. mereka di paksa nurut agar nyawa mereka selamat. semua sudah porak poranda. panah tertancab di mana-mana. darah mengalir di setiap jalan.
"apa lagi yang akan kau lakukan, Alex?"
Hari berjalan mendekati Alex. ia tersenyum penuh kemenangan.
Alex segera menebaskan pedangnya pada tubuh Hari. namun sayang, tabasannya meleset. ia jatuh tersungkur.
"dia bukan lawanmu!"
teriak Ikiru sambil berlari mendekati mereka. ia segera menyerang Hari dengan sekuat tenaga. Alex yang sudah kelelahan tak bisa berdiri lagi. kakinya terasa lemas untuk di gerakkan. tak butuh waktu lama tiba-tiba satu tusukan pedang berhasil menembus tubuh Ikiru. ia terduduk lemas menahan sakit di perutnya akibat tusukan itu. melihat kejadian itu, Alex segera mendekati Ikiru.
"ru. bangun, ru. bertahanlah!"
__ADS_1
Ikiru sudah tak sadarkan diri. nafasnya sudah berhenti berhembus. kini hidupnya sudah berahir di pertempuran kali ini.
"hahaha. makanya, jadi orang gak usah sok kuat."
"kurang ajar kamu."
Alex hendak melawan. namun ia sudah tak punya tenaga lagi. ahirnya Alex di bawa pergi oleh Hari sebagai tawanannya.
"beritahukan kepada orang-orang yang keluarganya telah mati disini. supaya mereka tau kalau aku tak bisa di kalahkan."
Hari memerintahkan pengikutnya.
semuanya berahir dengan kacau. banyak mayat berserakan. setelah golongan Hee pergi, orang-orang yang masih hidup segera mencari keluarga mereka yang mati. Hee membawa Alex sebagai tawanan mereka.
"suamiku, bangun. ini aku Hana."
setelah Hana menemukan Ikiru sudah berbaring penuh darah, ia menangis dan memeluknya.
"bu, bapak kenapa?"
Koeda yang masih belum mengerti, hanya diam duduk di samping Hana.
"sudah ku bilang gak usah ikut, tapi kau tetap memaksa. aku gak rela kamu pergi. ayo bangun..."
__ADS_1
Hana memeluk erat Ikiru. ia merasa tak rela dengan kepergian suaminya yang begitu cepat. setelah itu pun jalan menuju seberang tertutup rapat. semua lilin yang dinyalakan Alexpun semuanya padam.
bersambung...