Jiwa Pedang Legenda

Jiwa Pedang Legenda
bab 48


__ADS_3

"Apa yang dia lakukan sekarang?" tanya Kendrick jumawa.


"Tetap mengamuk di penjara ruang bawah tanah, Tuan." Bibi Kenny memberikan tab pada tuan kebanggaannya.


Tampak jelas seringai kecil. Kendrick beranjak dan berjalan cepat menuju penjara ruang bawah tanah kesukaannya. Suara derap langkah kakinya menuruni anak tangga menggema dan memenuhi ruangan gelap tanpa cahaya.


"Apa kau suka tempat ini?" Kendrick bertanya sambil mendudukkan dirinya di kursi kebanggaannya.


"Bajingan! Lepaskan aku!" teriaknya sambil berjalan maju, tapi dia tidak mampu bergerak lebih karena kaki dan juga tangannya terikat rantai.


Lord of twilight tersebut menaikkan kedua kakinya di atas meja seraya menyalakan cerutu.


"Kau tidak suka berada di sini?" Laki-laki itu kembali bertanya sembari menikmati cerutu yang baru dia nyalakan.


"Kau akan mati saat ini juga, jika tidak melepaskan ku!" Ancaman Henky terdengar tidak main-main.


Kendrick menginjak cerutu ya hingga hancur, lalu pria itu berjalan mendekati kandang ular piton-nya.


"Apa kau lapar, Clay?" tanya Kendrick seraya melempar kelinci ke dalam sana.


Dengan gerakan yang pasti ular piton yang bernama Clay melahap dengan cepat seekor kelinci yang masih hidup.


"Good job," puji Kendrick seraya melirik teman lamanya yang kini telah menjadi musuh.


Henky tahu betul hobi dan kegilaan temannya itu, bahkan dia paham hal apa yang akan dilakukan Kendrick kepadanya.


"Aku tidak akan takut akan gertakan mu itu, Ken!" ucapnya mendengus.


Pria yang mengenakan kemeja cokelat itu hanya melirik sekilas wajah Henky Aryanto dari sisi ruangan yang pling gelap.


"Bawa Feris ke sini!" titah Kendrick lirih.


Tanpa perintah dua kali soldier berlari menuju ke kandang Feris yang berada di pojok ruang bawah tanah ini. Suara raungan singa yang bernama Feris itu menggema di penjara ini, bisa dipastikan bahwa singa itu masih lapar.


Henky yang semula sombong saat ini meminta ampunan sembari berlutut di sel tahanannya.


"Aku mohon kali ini saja ... kau lepaskan aku!" pinta Henky sembari menunjukan wajahnya yang datar.


"Aku tidak akan membantu kecoak!" cibirnya seraya menatap intens.


Kendrick menggerakkan tangannya sebagai tanda, untuk membiarkan Feris masuk ke sel Henky. Singa itu membuka mulutnya lebar-lebar dan sedetik kemudian Feris berjalan seraya mengendus lantai.

__ADS_1


Perlahan, tapi pasti. Singa Afrika Selatan tersebut mendekati pria yang memiliki banyak tatto di tubuhnya.


"Ken! Jauhkan binatang sialan ini dariku!" teriak Henky sembari memukul-mukul tembok dengan telapak tangannya.


Sama sekali Kendrick tidak menolehkan kepalanya, bahkan dia sibuk mengelus kelinci yang baru saja dia ambil.


"Aku mohon Ken!" pekik Henky ketakutan.


Pria itu benar-benar ketakutan akan singa peliharaan temannya. Selang beberapa detik saja Feris telah menerkam kaki kiri Henky, jeritan pria itu menggema di penjara ruang bawah tanah ini. Erangannya semakin kuat saat Feris menarik paksa kaki Henky.


Kendrick menampilkan smrik-nya dan sebelah alisnya terangkat saat mendengar suara berat yang dikeluarkan oleh Feris.


"Feris!" panggil Kendrick lantang.


Tanpa menunggu dipanggil dua kali, binatang buas tersebut melepas gigitannya lalu menghampiri tuan kesayangannya.


Feris meraung kecil dekat kaki Kendrick, lantas pria itu menunduk membelai leher Feris.


"Kau lapar, heum?" tanyanya sembari menunjukkan kelinci gemuk yang sejak tadi dia gendong.


"Kau mau ini?" sambung Kendrick sembari berjongkok di hadapan Feris.


Tanpa berlama-lama lagi, singa lapar itu menggigit kelinci putih yang disuguhkan khusus untuknya. Walau dia hanya seekor binatang, tapi dia cukup mengerti keinginan tuannya.


"Argh, kau sungguh biadab Ken!" dacap Henky dengan menghembuskan napas berat.


"Kau pantas mendapatkan itu," kata Kendrick santai tanpa penyesalan telah membuat betis temannya terluka parah.


Kendrick sedikit puas telah memberikan pelajaran pada Henky—teman dekatnya yang telah dia berikan kepercayaan untuk mengelolah cabang perusahaannya. Namun, kebaikan hati Kendrick tidak dibalas baik dengan Henky, rupanya keputusan Kendrick yang memberikan cabang perusahaannya membuat Henky merasa terhina.


Henky Aryanto ingin mengelola perusahaan pusat dari semua perusahaan yang Kendrick miliki di kota M. Bukannya menyetujui Kendrick malah menunjuk Henky untuk menggantikan Pak Burhan yang telah pensiun dari pekerjaannya.


"Lepaskan aku Ken!" teriak Henky dalam sel.


Teriakkan itu tidak diindahkan oleh Kendrick bahkan dia melempar sebatang kayu ke depan sel Henky yang membuat pria itu bungkam.


"Sumpal mulutnya jika berisik lagi!" titah Kendrick pada soldier yang menjaga pintu ruang bawah tanah.


Ketika kaki panjangnya menaiki anak tangga Kendrick merasakan guncangan, tapi dia tidak begitu menghiraukan. Dia tetap menyusuri anak tangga, sesampainya diujung anak tangga guncangan itu semakin terasa bahkan semakin besar sampai tubuhnya terhuyung.


"Anda baik-baik saja, Tuan?" tanya Anton yang kini memegang erat pandak Kendrick.

__ADS_1


"Hmm," gumam Kendrick seraya melirik tembok yang retak.


"Sebaiknya kita segera keluar dari sini Tuan," usul Anton lirih.


Menatap sekilas wajah soldier setianya.


"Suruh mereka keluar dari sini juga," titah Kendrick sembari menunjuk para soldier yang bertugas di ruang bawah tanah.


Anton mengangguk dan dengan segera dia memerintahkan semua rekannya untuk meninggalkan ruang bawah tanah. Saat Kendrick sudah berada di ruang kerjanya, Bibi Kenny sudah berduri menantinya dengan sebuah rompi anti peluru dan senjata api berbagai jenis.


Kendrick yang tidak mengerti dengan maksud Bibi Kenny lantas bertanya.


"Untuk apa semua ini?"


"Untuk berjaga-jaga saja," sahut Bibi Kenny kalem.


Kening Kendrick mengernyit, "Ada serangan?"


"Tidak," jawab Bibi Kenny seraya menggeleng.


Kendrick semakin bingung dibuatnya.


"Lantas untuk apa semua ini?"


Bibi Kenny memperlihatkan monitor 03 yang ada di jalan tengah menuju ke black house. Kendrick meneliti kondisi jalanan yang hancur, lalu bola matanya bergulir ke atas melihat wajah Bibi Kenny.


"Apa ini?" tunjuk Kendrick, "cari tahu backing-an Hanky!" perintah Kendrick seraya meraih glock 19.


Pistol ini memiliki kaliber 9×19, magasin 15 butir. Ia memiliki keamanan yang bagus sehingga jarang terjadi salah ledak asalkan mengikuti standar yang ditentukan. Itu sebabnya Kendrick selalu memasok senjata ini untuk dipergunakan melawan musuh yang menyerangnya secara mendadak atau terencana sekalipun.


"Apa Aras sudah—" Ucapan Kendrick terhenti seketika karena black house miliknya terguncang sangat hebat.


"Damn it!" cicitnya sembari melempar vas bunga.


"Persiapkan semua soldier dan worker," titah Kendrick dengan mata yang melotot menatap Anton dan juga Bibi Kenny.


Ketika dia meraih gagang pintu, Bibi Kenny menghentikannya dengan suara lantang.


"Tiarap Tuan!"


Kendrick menolehkan kepala menatap Bibi Kenny yang telah berposisi tiarap di lantai.

__ADS_1


Suara ledakan itu dibarengi dengan teriakan Kanilaras dari luar ruang kerjanya.


__ADS_2