
Raut wajah Kanilaras yang kebingungan menimbulkan pertanyaan semakin besar di benak wanita paru baya yang sudah merawat Kendrick sejak kecil.
"Jawab pertanyaan bibi, Non!" pinta Bibi Kenny dengan keseriusannya.
"Apa yang harus aku jawab Bik? Sedangkan aku tidak paham arah pembicaraan Bibi," ucapnya tanpa rasa bersalah.
Netra Bibi Kenny meneliti setiap inci tubuh Kanilaras, tiba-tiba bola mata itu membulat saat melihat pedang dan juga tusuk konde yang melekat pada tubuh gadis yang dia ceramahi sejak tadi.
“Dua benda yang Nona bawa sumber petaka dari semua masalah,” ujar Bibi Kenny tegas.
“Ada apa dengan pedang dan tusuk konde ku? Dua benda pusaka ini milikku sejak lama,” tukas Kanilaras dengan alis yang bertaut.
Bibi Kenny menghela napas panjang dengan mata yang terkatup rapat.
“Mari, kita pulang! Tuan ingin bertemu dengan Anda,” ajak Bibi Kenny dengan tangan mempersilahkan gadis itu keluar dari pondok persinggahan.
“Ken sudah pulang?” tanyanya terkejut.
Wanita paru baya itu hanya mengangguk mengiyakan ucapan Kanilaras.
“Kamu,” tunjuk Kanilaras.
Santos segera berlari mendekatkan diri.
“Saya Nona!”
“Bawa juga pria itu pulang!” titah Kanilaras membuat Santos melirik Bibi Kenny.
“Dia tidak boleh datang ke black house!” bantah Bibi Kenny dengan mata yang membulat sempurna.
“Kenapa Bik? Dia kerabatku, apa hak Bibi melarangku membawanya ke sana?” Lagi-lagi Kanilaras memancing emosi wanita yang memiliki wewenang kuat di black house.
“Dia orang asing. Tuan tidak akan suka melihat orang asing menginjakkan kaki di black house,” jelas Bibi Kenny dengan mata yang melirik tajam ke arah Katra yang masih berdiri di ambang pintu dengan kedua tangan terborgol.
“Apa-apaan ini?”
__ADS_1
“Jangan banyak protes Nona, ini demi kebaikan Nona dan juga tuan.” Wanita berwajah datar tersebut memberi perintah pada soldier dengan anggukan kepala saja.
Kanilaras berjalan dengan kepala yang memutar menatap Katra yang diseret paksa oleh soldier Kendrick, sebelum keduanya benar-benar berpisah Katra berkomunikasi dengan Kanilaras melalui batin.
Jangan mengkhawatirkan hamba Ndoro! Lebih baik Ndoro Putri berkonsentrasi mencari pedang naga supaya bisa terbebas dari dunia ini, kata Katra sambil terus berjalan sempoyongan karena didorong keluar dari gedung yang mirip dengan kantor.
Sedangkan Kanilaras sudah masuk ke dalam helikopter sambil terus mendengarkan nasihat yang diberikan oleh abdi setianya.
Tekad ingin membunuh Gendra masih ada, tapi dia sedikit putus asa dengan semua ini. Rasa sakit hati yang membara mendorongnya untuk mencari jalan keluar dari sini dan di sisi lain dia dilanda kebimbangan akan meninggalkan Kendrick—pria yang selalu dia percaya, rupanya Kanilaras diam-diam jatuh hati pada pria itu. Namun, dia tidak bisa merasakan dengan pasti rasa cintanya pada Kendrick.
“Bibi, bolehkah aku bertanya sesuatu?” Menatap penuh keseriusan wanita yang duduk di sebelahnya.
“Apa yang ingin Nona tanyakan?”
"Berjanjilah untuk berkata jujur!"
Bibi Kenny mengangguk kecil, lalu Kanilaras melanjutkan pertanyaannya.
“Sebelum Ken menghilang dari hadapanku, dia berkata ‘aku tidak ingin menyakitimu’ dan dia menyuruhku untuk pergi jauh darinya. Apa yang membuatnya berkata seperti itu? Aku juga melihat sorot matanya yang tajam seakan berkata bahwa dia tersiksa oleh semua ini, sebenarnya dia kenapa Bik?” ungkap Kanilaras panjang lebar.
Sekian detik Bibi Kenny yang membuang muka kini menatap wajah Kanilaras dari samping dan tangannya menggenggam erat jemari Kanilaras, sontak gadis itu menoleh ke arah wanita paru baya yang selalu berpakaian serba hitam.
“Bibi minta Nona tidak membocorkan masalah ini!” pesan Bibi Kenny kepada Kanilaras.
Gadis cantik itu mengiyakan permintaan Bibi Kenny dan membalas tatapan intens wanita paru baya yang duduk berdampingan dengannya.
“Tuan Ken mengidap penyakit Dissociative Identity Disorder gangguan kepribadian ganda yang disebabkan oleh trauma atau lebih dikenal sebagai DID. Siapa pun yang mengidap penyakit ini akan memiliki kepribadian ganda beruntung tuan kami hanya memiliki 4 kepribadian, itulah sebabnya sikap tuan Ken mudah berubah yang awalnya kaku menjadi emosional, beringas dan juga lembut.” Bibi Kenny hanya menjabarkan sedikit tentang penyakit yang Kendrick derita.
Walau tidak begitu memahami maksud Bibi Kenny, Kanilaras mencoba mencerna semua ucapan wanita paru baya tersebut dan dia sedikit-sedikit mencocokkan sifat Kendrick dengan cerita Bibi Kenny. Sekian jam mengudara kini tibalah mereka di rumah kebanggaan Kendrick, rumah yang membuat pria itu nyaman.
Baru saja masuk mereka bertiga sudah disambut oleh tembakan beruntun yang memekakkan telinga. Sontak jelaga hitam itu mendelik saling menatap wajah satu sama lain.
“Apa yang terjadi Bik?” bisik Kanilaras kalem.
“Persiapkan diri kalian! Ingat janji kalian kepada tuan!” pesan Bibi Kenny seraya merogoh pistol andalannya.
__ADS_1
Kami soldier lord of twilight berjanji akan melindungi tuan kami dengan mata terbuka, hati yang ikhlas tanpa paksaan dan berjanji akan selamat dalam pertempuran maut sekalipun.
Janji yang selalu mereka ikrarkan saat menghadapi segala situasi, itulah sebabnya mereka setia dan tidak pernah memiliki niat untuk berkhianat.
Santos, Galang, Bibi Kenny dan juga Kanilaras perlahan menuruni anak tangga menuju lantai dua dan ketika sampai diujung anak tangga suara tawa Kendrick yang menggema membuat Bibi Kenny menegakkan tubuhnya.
“Tuan baik-baik saja. Mungkin tadi dia sedang bosan,” kata Bibi Kenny Rogers.
“Bukan,” bantah Kanilaras mencegah tiga orang pengawalnya turun.
“Ada apa Nona?” Kening wanita paru baya tersebut mengernyit.
“Ken tengah terancam Bibi,” ucap Kanilaras sambil celingukan memastikan keadaan di bawah sana, “coba Bibi lihat! Soldier yang selalu menjaganya tidak ada,” sambungnya seraya menunjuk beberapa pria yang berjaga di sekitar Kendrick.
Bibi Kenny Rogers memperhatikan satu per satu wajah pria yang ada di berbagai sudut ruangan. Wanita paru baya tersebut menatap Kanilaras penuh kagum, gadis yang dia jaga 3 tahun belakangan ini sudah bisa membaca situasi yang membahayakan Kendrick—lord of twilight.
“Apa Bibi memiliki rencana? Kita tidak boleh diam saja,” kata Kanilaras setelah bertanya.
Bibi Kenny tertegun sejenak lalu dia berbisik memerintahkan Santos dan Galang untuk bergerak. Setelah soldier Kendrick bergerak, Bibi Kenny meminta Kanilaras untuk tetap diam di tempat persembunyian.
“Jangan pernah membahayakan diri Nona! Karena tuan membenci hal buruk menimpa Nona,” pesan Bibi Kenny sebelum meninggalkan gadis itu sendirian.
Siapa sangka, larangan yang Bibi Kenny ucapkan makin membuat Kanilaras bertekat menyelamatkan Kendrick. Tanpa disadari Hengky—orang yang saat ini mengancam tuan rumah black house, Kanilaras melesat secepat kilat melarikan lord of twilight dari black house kebanggaan Kendrick.
“Kau baik-baik saja ‘kan?” tanya Kanilaras kalem.
Kendrick yang terbengong menelan salivanya kasar.
“Kau menggunakan kekuatanmu lagi?”
“Sudah jangan banyak bicara! Ayo, kita pergi dari sini!” titah Kanilaras menyadarkan Kendrick yang masih tercengang.
Lantas, pria itu berseru.
“Arden!”
__ADS_1
Gadis yang merangkulnya celingukan mencari orang yang dipanggilnya. Di suatu ruangan terdengar suara raungan, Kanilaras pikir itu suara hewan yang baru Kendrick beli kemarin. Namun, dia salah raungan itu bukan suara hewan. Ketika sebuah pintu ruangan terbuka, mata Kanilaras membulat sempurna dan mulutnya ternganga tidak percaya dengan apa yang dia lihat.