
Kehamilan Ara sudah memasuki bulan ke-5, kehidupannya sekarang begitu sempurna. Tidak ada kesedihan ataupun penyiksaan yang sering dia alami dulu. Dia sekarang begitu bahagia bahkan tanpa dia sadari, bahwa awan hitam sedang mendekatinya.
Tony berangkat ke perusahaan seperti biasanya, dia tidak mempunyai firasat apapun. Disaat dia akan memasuki ruangan kantor kerjanya, sekretarisnya menghentikan langkahnya.
"Pagi Pak, di dalam ada yang sedang menunggu Anda." Sekretarisnya berkata.
"Siapa? Hari ini saya tidak punya janji temu?." Sambil bertanya dia melirik Angga.
"Memang tidak ada, saya tidak tau siapa yang ada di dalam." Angga membalas perkataannya.
"Yang sedang menunggu di dalam adalah seorang wanita muda Pak." Jelas sekretarisnya lagi.
Tony hanya diam dan langsung membuka pintu kantornya, saat dia baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam lalu menutup pintu, dia langsung terkejut karena ada wanita yang memeluknya.
Tony yang terkejut pun langsung menarik pelukan dari wanita itu dan mendorongnya. Wanita itu terkejut oleh perilaku pria di depannya ini, matanya langsung berkaca-kaca.
Sebaliknya dengan Tony, dia merasa sangat marah. Tanpa alasan wanita asing ini langsung memeluknya, dia pun menghampiri wanita asing ini dengan mata yang sudah seperti mengeluarkan api.
"Siapa kamu?! Berani kurang aj*r padaku!." bentaknya marah pada wanita asing itu.
__ADS_1
"Hiks...hiks..hiks..." wanita asing itu malah menangis tanpa menjawab.
"Jawab!!!." Bentaknya lagi sambil tangannya mencengkram lengan wanita itu dengan kasar, sampai wanita itu pun berhenti menangis karena ketakutan.
"Kak....ini aku...Aulia. Tunanganmu, kekasih masa kecil mu." Ucap wanita asing itu dengan mata yang sudah berurai air mata.
Tony pun tertegun dan segera melepaskan cengkramannya, kejutan ini tidak pernah dia duga. Dia belum mempercayai pendengarannya, dia hanya mematung terdiam mencerna apa yang baru saja wanita asing itu katakan.
Angga yang berada diluar pintu penasaran karena di dalam menjadi hening, padahal tadi terdengar suara bentakan dan tangisan. Dia pun memberanikan diri membuka pintu dan masuk ke dalam.
Tatapan Angga langsung mengarah ke Tony, dia melihat Tony sedang mematung. Wajahnya begitu pucat, seperti tidak ada darah yang mengalir.
"Bos, ada apa? Kenapa kamu seperti ini?." Tanya Angga bingung.
Angga melihat wanita asing itu memakai sebuah kalung yang sangat familiar, dia pun terkejut saat mengkonfirmasi kalung itu.
Kalung itu adalah pemberian Tony untuk Aulia tunangannya dulu, karena saat Tony memesan pembuatannya, dia juga ikut menemaninya.
"Kalung di leher.......itu?." Angga tanpa sadar mengucapkannya.
__ADS_1
Tony pun akhirnya tersadar dari keterkejutannya, pandangan matanya pun tertuju pada kalung di leher wanita asing itu. Dia pun menghampiri wanita asing itu perlahan dengan perasaan yang gugup dan juga dengan tangan yang gemetaran.
Saat sudah sampai di depan wanita asing itu, Tony langsung menarik kalung itu dari lehernya. Saat kalung itu sudah berada di tangannya, dia semakin terkejut karena kalung adalah kalung asli. Karena dia sendiri yang mendesain pembuatannya, juga ada ciri-ciri yang hanya dia yang tahu. Kalung itu pun terjatuh dari genggaman tangannya, karena tangannya tak berhenti gemetaran.
Angga segera mengambil kalung yang terjatuh itu, dia menepuk bahu Tony agar tersadar dan bersikap tenang. Dia pun berpikir rasional dan menyuruh wanita asing tersebut untuk duduk di sofa, agar mereka bisa bicara.
Tony yang masih belum sepenuhnya sadar, juga ikut duduk di seberang wanita asing itu. Dia masih belum bisa mencerna apa yang terjadi dan benar-benar belum bisa mempercayainya.
Angga yang paling rasional pun, segera angkat bicara terlebih dulu.
"Siapa kamu? Kenapa bisa memakai kalung tunangan dari Bos Tony?." Tanyanya penuh selidik.
"S-saya Aulia, tunangannya." Ucap wanita asing itu terbata-bata, karena dia juga masih merasa ketakutan.
"Kalau kamu nona Aulia, kenapa baru datang sekarang setelah sepuluh tahun berlalu?." Angga belum ingin mempercayainya.
Sedangkan Tony masih di posisi yang sama, terduduk dengan pandangannya yang kosong. Dia hanya mendengarkan tanya-jawab antara Angga dan wanita asing yang mengaku tunangannya itu.
^Bersambung^
__ADS_1
Like dan komennya jangan lupa.
TERIMA KASIH 😊