Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.22 Kebosanan


__ADS_3

Ara yang sudah lama tidak jalan-jalan keluar, akhirnya merasakan kebosanan dan ingin keluar rumah. Tapi dia bingung meminta ijin kepada suaminya, dia takut tidak diperbolehkan karena suaminya itu sekarang sangat Overprotektif.


Tapi akhirnya dia memberanikan diri menelepon suaminya untuk meminta ijin, karena dia juga teringat sahabatnya Tia dan ingin bertemu dengannya.


***


Tony sedang menandatangani dokumen di ruangannya, terdengar suara dering ponselnya berbunyi. Dia pun melihat ke layar ponsel dan tersenyum senang mendapatkan telepon dari istrinya.


Isterinya itu sangat jarang sekali meneleponnya jika dia sedang di perusahaan. Istrinya bilang takut menggangunya, padahal dirinya sangat bahagia jika mendengar suara istrinya itu.


Dia dengan cepat mengangkat telepon dari istrinya itu, terdengarlah suara manja istrinya.


"Halo, sayang. Kamu sedang apa? Apakah sedang sibuk?."


"Sesibuk apapun aku, jika yang menelepon kamu, aku akan memberikan semua waktuku untukmu sayang. Urusan yang lain jadi gak penting." Jawabnya dengan candaannya yang lebay.


"Ih kamu....lebay banget sih. Hihihi...." istrinya cekikikan.


"Apa kamu merindukan suami tampan mu ini, sampai menelepon? Bukankah baru 3 jam yang lalu kita berpelukan dan berciuman mesra? Apakah kamu menginginkanku pulang dan melanjutkan kegiatan kita yang tadi pagi terhenti?." Lanjutnya menggoda istrinya.


"Ha ha ha...kamu belajar menggoda seperti itu dari mana? Kenapa semakin hari, kamu semakin tidak tahu malu, ckckck....."


"Hahahaha....." Dia hanya tertawa.


"Sudah ah, aku sudah tak tahan dengan gombalan mu itu. Aku menelepon sebenarnya mau minta ijin, bolehkah aku keluar jalan-jalan? Aku bosan sekali di rumah." Rengek manja istrinya terdengar di telinganya.


Istrinya jarang sekali meminta apapun padanya, karena meskipun istrinya ini suka manja tapi hanya ucapannya saja. Istrinya sebenarnya adalah sosok wanita mandiri dan dewasa, dia tidak pernah berlebihan dan selalu sederhana, itulah yang membuatnya semakin mencintai istrinya itu.


"Hem...gimana ya? Aku takut baby kenapa-napa, kalau aku tidak mengijinkan kamu akan bagaimana?." Tanyanya balik.

__ADS_1


Padahal dia hanya ingin menggoda istrinya saja, tentu saja dia akan menginjinkannya, karena dia tahu kandungan istrinya sudah kuat.


"Jadi gitu...kamu gak ngasih ijin. Kalau begitu, kamu malam ini jangan tidur di kamar!." Ancam istrinya padanya, membuat dia tersenyum.


"Baik...baik. Aku menyerah sayang, aku adalah seorang musafir cinta. Kalau tidak tidur dengan wanita kesayanganku, aku tak akan bisa tidur." Godanya lagi pada istrinya sambil berpura-pura menghela nafas frustasi.


"Ish gombal terus, udah ah. Jadi boleh nih aku keluar rumah?." Tanya istrinya lagi masih ragu atas ijinnya karena dia bercanda terus.


"Iya sayang boleh, tapi di temani Dimas ya. Aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu dan baby." Akhirnya dia berkata serius.


"Baiklah....asal kamu setuju." Ara diujung telepon menyetujuinya.


"Istriku yang baik, kamu nurut banget. Aku makin mencintaimu sayang. Muaaachh........" Dia masih menggoda istrinya itu.


"Makasih sayang...aku juga mencintaimu, bye."


( Mereka lebay ya, maklum pacaran setelah menikah 😌 ).


Setelah telepon terputus, Tony segera menghubungi pengawalnya Dimas yang berada di lantai bawah Perusahaan.


Setelah sambungan telepon terhubung, Tony segera menyuruh pengawalnya itu pulang dan mengawal kemanapun istrinya pergi.


***


Ara setelah menutup telepon, langsung menelepon Tia sahabatnya. Mereka janjian bertemu di kafe favorit mereka dan bertemu disaat waktu makan siang sahabatnya itu.


Sahabatnya itu pun menyetujuinya, karena hampir 2 bulan ini mereka tidak bertemu, meskipun masih sering berkirim kabar lewat ponsel.


***

__ADS_1


Tia tentu saja tau cerita kehidupan sahabatnya itu sekarang, dia malah merasa bersyukur karena sekarang sahabatnya itu sudah menemukan kebahagian. Meskipun awalnya dia pun kesal pada CEO-nya itu, karena sudah berbuat jahat pada sahabatnya.


Mereka akhirnya bertemu di kafe dan langsung berpelukan melepaskan rasa rindu.


Mereka memesan minuman seperti biasa, mereka langsung saling curhat dan menceritakan semuanya. Karena apapun yang terjadi, mereka selalu saling mendukung satu sama lain.


Saat mereka sedang asyik mengobrol, pintu kafe terbuka dan masuklah seorang wanita seksi. Amira yang baru masuk pun tak sengaja melihat ke arah mereka.


Ara juga sudah tau, kalau Amira sudah tidak bekerja di perusahaan suaminya lagi. Dia hanya tersenyum dan menyapanya dengan menundukkan kepalanya.


Amira yang melihat senyum Ara hanya memasang wajah datar, dia juga tidak membalas sapaannya lalu langsung melangkahkan kakinya berjalan untuk duduk jauh dari meja mereka.


Ara dan Tia saling berpandangan, mereka saling bertanya lewat tatapan mata ada apa dengan Amira, perasaan mereka tidak punya salah pada wanita mantan kepala atasannya itu.


Mereka pun tidak ambil pusing dan kembali bercerita dengan serunya, setelah waktu istirahat selesai, lalu mereka pun berpisah.


Amira yang memperhatikan Ara sedari awal, bibirnya tersenyum jahat membayangkan apa yang akan dia lakukan pada perempuan yang dia benci itu.


"Tunggu saja pembalasanku, karena kamu sudah berani merebut pria incaranku!.". Dalam hatinya dia berkata dengan penuh tekad.


Visual Aurora.



Visual Antony.



^Bersambung^

__ADS_1


__ADS_2