
Raina yang sedang meratapi keadaannya yang begitu menyedihkan, dia juga sama terkejutnya seperti orang lain. Dia merasakan ada sesuatu yang melingkari tubuhnya dan membungkus tubuhnya dengan erat, ternyata itu adalah sebuah jas pria. Dia lebih terkejut lagi, saat seorang pria membersihkan wajah nya yang bernoda cake.
Raina semakin terkejut saat melihat wajah pria tersebut, karena dia sama sekali tidak mengenalnya. Tapi setelah pria itu membersihkan wajah nya, pria itu malah tersenyum dan menatapnya balik dengan tatapan lembut padanya
Wajah Raina seketika merona merah dan pipinya terasa hangat, karena malu dilihat dengan tatapan lembut seperti itu. Dia segera menundukkan wajahnya.
Saat Raina baru saja menundukkan wajahnya, dia malah mengangkatnya kembali karena terkejut lagi, saat mendengar Pria itu mengatakan sesuatu pada semua orang.
"Halo, aku adalah kekasihnya. Jadi, jika ada yang berani menyakitinya, aku akan membalasnya dengan setimpal bahkan mungkin lebih." Ucapnya.
Sebenarnya Angga berkata seperti itu, hanya ingin semuanya cepat selesai dan tidak menghabiskan banyak waktu dengan bertele-tele. Dia ingin masalah yang terjadi sekarang cepat beres dan juga secara tidak langsung sudah bisa melakukan permintaan dari istri Bos nya itu, dengan melindungi gadis yang bernama Raina ini.
Dia mengancam agar mulai sekarang tidak ada yang berani mengganggunya lagi, dia sengaja mengatakannya di depan semua orang dengan tatapannya yang tegas dan menakutkan.
Angga lalu menarik tangan gadis itu dan pergi dari sana.
Sedangkan teman wanita Tasya yang tadi sudah melakukan perbuatan jahat kepada Raina, langsung percaya perkataan dari Angga. Saat mereka mendengar ancaman darinya, tubuh mereka langsung bergidik ngeri dan berjanji dalam hati mereka tidak akan berani menyentuh kekasih dari Angga lagi.
Mereka tahu meskipun dia tampan, tapi dia juga terkenal dengan balas dendamnya. Mereka masih menyayangi nyawa mereka, akhirnya teman wanita Tasya pun langsung pergi meninggalkannya sendiri, karena mulai sekarang mereka tidak mau ikut campur dalam urusan keluarganya lagi.
Tasya bahkan masih bengong melihat saudari tirinya yang dia benci itu malah ditolong oleh Pria yang selama ini dia incar, dia mengincar Angga tentu saja karena ketampanan nya dan juga karena dia tangan kanan dari seorang Antony Wijaya.
Tasya berpikir seperti itu karena berarti posisi Angga hampir setara dengan atasannya itu, dia juga pernah berkenalan sekali dengannya, ketika Angga menawarkan kontrak dari perusahaannya kepada agensinya. Angga memintanya agar dia menjadi model dari produk perhiasan merek terbaru perusahaan mereka, yang sebentar lagi akan meluncur di pasaran.
Tasya bahkan sudah menyukainya dari pandangan pertama, dia sebenarnya akan mencari kesempatan dalam acara pesta kali ini. Tapi dia malah dibuat terkejut, dengan kenyataan bahwa saudari tirinya adalah kekasihnya. Seketika amarah di dalam hatinya berkobar, dia mengepalkan kedua tangannya menahan marah.
Raina masih terdiam saat tangannya ditarik pergi oleh pria yang tidak dikenal nya ini, pria itu membawanya ke sebuah kamar hotel yang berada di lantai atas acara pesta berlangsung.
Saat Angga membuka pintu kamar dan hendak membawanya masuk ke dalam, Raina pun yang tadinya diam langsung melepaskan tangannya yang masih digenggam.
__ADS_1
"Maaf tuan, tapi maksud anda apa membawa saya masuk ke sebuah kamar hotel?." Tanya Raina dengan menatap tajam seperti menahan marah kepada Angga.
Angga seketika tersadar apa yang ada dipikiran gadis di depannya ini, dia pun tersenyum jahil lalu menjelaskannya.
"Menurut anda nona? Dua orang bersama di dalam sebuah kamar hotel, laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian apa yang terjadi?."
Angga berkata begitu untuk menakutinya, dia inging melihat reaksi dari Raina yang memeluk tubuhnya sendiri, seperti menghalangi agar tubuhnya tidak disentuh olehnya dan bahkan berani memelototinya.
"Saya kira anda adalah pria terhormat, karena telah menolong saya. Tapi ternyata saya sudah berpikiran salah, anda tidak lebih baik dari orang-orang yang sudah berbuat buruk pada saya tadi. Dasar lelaki mesum dan otak dengkul." Teriaknya marah.
Angga hanya bisa terpana, mendengar gadis di depannya ini marah dan bahkan juga memakinya. Ternyata kucing menyedihkan yang tadi dia tolong, bisa berubah menjadi kucing liar yang berteriak penuh dengan kemarahan.
Angga sebenarnya masih ingin menjahilinya, tapi dirinya masih banyak tugas di pesta yang harus dia selesaikan agar acara pesta peresmian perusahaan istri Bos nya itu berjalan lancar sampai selesai. Di awal saja sudah terjadi keributan dan dia tak ingin ada keributan lagi, akhirnya dia tidak bermain-main lagi dan segera berbicara serius.
"Saya membawa kamu kesini tentu saja agar kamu bisa mengganti baju, apakah kamu masih akan menghadiri pesta? Lalu apakah kamu akan melanjutkan dengan pakaian yang sudah kotor seperti ini." Kata Angga akhirnya dengan serius dan menunjuk gaun di tubuhnya.
Angga segera melanjutkan perkataannya. "Saya adalah asisten dari suami wanita yang membuat acara ini, saya juga yang mempersiapkan semua acara ini. Apa kamu pikir, saya akan berbuat macam-macam pada Tamu Bos saya? Nona.....?." Angga menaikkan salah satu alisnya.
"Sekarang, sebaiknya anda segera membersihkan diri anda di dalam dan saya akan mencarikan gaun ganti untuk anda. Atau anda ingin perkataan anda tentang saya tadi yang adalah bukan pria baik, terjadi kepada kita. Bagaimana?." kata Angga lagi dengan nada sedikit menyindir.
Raina yang mendengarnya mengatakan seperti itu, langsung berlari ke dalam bathroom dan menutup pintunya kencang, dia langsung menguncinya dari dalam.
Angga yang melihat kelakuannya hanya tersenyum, sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Dia langsung menelepon anak buahnya dan menyuruh mencari gaun pesta dan alat make up yang diperlukan untuk wanita. Dia juga tidak lupa menyebutkan ukuran gaun tersebut, karena dirinya sudah tahu ukuran baju nya dari data yang diberikan Istri dari Bos nya.
Angga mempunyai datanya dan bahkan mengingat semua data gadis itu, seperti apa pekerjaan gadis itu dan info yang lainnya. Karena istri Bos nya, ingin dirinya benar-benar memperhatikan gadis yang bernama Raina ini.
Setelah Angga menutup teleponnya, dia pun menghela nafas pelan, sepertinya gadis itu sifat aslinya bukanlah orang yang mudah ditindas.
__ADS_1
Sedangkan Raina yang sedang berada di dalam bathroom, sedang memikirkan perkataan pria tadi. Ternyata pria itu adalah asisten dari CEO Antony yang terkenal itu, juga yang bertanggung jawab di acara pesta ini.
"Apa karena dia tidak ingin ada keributan di pesta Bos nya, lalu dia menolongku? Tapi jika hanya itu, kenapa pria itu harus bilang bahwa dirinya adalah kekasihku?." Gumamnya pada dirinya sendiri.
Raina masih berdiam diri di dalam bathroom, dia memakai jubah mandi menunggu pakaian gantinya datang.
Lalu ada yang mengetuk pintu bathroom, dia pun tidak langsung membuka kuncinya.
"Nona keluarlah, pakaian gantinya sudah datang. Setelah berganti pakaian, cepatlah keluar kamar. Aku menunggumu diluar kamar."
Setelahnya Raina mendengar suasana menjadi hening, sepertinya pria tadi sudah keluar dari kamar.
Raina pun membuka pintu bathroom dan kepalanya sedikit keluar untuk mengintip. Dia takut jika saja masih ada pria itu di dalam kamar, lalu setelah terasa aman dia pun keluar dari bathroom.
Raina melihat ada sebuah gaun yang sangat indah di atas ranjang, lalu dia segera memakainya. Dia juga melihat ada alat make up wanita di samping gaun tersebut, akhirnya dirinya tersenyum hangat. Kemudian tak berapa lama, dia pun selesai memakai gaun dan mendadani dirinya lagi.
Dia melihat pantulan dirinya sendiri di cermin dan di sana terlihatlah seorang wanita muda yang terlihat mempesona dengan gaun panjang malam hitam yang bertali silang di belakang. Dia pun memakai sedikit make up agak tebal, karena biasanya dia bermake up tipis.
Ternyata wanita di dalam cermin berbeda dengan gadis yang menyedihkan tadi, ternyata benar pakaian dan make up akan bisa merubah penampilan seseorang. Dia pun tersenyum semakin lebar, karena merasa sangat puas dengan penampilannya.
Setelah dia merasa puas, dia segera membuka pintu kamar. Sejak tadi pria itu mengetuk pintunya agar berdandan dengan cepat, karena acara akan segera dimulai.
Saat pintu kamar hotel terbuka, Angga langsung menatap Raina. Matanya seketika melongo bahkan tak berkedip, dia dibuat terpukau melihat kecantikan dan keanggunan dari wanita di depannya ini.
"Shittt! Kenapa seorang gadis yang tadinya biasa saja, bisa berubah dalam sekejap. Dia menjadi wanita muda yang mempesona, apakah ada sihir di dalam gaun barunya?." Angga berkata tak masuk akal dalam hatinya.
^Bersambung^
Kisah mereka hanya pemanis di akhir cerita Novel ini kok, karena cerita Novel ini sebentar lagi akan selesai.
__ADS_1
Like & Komen, terima kasih 🙏😊