Jejak Iko

Jejak Iko
3. orang baru


__ADS_3

di sekolah, saat istirahat tiba Iko pergi bersama Albi ke kantin. saking laparnya Albi berlari mendahului Iko. karna tak fokus dengan jalan, Albi menabrak seorang cowok yang sepertinya baru bangun tidur. mereka sama2 terjatuh.


"aw. bisa hati-hati gak sih jalannya?"


cowok itu bangun dan membetulkan kaca matanya yang hampir jatuh.


"yaudah sorry. gue gak sengaja kali!"


balas Albi. Iko segera mendekati mereka dan membantu Albi berdiri. karna lapar berat, kaki Albi gemetar semua dan nyaris tak bisa berdiri.


"lapar sih lapar. tapi gak gini-gini juga kali. sok-sok an lemes segala lagi nih kaki!"


Iko memukul pelan kaki Albi.


"lo gak ngerasain apa yang gue rasain sih. lo gak pernah tau bagaimana rasanya belum makan dari pagi."


"salah siapa?"


cowok yang berkaca mata dan terlihat culun itu menyela obrolan Albi dan Iko. seketika mereka melongo keheranan.


"ya elah. nih anak nyambung aja kaya kabel."


"kan kalian ngobrol di depan saya."


Albi dan Iko serentak membulatkan matanya seolah kagum dengan ucapan cowok itu.


"udah abad segini masih ada aja yang ngomong pake kata saya? hahaha..."


Albi dan Iko tertawa kompak. sedangkan cowok berkaca mata itu hanya diam menatap mereka yang sedang asyik menertawakannya. setelah puas tertawa, Iko merangkul pundak cowok itu dan mengajaknya ikut ke kantin.

__ADS_1


setelah sampai, mereka duduk di bangku pojok. Albi bergegas memesan makanan. sedangkan Iko dan cowok itu duduk menunggu Albi.


"ini coy. baso pak aki. katanya sih baso terlezat."


"wah....aromanya nikmat nih."


Iko menarik nafasnya menghirup aroma baso yang masih panas. Iko menggeser salah satu mangkuk yang sengaja di pesan tiga oleh Albi di depan cowok berkaca mata itu.


"buat lo. tenang aja gue yang traktir. anggap aja tanda pertemuan pertama kita. ya gak coy?"


Iko melontarkan pertanyaannya pada Albi yang sedang asyik menikmati basonya.


"behuwhu. mahan hada."


karna mulutnya penuh, Albi berbicara tak karuan.


tiba-tiba cowok itu menegakkan tubuhnya dan bersiap-siap seolah ia mau memperkenalkan dirinya di depan panggung yang di kerumuni banyak orang.


"perkenalkan. saya ajib dari kelas 10-3."


suasana hening sebentar. Iko dan Albi saling tatap dan tawa mereka ahirnya pecah.


"biasa aja kali lo memperkenalkan diri. kaya gue presiden aja sampe formal begitu."


Albi memegang perutnya. ia sudah tak tahan karna perutnya sudah kaku seperti batu.


"udah-udah. lelah gue!"


Iko mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"eh coy. gue punya kabar baru. ahir-ahir ini ada satu cewek yang lagi populer. katanya sih dia cantik, pinter, sexy, imut dan lain-lain lah. kalo gak salah namanya kara. iya bener kara."


ucap Albi panjang lebar. ia senyum-senyum sendiri membayangkan seperti apa sosok kara itu. Iko langsung menjitak kepala Albi karna Iko tau apa yang sedang Albi pikirkan.


"kambuh nih anak. dari dulu kalo ngomongin cewek langsung silau."


"sakit tau."


bentak Albi. Ajib tiba-tiba mengangkat tangannya seperti hendak berkata serius.


"saya tau! walau saya sering tidur, tapi saya sering liat dia. dia sekelas sama saya. orangnya baik sih tapi suka menyendiri gitu."


"wah. diem-diem suka merhatiin cewek juga lo."


Iko menatap ajib curiga.


"bukan gitu maksudnya."


setelah ngobrol lama, Iko teringat tentang kejadian kemarin.


"eh coy. kemarin gue nemu hal aneh pas buang sampah. semua sampah tiba-tiba berterbangan. ada cahayanya pula. sumpah itu ngeri banget!"


Albi menggeleng tak percaya. begitupun dengan Ajib.


"garing tau gak cerita lo. udah ayo masuk ke kelas."


Iko menghela nafas kecewa. lagi-lagi gak ada yang percaya sama ucapannya.'tuh kan. udah gue duga. gak ada yang percaya. gue juga sedikit ragu sih. ah udah lah. ngapain mikirin kejadian kemarin. itu kan udah masa lalu...' batin Iko.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2