Jejak Iko

Jejak Iko
4. tersesat


__ADS_3

hari yang di tunggu Iko ahirnya tiba. ia telah berhasil melewati masa sulit di SMA selama seminggu ini. ups! baru seminggu udah kerasa setahun bagi Iko. menurutnya hari libur adalah hari kemerdekaan baginya.


"mah, mumpung libur, aku mau tidur seharian full. jangan di ganggu yah..."


Iko berjalan menuju dapur. niatnya ingin membawa bekal ke kamar agar tidak perlu turun lagi untuk makan.


"emang dede' gak makan?"


Iko tersenyum lebar sambil menunjukan semua cemilan yang sengaja ia siapkan sejak kemarin sore. melihat itu. intan hanya menggelengkan kepala.


"Iko ke atas dulu mah.."


"inget besok sekolah!"


"tau."


tidur di hari libur emang kebiasaannya sejak masuk SMP. jadi intan sudah terbiasa dan tidak akan membangunkannya sampai pagi tiba. kalo ada teman yang ngajakin mainpun semuanya ditolak oleh Iko. sebelum tidur, Iko mandi dan menyiapkan alarm untuk besok.


"udah siap. waktunya tidur..."


Iko segera merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya. hari ini seolah-olah dunia menjadi miliknya. ia tak mau di ganggu sedikitpun oleh siapa pun.

__ADS_1


saat sedang menikmati pulasnya tidur, sinar matahari tiba-tiba terasa dekat di depan Iko. ia perlahan tersadar dari tidurnya.


"silo banget sih. mamah gordengnya jangan di buka dong!"


tak ada jawaban. Iko mengusap kedua bola matanya dan memaksakan diri untuk bangun. setelah kesadarannya mulai kumpul kembali Iko melotot kaget. ia tak percaya pemandangan di sekitarnya berubah. bukan lagi kasur yang empuk, jendela yang lebar, lampu yang besar atau apapun yang ada di kamar. kini yang sedang Iko duduki berubah menjadi hamparan rumput yang luas seperti lapangan namun tak berujung. disekitarnya banyak pepohonan yang berdiri kokoh. sinar matahari menyorot langsung tubuh Iko hingga membuatnya harus menyipitkan matanya.


"gue dimana nih?"


Iko memfokuskan pandangannya menatap sekeliling. ia berusaha mencari sesuatu yang masuk akal untuk mengetahui apa sebabnya ia di sini. Iko menampar dirinya sendiri. dia berkeyakinan kalo ini hanyalah mimpi. tapi tidak! ini semua nyata.


"gak! gak mungkin! ini pasti mimpi."


Iko berjalan menyusuri padang rumput itu dan sesekali menengok salah satu pohon yang ukurannya cukup besar. sudah satu jam kira-kira Iko berkeliling. namun hasilnya tetap nihil.


Iko menyandarkan tubuhnya di salah satu pohon yang ukurannya lumayan besar. ia mencoba kembali terlelap dan berharap semuanya akan kembali normal. namun, belum sampat menutup rapat matanya, seseorang membangunkannya. sontak ia kaget dan berdiri.


"huwah."


seorang cewek berdiri di depannya dan menatap heran. ia memandang Iko dari atas ke bawah.


"huh. kirain setan!"

__ADS_1


Iko menghela nafas lega karna bertemu dengan sesama manusia di sana.


"kamu siapa?"


tanya cewek itu dengan bahasa asing. Iko mengerutkan keningnya. ' nih cewek orang mana? kok bahasanya beda sih. bajunya juga aneh. tapi kok gue ngerti yah bahasanya?' batin Iko.


"lo sendiri siapa?"


Iko kembali bertanya pada cewek itu. ia menggunakan baju yang terlihat seperti terbuat dari daun. rambutnya berwarna putih dan di ujungnya berwarna ungu seperti bunga terong. matanya bersinar terang. di lengannya terdapat ukiran yang menyerupai tato berbentuk bunga.


"aku koeda. kamu sendiri?"


Iko berusa berbicara menggunakan bahasa yang sama dengan koeda. Iko merasa kalau bahasa itu tak asing baginya dan bahkan seperti sering menggunakannya.


"gue Iko. lo datang dari mana?"


"aku orang sini. aku tinggal di haruki."


Iko semakin heran karna ia baru mendengar kalau di dunia ini ada tempat yang bernama haruki.


"haruki? "

__ADS_1


koeda mengangguk pasti.


bersambung...


__ADS_2