
Hari minggu kini hadir kembali. Iko ahirnya bisa kembali menemui Koeda. entah sejak kapan ia menjadi rindu padanya.
"gue seneng banget...huh."
Iko meloncat sambil mengepalkan tangan kanannya di atas. ia tak menyadari kalau Intan ada di belakangnya.
"kamu kenapa sih, ko? habis nemu jimat di dapur?"
Iko memang sedang ada di dapur. ia berniat mengambil cemilan yang biasa ia simpan.
"eh, mamah. kapan dateng?"
"alah...belagak kaya ketemu tamu aja kamu ini."
"hehe.."
Iko terkekeh mendengar ucapan Intan. ia segera memungut cemilannya dan pergi meninggalkan Intan.
"bay, mah..."
Intan hanya menggelengkan kepalanya tanpa berkata apapun. setelah berada di kamarnya, seperti biasa. Iko segera menyiapkan segala keperluannya untuk besok.
"saatnya tidur nyenyak...."
Iko segera membaringkan tubuhnya di ranjang kesayangannya. perlahan ia mulai terlelap dalam tidurnya.
"woy. bangun dong! udah pagi nih."
Iko mendengar suara Yang sudah tak asing lagi baginya. yup! Koeda kembali membangunkannya. namun kali ini Iko langsung sadar karna ini memang tujuannya.
"pagi, koeda."
Iko tersenyum pada Koeda. sedangkan Koeda merasa heran melihatnya.
"tumben pagi ini kamu seger banget?"
"iya dong. kan gue bisa ketemu sama lo lagi!"
"hah?"
__ADS_1
Koeda tak mengerti dengan alur ucapan Iko. belum sempat Iko mengeluarkan kata-kata andalan, Hana datang menemui mereka.
"kamu sudah bangun, ko?"
"iya, tante."
Iko tersenyum malu. ia juga merasa bahagia karna bisa berkumpul dengan calon mertuanya fikirnya.
"kita kesana lagi kapan?"
"ke rumah Alex?"
Koeda menganggukkan kepalanya. ia juga harus memastikan kalau Iko tak punya kesibukan lain.
"kapanpun juga boleh. asal sama kamu!"
Koeda mengangkat sebelah alisnya. ia semakin tak mengerti dengan sikap Iko yang Tiba-tiba berubah.
"yaudah. terserah kamu deh."
"sekarang juga bisa kok!"
Iko tersenyum pada Koeda. melihat tingkah Iko yang beda, Hana pun ikut merasa bingung.
tanya Hana. sedari tadi Iko belum menyentuh makanannya. ia hanya metap Koeda tanpa berpaling sedikitpun.
"enggak papa kok, tante."
"kamu mending makan dulu deh!"
Koeda merasa sedikit risih dengan keberadaan Iko di sebelahnya. ia bangkit dan berniat meninggalkan ruang makan.
"kamu abisin dulu makanannya baru kita pergi."
Iko mengangguk menurut. ia segera makan dengan lahap. setelah selesai, ia berpamitan dengan Hana dan pergi bersama Koeda. mereka kembali ke tempat rahasia yang sempat mereka kunjungi kemarin untuk meneruskan pencarian.
"gue nyalain tombolnya dulu. lo siapin kertas kemarin."
Koeda mengangguk. meski di rumah Iko aneh, sekarang ia mulai serius. Iko segera mengaktifkan kembali layar yang kemarin bisa di gabung dengan kertas kosong.
"ini, ko."
__ADS_1
Koeda menyerahkan beberapa lembar kertas.
"makasih."
Iko kembali memasang kertas tersebut hingga muncul beberapa kata.
"dunia pecah menjadi empat bagian. masing- masing terpisahkan dengan ciri has tersendiri. banyak jalan untuk saling terpaut. hanya dengan seratus lilin yang menyala terang."
Iko membaca setiap kata yang tertulis di lembaran kertas tadi.
"maksudnya apa, ko?"
Iko hanya menggelengkan kepalanya. ia juga tak mengerti dengan maksud dari kata- kata yang tertulis di kertas itu.
"coba yang lain."
Koeda memberikan lembaran kertas lain kepada Iko.
"kebaikan takkan tergantikan oleh apapun. karna ia lah yang terkuat."
Iko mengerutkan kedua alisnya. ia semakin tak mengerti dengan tulisan yang ada di kertas itu. ia mengganti dengan kertas baru.
"rekaman 413+ yang mengaitkan semuanya."
setelah memeriksa semua kertas itu, hanya ada tiga kalimat yang di ulang terus menerus.
"gue lelah. percuma! kita gak nemu apapun."
Iko menyandarkan tubuhnya pada tembok. ia merasa kelelahan karna dari tadi harus berfikir keras.
"maksud dari semua kata tadi apa sih? aku kok tambah penasaran!"
mereka terdiam sejenak. tak terasa malam kembali menyapa mereka.
"eh, kok aku baru sadar kalau langit udah gelap."
Koeda menatap langit yang mulai bermunculan bintang. Iko ikut menatap ke atas.
"bagai mana kalau kita tulis ulang lalu kita rundingkan bersama tante Hana. siapa tau tante hana bisa bantu!"
Koeda mengangguk setuju.
__ADS_1
bersambung...