
Bagaimana tidak tercengang, raungan yang kuat itu berasal dari mobil berwarna hitam yang selalu terparkir di garasi. Bukan cuma mewah, mobil tersebut juga dapat menirukan beberapa suara hewan.
Mobil silinder 11 Pis Turbo, 800 kekuatan kuda. Torsinya 1000 Newton-meter Akselerasi 100 Km hanya dalam 4.7 detik, Quotro dengan sistem audio visual yang lengkap, rem dengan kekuatan 8 piston. Bodi mobil sepenuhnya tahan peluruh hanya ada satu di dunia, bahkan mobil yang dinamai Arden tersebut memiliki artifisial kelas atas. Dia hanya akan menerima perintah dari Kendrick saja, bahkan mobil itu berbasis satelit akses internet yang sangat kuat dan akan memuaskan semua tuntutan Kendrick—sehingga ke mana pun dia pergi dia tidak perlu khawatir.
Ketika Kanilaras masih terbengong memandangi benda mewah itu, Kendrick telah duduk dan bersiap melajukan mobilnya.
“Cepat Aras!” Sentakan suara Kendrick menyadarkan Kanilaras dari lamunan.
Hengky dan seluruh anak buahnya terkesiap melihat Kendrick menghilang begitu saja dari ruang tamu, semua anak buah Henky berlarian keluar setelah mendengar deruman mobil yang keluar dari kawasan rumah megah ini.
“Sialan! Dapatkan dia hidup-hidup!” titah Hengky sarkasme melihat Kendrick kabur.
Pria bertubuh besar itu berdesis seraya duduk di kursi teras rumah Kendrick, “Bagaimana bisa? Jelas-jelas dia duduk di hadapanku tadi, apa penyakit glaukomaku telah parah? Ah, tidak mungkin!” bantahnya dengan urat pipi yang nengeras.
Anak buah Henky menyusuri jalanan dan tidak lama kemudian mereka melihat mobil yang di Kendari Kendrick.
“Lebih cepat Ken!” ucap Kanilaras seraya menoleh ke belakang.
“Control the entire Arden system! Kontrol seluruh sistem Arden!” titah Kendrick sembari membungkuk meraih kotak hitam di bawah jok mobil.
“Yes sir, Baik Tuan,” sahut mobil mewah nan pintar tersebut.
Aksi kejar-kejaran di jalan pun terjadi, anak buah Henky membidik mobil yang melesat cepat di depannya. Tak satu pun dari puluhan timah panas yang dimuntahkan menembus bodi Arden, bahkan peluru-peluru terlihat mental.
“Mangsa kita bukan orang sembarangan. Sebaiknya kita mundur!” usul pria berkumis tipis.
“Maju ataupun mundur kita akan tetap mati, bodoh!” hina pria lainnya yang fokus menyetir.
Benar, jika mereka kembali tanpa mendapatkan keinginan tuannya, nyawa mereka akan lenyap begitu saja. Namun, sebelumnya mereka akan di siksa mati-matian oleh Henky dan setelah itu baru mereka dikirim ke akhirat.
Di depan sana Kendrick meminta Kanilaras untuk menembaki empat mobil yang membuntuti mereka.
“Apa kau sudah tidak waras?” tanya Kanilaras seraya melempar senjata laras panjang yang di letakan Kendrick di pangkuan Kanilaras.
Mendengar ucapan kasar, Kendrick menatap kejam gadis yang memandanginya dengan mata yang melotot.
__ADS_1
“Cepat lakukan perintahku!” ucap Kendrick penuh penekanan di setiap kata yang keluar dari mulutnya.
“Aku tidak bisa menggunakan ini,” jawab Kanilaras sembari terus melihat ke belakang.
“Ck, sungguh tidak berguna!” cibir Kendrick sambil mengeluarkan setengah badannya dari jendela.
Pria berkulit sawo matang tersebut membidik ban mobil yang berada tepat di belakang mobilnya.
Bersamaan dengan suara letusan ban, Kendrick berteriak kegirangan. Sekian lama Kendrick mendambakan penyerangan dadakan seperti ini, itu sebabnya dia girang saat mendapat hiburan semacam ini.
Ketika menikmati pertunjukan, sebuah timah panas melesat membelah udara dan menembus lengan kekar Kendrick.
“Keparat!” decak Kendrick dengan mata yang mendelik memperhatikan lawannya.
“Anda baik-baik saja Tuan?” tanya mobil mewah tersebut.
“Melaju lebih cepat Arden!” perintah Kendrick pada mobilnya.
“Luka Tuan tidak parah. Namun, luka tersebut mengeluarkan darah 15% dari berat tubuh Tuan.” Arden menjelaskan kondisi luka Kendrick yang semakin lama semakin banyak mengeluarkan darah.
“Baik Tuan. Saya mohon maafkan kelancangan saya,” balas Arden sembari meminta maaf.
“Benda apa ini? Kenapa dia sangat pandai dalam berkata-kata.” Kanilaras berdecap kagum melihat dan mendengar respon Arden.
Mobil pintar tersebut melakukan perintah terakhir yang terucap dari mulut Kendrick. Benar-benar mobil pintar nan mewah, dari kap belakang muncul 3 shotgun.
Senapan gentel Ini adalah jenis senjata api yang menggunakan selongsong peluru berbentuk silinder. Shotgun tergolong senjata jenis berat, karena itu penembak biasanya menyenderkan gagangnya ke bahu agar senjata tidak goyang ketika peluru ditembakkan. Jika manusia yang menggunakan, beda lagi dengan Arden—mobil mewah Kendrick yang dia beli 4 tahun yang lalu.
Dua senja tipe AA-12 Amerika adalah senapan gentel (shotgun) otomatis dengan magasin atau alat penyimpanan dan pengisian amunisi 32 putaran. Shotgun yang terpampang jelas itu melakukan high shot pada dua mobil yang terus membuntutinya.
Salah seorang sopir mobil tewas di tempat dan hal itu membuat mobil itu kehilangan keseimbangan hingga benda besar itu berguling beberapa kali dan menghalangi mobil lainnya. Se-per detik kemudian terjadi ledakan keras di belakang sana, suara tawa Kendrick terdengar jelas bahkan pria itu menyerukan kemenangannya dalam balapan ini.
“Kau lihat!” tunjuk Kendrick girang.
“Aku berhasil mengalahkan mereka, aku yakin Henky akan marah besar atas kekalahannya ini.” Kerutan di kedua sisi matanya timbul akibat pria itu tersenyum lebar.
__ADS_1
“Terima kasih sudah merubah hal sulit menjadi kegembiraan untuk ku,” imbuh Kendrick seraya memeluk Kanilaras.
Gadis itu membeku bahkan lidahnya keluh tidak dapat berkata-kata. Aliran darahnya mengalir sangat deras dan detak jantung Kanilaras berdebar kencang sampai-sampai dia merasa dadanya ingin meledak.
Perasaan ini muncul lagi. Sebenarnya apa yang aku rasa? Kegundahan, sakit hati dan amarahku seakan musnah tatkala aku melihat wajah kakunya yang tidak menyiratkan apa-apa. Rasa benci yang muncul dulu kini hilang, apa aku ... oh tidak, ini tidak mungkin.
Bantahan demi bantahan terus menerus dia lakukan, perasaan tersembunyi membuatnya semakin takut untuk menyadari bahwa dia tengah jatuh hati pada Kendrick—manusia kaku yang beringas.
Ketika masih berpelukan Kanilaras melihat bayangan Kendrick ketika masih berada di hotel ternama yang ada di Jayapura. Gadis itu melihat prianya tengah melakukan penyiksaan yang sangat brutal pada dua wanita.
Terlihat jelas ketika Kendrick menusuk sepasang jelaga hitam itu dengan bolpoin dan wanita lainnya menjerit ketakutan atas peristiwa mengerikan yang dia saksikan saat ini.
Bukannya berhenti pria itu tertawa puas melihat korbannya menangis dan merintih memohon ampunan, tawa Kendrick berubah menyeramkan dan dia mendorong mayat wanita yang dia siksa hingga tewas.
Ketika dia beranjak dari sana, tiba-tiba saja Kendrick menjerit ketakutan dan meringkuk menutupi telinganya. Sesekali dia menoleh ke atas dan kesamping, Kanilaras dapat melihat jelas mata hanzel green milik Kendrick berubah menjadi merah dan suara rintihan prianya terdengar sangat tersiksa.
“Tolong aku!” pinta Kendrick sembari merangkak mendekati korbannya yang sudah babak belur.
Bukannya membantu wanita itu semakin takut dengan Kendrick.
“Jangan sakiti saya,” pinta wanita tersebut dengan telapak tangan yang menyatu.
Lagi-lagi Kendrick tertawa terbahak-bahak melihat wajah memelas korbannya.
Dengan gigi yang mengerat Kendrick berkata, “Jangan harap aku mengampuni mu.”
Sorot mata Kendrick semakin menajam dan menakutkan, suara beratnya menambah keseraman suasana dalam ruangan tersebut. Sungguh malang wanita itu, kenapa malam penuh kebahagiaan ini harus berakhir tragis dan dia dihadapi dengan situasi mengerikan.
“Kemarilah anak manis!” katanya seringai kecil yang menakutkan.
“T-tolong Tuan, lepaskan saya!”
Rengekkan itu tidak berarti baginya bahkan dia mempercepat langkahnya, tanpa berbicara Kendrick membenturkan kepala Fanny sekeras mungkin di dinding. Ketika melihat dara mengalir membasahi dinding kaki panjang Kendrick lemas dan tidak lama kemudian pria itu kehilangan keseimbangan sehingga dia jatuh terduduk di hadapan wanita yang akan menjadi korban selanjutnya.
Tanpa sadar kedua tangan besar itu sudah melingkar di leher jenjang Kanilaras, sontak gadis itu terkejut melihat Kendrick telah bersiap mencekiknya.
__ADS_1