Jejak Iko

Jejak Iko
30. persiapan


__ADS_3

  "kamu bujuk anak- anak dan ibu akan ngomong sama warga yang ada di sini."


 Koeda hanya mengangguk. tapi beda dengan Iko. ia masih tampak berfikir.


"ada apa, ko?"


Koeda menatap heran Iko.


"kalau hanya sekedar membujuk, itu belum tentu cukup. kita harus punya cara tambahan."


"apa?"


ucap Koeda dan Hana bersamaan.


"bagaimana kalau kita adakan pesta. mereka pasti suka. disana sekalian kita tanam bunga melati merah ini."


Koeda mengangguk setuju.


"ide bagus tuh!"


"ok. mulai sekarang kita siap- siap. untuk sementara Iko bantu Koeda saja mengajak anak- anak."


Iko menganggukkan kepalanya. mereka mulai merancang strategi. Hana mengajak warga setempat untuk mengikuti pesta mendatang sekaligus membantu mengadakan acaranya. sedangkan Iko dan Koeda mereka membujuk anak- anak untuk bermain di acara pesta nanti dan mencari biji bunga melati merah untuk ditanam di sana.


setelah beberapa hari berlalu, ahirnya Iko dan Koeda berhasil mendapatkan biji bunga melati merah. Hana pun berhasil membujuk warga. kebanyakan dari mereka mendukung rencana Hana. mereka juga ingin pergi melihat seberang seperti dulu. semua warga kini kompak menyiapkan pesta bersama- sama. semua bunga di tanam dengan indah menghiasi lapangan yang sudah mereka siapkan. serbuk pengganti petasan juga sudah di siapkan. lampu warna warni ter pasang rapi di setiap sudut. Iko tersenyum senang menatap pemandangan yang begitu indah. sesaat ia teringan teman- temannya. Albi dan Ajib.


"gue rindu sama kalian."

__ADS_1


Iko menatap langit yang sudah mulai gelap. bintang mulai bersinar terang memenuhi angkasa.


"aku cariin ternyata di sini."


Iko merasa kaget dengan kedatangan Koeda. sedari tadi Iko hanya melamun.


"kamu kenapa kok kayanya sedih gitu?"


Iko hanya menggelengkan kepalanya.


"kamu jangan bohong. kesedihanmu itu tidak bisa di sembunyikan. kalau ada masalah, cerita aja."


Iko tersenyum.


"gue hanya rindu temen- temen gue aja."


"gak usah ikut murung gitu. udah! kita pulang aja dulu yuk. gue capek nih."


Koeda menganggukkan kepalanya. setelah mereka sampai rumah, Koeda segera duduk di bangku.


"aku deg degan dan gak sabar buat menantikan pesta besok."


Iko yang hendak masuk ke kamar, menoleh menatap Koeda.


"kenapa?"


"aku sedikit takut kalau pesta besok gak berjalan dengan lancar."

__ADS_1


Iko segera berjalan mendekati Koeda. ia merunduk menyejajarkan wajahnya sambil menatap tajam matanya.


"seharusnya lo gak ngomong kaya gitu. seharusnya lo berdoa supaya besok semuanya lancar."


Koeda menundukkan kepalanya. ia merasa malu sekaligus deg degan karna di tatap oleh Iko dengan jarak sedekat itu.


"maaf."


Iko kembali berdiri. ia juga sedikit salah tingkah.


"kenapa minta maaf?"


Koeda hanya menggelengkan kepalanya. karna lelah, Iko tidak benar- benar memperhatikan Koeda. ia kembali berjalan menuju kamarnya.


"gue tidur duluan."


setelah Iko masuk, Koeda menghela nafas dalam- dalam.


"huh. kenapa rasanya sesek banget yah. jadi kikuk gini sih. oh ayolah Koeda... kamu ini kenapa sih."


Koeda mengusap wajahnya dengan ke dua telapak tangannya. ia merasa ada yang aneh pada dirinya namun segera ia buang semua yang difikirkan dan segera tidur agar lebih tenang.


"mereka semua kemana sih? Koeda..."


Hana menatap sekeliling mencari Iko dan Koeda. ia segera pergi menuju kamarnya Koeda.


"ibu cari -cari, dikamar ternyata. sepertinya kamu benar- benar lelah. tidurlah dengan nyenyak nak. "

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2