
Kanilaras memeluk Ananda dengan perasaan yang sangat bahagia, dia benar-benar tidak menyangka akan menemukan orang yang memiliki pasangan pedang bulan.
"Kenapa aku baru menemukanmu dan kenapa harus di tempat ini?" kata Kanilaras yang masih memeluk Ananda anak dari adik sepupu ayahnya.
"Kalau aku tahu kamu 'lah orang yang memiliki pedang naga tidak mungkin aku tersesat di alam yang membingungkan ini," imbuh Kanilaras melepas pelukannya.
"Pedang Naga?" Menatap Kanilaras penasaran.
"Iya, pedang naga."
Kendrick yang tidak terima dengan sikap Kanilaras langsung menarik tangan gadis itu cukup kasar.
"Apa kau sadar dengan kelakuanmu!" Mata pria itu melotot dan rahangnya mengetat.
Kanilaras yang tidak memahami maksud Kendrick langsung membalas tatapan itu dengan tatapan yang tidak kalah tajamnya.
"Kenapa kau selalu mengaturku?" ucapnya berkacak pinggang.
"Ini tubuhku! Jadi aku mau apa saja terserah aku. Kau tidak perlu ikut campur!" sambungnya dengan jari yang mengacung ke wajah Kendrick.
"Kau sudah berani membantah ucapanku!" Urat pipi Kendrick terlihat mengencang saat mengucapkan kalimat tersebut.
"Sejak awal aku tidak takut denganmu," sahut Kanilaras tanpa ragu.
"Oh ... jadi kau mau memberontak, heum!" berang Kendrick sambil mencengkeram pipi Kanilaras.
Ananda hanya menatap penuh heran perdebatan yang dilakukan dua orang yang ada di hadapannya, sesekali dia menggelengkan kepala karena tidak tahu harus berbuat apa.
"Ck, kau itu tidak pantas menjadi pemimpin. Lebih baik kau tidur memperhatikan benda yang mengeluarkan suara entah apa itu namanya," kata Kanilaras dengan tangan yang mengibas.
Benda yang dimaksud Kanilaras adalah telivisi.
"Aku muak dengan cemoohanmu, Aras!" Berjalan cepat menghampiri Kanilaras dengan kedua tangan yang mengepal keras.
Ketika tangan kekar itu hendak meninju Kanilaras telah berpindah disebalah Kendrick dan dengan santainya dia menepuk bahu pria itu.
"Aku ada di sini," ejeknya dengan seringai kecil.
__ADS_1
"Keparat!" pekik Kendrick sembari mengarahkan sikutnya pada gadis yang dia sukai.
Lagi-lagi Kanilaras dapat menghindar dengan mudah pukulan yang dilayangkan Kendrick.
"Ha-ha-ha ...." Sungguh puas Kanilaras mentertawakan Kendrick yang sedari tadi memukul angin.
"Aargh!" teriak Kendrick memecah kesunyian malam.
Akibat teriakan Kendrick hewan buas di jantung hutan meraung dan terdengar lagi lolongan srigala. Sontak Ananda bergelayut di lengan kecil Kanilaras, terdengar samar-samar suara Ananda.
"Bibi, tolong aku!"
Mata Kanilaras melotot dan mulutnya melongo, perlahan bola matanya bergulir melirik tajam pemuda yang gemetar ketakutan.
"Tadi kau memanggilku dengan sebutan apa?" tanya Kanilaras dengan tegas.
Begitu polosnya Ananda menjawab "Bibi."
"Apa? Coba ulangi ucapanmu!" Gadis itu menyelipkan rambutnya di belakang daun telinga.
"Bibi." Ananda menekan satu per satu kata yang dia ucapkan.
Kening Ananda mengerut dan terlihat tatapan sendunya, "wajah dan penampilan aneh ini yang membuatku memanggilmu bibi," balas Ananda lirih.
Terdengar dengusan yang kuat dari gadis yang mengenakan maxi dress, perlahan Kanilaras mengatur ritme pernapasan dan menetralkan amarahnya yang sudah mencapai puncak.
"Aku belum tua dan aku belum menikah. Jadi, tidak pantas bocah sepertimu memanggilku dengan sebutan bibi. Mengerti!" bentaknya dengan jari yang mengacung.
Pria yang berusia 33 tahun itu tertawa terbahak-bahak mendengar Kanilaras diejek oleh pemuda yang dia peluk tadi. Dia sangat puas melihat wajah Kanilaras yang memerah akibat amarahnya yang hampir meledak, sungguh sangat disayangkan Kendrick tidak dapat melihat gadis itu mengomel seperti wanita pada umumnya dan ini kali pertama pria itu tertawa sepuas itu.
Biasanya dia hanya menampilkan senyuman sinis atau senyuman yang mengandung banyak misteri. Suara gaduh yang mereka timbulkan membuat para binatang buas berdatangan dari harimau, serigala dan juga ajag anjing hutan yang terkenal sangat langkah habitatnya.
mereka bertiga terkepung beberapa hewan buas. Kendrick dan Kanilaras menampilkan wajah biasa saja, seakan mereka tidak memiliki rasa takut bahkan pria berkulit sawo matang tersebut memperlihatkan smrik-nya. Beda dengan dua orang itu, Ananda malah bersembunyi di balik punggung Kanilaras.
"Usir binatang itu, Bibi!" titah Ananda dengan suara yang bergetar.
Kanilaras menggerakkan bahu kanannya berulang kali agar pemuda itu melepas cengkraman tangannya.
__ADS_1
"Dasar bocah tengil," cibir Kendrick seraya mendorong sedikit tubuh Ananda.
Sontak pemuda itu berteriak membuat binatang-binatang itu meraung kecil.
"Bibi ... tolong!" teriaknya sambil memeluk erat tubuh seksi Kanilaras.
"Oh, Yang Widi. Kenapa Engkau kirimkan pengecut ini ke sini?" Menatap keatas sebentar.
Masih dalam posisi yang sama, tidak ada pergerakan apa pun. Namun, Kendrick memberi aba-aba dengan gerakan tangannya. Selama beberapa bulan hidup seatap dengan Kendrick, Kanilaras mempelajari kode rahasia dari Bibi Kenny dan para worker.
Walau kenyataannya Kanilaras bisa mengalahkan binatang itu dengan sangat mudah, tapi entah kenapa gadis itu mengikuti perintah Kendrick dan dalam hatinya dia tidak ingin membuat Kendrick kecewa atas penolakannya.
Pertama Kendrick menaikkan setengah badan tangannya yang menandakan dia meminta Kanilaras untuk bergerak perlahan. Kemudian pria itu menunjukkan kepalan yang menandakan bahwa gadis itu untuk diam seribu bahasa, ketika paham Kendrick mengangguk membenarkan respon yang Kanilaras tunjukkan.
Gadis itu menggenggam tangan Ananda dan setelah itu dia melihat bibir Kendrick yang berkata tanpa suara.
"Perhatikan baik-baik apa yang aku perintahkan." Meski tidak bersuara gadis zaman kuno itu memahami pengucapan lord of twilight.
Rupanya rencana Kendrick gagal, ajag dan harimau menyerangnya tiba-tiba sehingga lengan dan kakinya diterkam harimau dan juga ajag. Pria itu mencoba tenang dan mencoba melepas terkaman dua binatang itu, Kanilaras yang tidak tega langsung mengeluarkan pedang bulan dari sarungnya lalu menebas leher dua binatang itu dengan sekali tebas.
Secepat kilat gadis itu memasukan kembali pusakanya ke dalam sarung, serigala yang sudah mengambil ancang-ancang ingin menyerang tiba-tiba saja berlari terbirit-birit menjauh dari tempat itu. Setelah kepergian serigala dari sana, segera Kanilaras melihat luka Kendrick yang cukup dalam dan lebar.
"Sebaiknya kita pulang," tutur Kanilaras kalem.
"Mau naik apa? Mobilku lenyap," sahut Kendrick disela erangan.
Bola mata Kanilaras bergolak lalu dia menatap wajah tampan Kendrick.
"Kau lupa siapa aku?" Menautkan kedua alisnya.
"Kau istri anehku!" akunya dengan suara venom.
Tanpa basa-basi lagi, Kanilaras melesat tinggi membawa Kendrick pergi. Di bawah sana Ananda merengek ketakutan, pemuda itu bukanlah pemuda tangguh yang menguasai ilmu bela diri yang mumpuni. Kebetulan saja dia terlahir dikalangan bangsawan yang berkata tinggi, kemampuannya sama saja dengan pemuda pada zaman now.
"Bibi!" teriak Ananda dengan bola mata yang melirik ke sana kemari.
"Kenapa kau tinggalkan aku di sini sendirian!" imbuhnya tidak terima dengan tindakan Kanilaras yang membiarkannya di sana tengah malam begini.
__ADS_1
Semak-semak di ujung wetan bergoyang menimbulkan ketakutan di hati Ananda—putra mahkota yang manja.
"Bibi, tolong ...!"