
"Persiapkan semua rencana dengan baik! Aku yakin dia akan datang malam ini," kata Arsen memerintahkan.
Semua anak buah Arsen bergerak cepat melakukan perintah tuannya, di ujung ruangan pria berdasi kupu-kupu berdiri tegak menatap kakak tiri Kendrick.
Arsen yang menyadari kedatangan pria tua itu langsung menghampirinya.
"Selamat malam Tuan," sapa Arsen basa-basi.
Pria tua itu cuma mengangguk pelan, lantas berlalu begitu saja tanpa membalas sapaan Arsen.
Bangsat! Kalau saja kau tidak berkuasa penuh dengan proyeksi ini, aku pastikan kau terhempas di dasar gedung putih ini! gumamnya sarkasme.
"Jangan kau pikir aku tidak tahu isi hatimu," katanya mengejutkan Arsen yang masih merutuki.
"A-apa maksud Anda?" tanya Arsen gugup.
Tangan kirinya menggaruk kepala meski tidak gatal. Kegugupan Arsen semakin menguatkan dugaan pria tua tersebut.
"Hentikan aktingmu! Aku muak dengan manusia—" Ucapan pria itu berganti dengan lirikan tajam yang mengintimidasi anak tertua Adinata.
Merasa direndahkan Arsen membusungkan dadanya dan sorot matanya dia bikin menajam, berharap bisa membalas tatapan manipulasi dari pria tua yang selalu membantu Kendrick—saudara tiri satu-satunya yang membuat dia tersisih.
"Ha-ha-ha ...." Tawa pria itu pecah tatkala netranya mendapati Arsen berprilaku sok berwibawa.
"Kau ... berpikir bisa membuatku takut!" cibir Matius terang-terangan.
Menelan saliva saja sangat susah apa lagi menatap mata pria tua yang sangat berpengaruh di perusahaan Maika Grup dan dua perusahaan besar lainnya.
"M-maafkan saya, Tuan! Saya sudah membuat Tuan tersinggung," ujar Ares sembari membungkukkan tubuhnya.
Matius menyeringai kecil dan sebelah alisnya terangkat tinggi. Sikap angkuh pria tua itu sangat menjengkelkan menurut Arsen dan lagi Matius selalu membela dan mendukung Kendrick—adik tirinya.
"Saya permisi!" ucapnya undur diri tanpa rasa malu lagi.
Arsen semakin mempercepat langkahnya, kakak tiri Kendrick tersebut sangat tidak suka dengan sikap Matius—penguasa per bisnisan. Kepintaran Kendrick diturunkan dari Matius, orang itu juga yang selalu membimbing dan menuntun langkah Kendrick menjadi pebisnis dan ketua geng mafia ternama di kota besar ini.
"Aku benar-benar sial malam ini!" gerutu Arsen yang sesekali melirik kebelakang memastikan paman angkat Kendrick.
Selang beberapa waktu orang yang mereka tunggu-tunggu telah tiba. Kendrick datang bersama Kanilaras yang menggunakan gaun cokelat keemasan, tidak lupa Kendrick memerintahkan Kanilaras untuk menggunakan mask topeng atau biasa dikenal topeng wajah yang hanya menutupi sebagian wajah saja.
__ADS_1
Tentu saja kedatangannya membuat gempar semua orang yang hadir di pesta perusahaan Maika Grup. Semua mata tertuju pada gadis yang berjalan beriringan dengan penguasa muda yang sukses di tahun ini, Arsen yang tidak tahu menahu tentang Kanilaras segera berjalan menghampiri adik tirinya sambil mengacungkan gelas wine.
"Rupanya ini yang membuatmu tidak mau pulang, kau memiliki mainan baru yang unik." Menelisik tubuh Kanilaras dari atas ke bawah dan terus dia ulangi sampai dia menarik sudut bibirnya.
"Wow, mainanmu kali ini lumayan menarik!" celetuk Ares seraya mengulurkan tangan ingin memperkenalkan diri.
Kendrick yang tidak terima langsung menepis tangan kakaknya dengan kasar.
"Jangan berharap bisa menyentuhnya!" ancam Kendrick dengan sorot mata yang membunuh
Arsen tertawaan terbahak-bahak setelah melihat respon Kendrick, dapat dipastikan Arsen melakukan itu hanya memancing amarah Kendrik.
Tangan Kendrick mengepal erat dan rahang pria itu mengetat, tanda-tanda peperangan akan dimulai.
"Jangan meremehkan ancaman ku!" tandasnya sembari memelototi kakak tirinya tersebut.
"Oho, rupanya dia sangat berharga. Apa boleh aku mencicipi makananmu ini adik," ejek Ares seraya menunjukkan smirk-nya.
Beginilah sifat Ares, dia selalu mencari gara-gara agar Kendrick emosi dan balik menyerangnya. Walau dua orang ini satu keturunan, tapi kecerdikan dan kelicikan mereka jauh berbeda.
Arsen bertindak agresif dan cenderung ceroboh dalam memutuskan sesuatu, sedangkan Kendrick—dia lebih berhati-hati dalam melangkah dan selalu memikirkan sebab dan akibat dari semua keputusannya dalam bertindak.
ini sebabnya usaha yang dia rintis selalu membuahkan hasil yang memuaskan, di penghujung tahun ini Kendrick mempersiapkan diri untuk menyambut formula baru dari usaha saku-sakunya yang mengantarkannya dalam pintu harta dunia yang fantastis.
Arsen maju satu langkah menyentuh kerah jas yang Kendrick kenakan, seolah membersihkan debu Arsen berbisik pelan, tapi tajam.
"Nikmati party ini brother!" ucapnya menyeringai lebar.
Sesungguhnya Kendrick enggan membalas permainan Arsen, tapi dia juga tidak mau dibilang pecundang karena selalu menghindari bendera perang yang dikibarkan oleh Arsenio Adinata. Kakak yang dulu menyayanginya dan kakak yang suka membacakan buku dongeng kala malam. Kini orang yang sama sibuk mencari-cari alasan untuk membuat Kendrick marah dan meladeninya berebut kekuasaan.
Pergerakan tangan Kendrick secepat kilat menyambar kera kemeja putih yang dikenakan Arsen.
"Sebenarnya apa yang kau mau?" Suara khas Kendrick dengar lebih menakutkan saat ini.
Arsen menggenggam erat pergelangan tangan Arsen lalu menarik paksa.
Kalian pikir dia akan balik menyerang dan meninggikan suara! Jika iya, kalian salah pria berjas abu-abu tersebut malah tertawa puas.
"Kau penasaran dengan mauku? Yang benar saja adik." Tersenyum penuh misteri.
__ADS_1
"Jaga baik-baik wanitamu! Jangan biarkan dia terjadi sesuatu padanya, Ha-ha-ha ...," ujarnya memberi peringatan pada lord of twilight.
Kendrick kembali menampakkan wajah bringas dan pria bertubuh tinggi kekar tersebut berjalan cepat mendorong tubuh Arsen sampai terbentur tembok.
Wajah Arsen yang tenang kini berubah khawatir sedikit terlihat gurat ketakutan di wajahnya.
"Apa yang mau kau lakukan, Ken!" Suara Arsen terdengar bergetar, bisa dipastikan bahwa saat ini pria berkumis tipis itu ketakutan.
"Membunuhmu!" ucapnya dengan rahang yang terkatup.
Kakak tirinya tersebut bergerak dengan gelisah tatkala gendang telinga mendengar ucapan lord of twilight.
Biasanya, Kanilaras akan mencegah Kendrick agar tidak berbuat kasar atau semacamnya. Namun, kini gadis itu hanya terpaku menatap prianya tengah mengancam saudara tirinya sendiri.
"Ken, jangan berbuat yang tidak-tidak! Aku ini masih kakak dan juga relasi kerjamu," ungkapnya sambil mengelus-elus lengan Kendrick.
"Ck, sulit dipercaya. Anak tertua Adinata bermental cicak," sahut Kendrick mencemooh, "jika mau selamat jangan main-main dengan singa," lanjutnya mengejek.
Lord of twilight berjalan santai bersama wanitanya yang tertatih mengimbangi gerak langkah Kendrick. Kanilaras menggerakkan tangannya yang bertaut di lengan Kendrick, perlahan kepala pria itu menoleh dan mengangguk ke atas.
Bola mata Kanilaras bergulir ke bawah memberi isyarat bahwa dia tidak nyaman menggunakan high heel pump shoes. High heel pump shoes dikenal memiliki hak yang rendah, datar dan tidak terlalu tajam sehingga nyaman dikenakan meski dalam waktu lama. Kendrick memilihkan high heel model pump shoes agar Kanilaras nyaman dan tidak begitu kesulitan saat berjalan. High heel pump shoes dikenal memiliki hak yang rendah, datar dan tidak terlalu tajam sehingga nyaman dikenakan meski dalam waktu lama.
Kendrick merangkul Kanilaras dan berbisik-bisik, "Ada apa?" Matanya melirik ke sana kemari.
Gadis yang memiliki lesung pipit tersebut menunduk menutupi bibirnya.
"Kakiku tersiksa mengenakan benda sialan ini!" ucap Kanilaras penuh penekanan.
"Pakai saja jangan bertingkah!" desisnya sambil tersenyum menyamarkan gimik wajahnya yang kesal akan protes Kanilaras.
Dep ....
Lampu utama padam dan digantikan cahaya lampu yang redup, semua tamu yang hadir menatap langit-langit ruangan. Di saat semua orang dilanda kebingungan, terdengar suara derap langkah kaki menaiki anak tangga dan dibarengi dengan cahaya spot light yang memperlihatkan sosok Arsen.
Para tamu undangan menatap penuh penasaran pria kaya sejak lahir tersebut dan ketika sampai diujung anak tangga Arsen berbalik menatap semua orang. Kedua tangannya bertumpuk di Railing void, senyuman penuh arti dia suguhkan.
"Sorry guys has surprised you guys! I just wanted to give you a very spectacular spectacle, Maaf teman-teman telah mengejutkan kalian! Aku hanya ingin memberi tontonan yang sangat spektakuler," katanya tanpa keragu-raguan.
Bersamaan dengan ucapan Arsen suara alunan musik Opera Cina terdengar jelas. Melodi tradisional tersebut menambah kegusaran bagi Kendrick yang saat ini tengah duduk bersama relasi kerjanya.
__ADS_1
Keringat dingin seketika muncul setelah musik itu terdengar jelas di telinganya. Sontak mata Kendrick mendelik dan bola matanya yang indah kini berubah memerah.
Bibir yang terkatup rapat tersebut menimbulkan suara keratan yang menakutkan, relasi kerjanya yang duduk semeja hanya bisa terpaku menatap keanehan bosnya.