Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.39 999 Tangkai Mawar Merah


__ADS_3

Keesokan paginya Aulia yang sudah berada di depan perusahaan, dia segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Sepanjang jalan pegawai perusahaan yang melihatnya akan menundukkan kepala mereka, menunjukkan rasa hormat mereka kepada atasannya.


Apalagi Aulia adalah atasan yang tidak pernah memperdulikan status mereka, atasannya itu selalu menjadi inspirasi untuk semua orang yang mengenalnya. Aulia di mata mereka adalah sosok wanita yang pekerja keras, mandiri, sukses, lemah lembut dan tentu saja baik hati kepada semua orang.


Aulia selalu memasang senyuman tulus kepada siapapun, bahkan kepada para pekerja di paling bawah sekalipun.


Tapi tidak dengan hari ini, dia masih marah atas kelakuan anaknya, wajah Aulia sungguh tidak enak dilihat oleh semua orang. Dia berwajah seperti Induk hewan yang sudah diambil anaknya, raut wajahnya kecewa dan gelisah.


Semua orang yang melihatnya merasa terkejut dan heran, mereka bertanya-tanya ada apa dengan atasannya itu hari ini?.


Aulia teringat kemarin malam, saat dia datang ke kamar putranya menyuruhnya untuk turun makan malam. Dia membuka pintu kamar anaknya, dia melihat Rio sedang duduk di depan jendela seperti sedang melamun. Dia berjalan menghampirinya, lalu menyuruhnya untuk segera ke ruang makan. Tapi anaknya itu hanya diam tak menjawab, bahkan tidak menghiraukannya.


Dia semakin kesal dan akhirnya dia tidak mau memperdulikan putranya lagi. Dia ingin melihat sampai kapan putranya itu akan bersikap seperti itu, deklarasi perang dimulai.


Aulia yang kini sedang duduk di kursi Wakil Presdir di ruangan kantornya, sedang bergulat dengan dokumen-dokumen perusahaan. Meskipun hati dan pikirannya sedang gelisah, tapi jika dalam hal pekerjaan dia akan selalu bertanggung jawab.

__ADS_1


Setelah jam istirahat siang sekitar jam 13.30, Aulia meminta semua jajaran direksi untuk mengadakan meeting. Dia ingin membahas pencapaian dan pengembangan serta hasil kinerja para karyawan di perusahaannya itu.


Aulia masuk jajaran direksi karena dia mempunyai Saham sekitar 35%, karena itu dia bisa menjadi pemimpin rapat mewakili Pamannya dalam rapat tersebut. Dia sudah berhak membuat semua keputusan atas apapun di perusahaanya.


Meskipun semua orang itu belum tau bahwa dirinya sebenarnya adalah pemilik setengah dari perusahaan itu, tapi mereka sudah melihat hasil kinerja yang luar biasa darinya. Akhirnya mereka semua selalu menghormati dan menerima semua keputusannya, mereka tidak memandang rendah dirinya meskipun dirinya seorang wanita.


Disaat meeting sedang berlangsung, terdengar suara riuh karyawan dari arah luar ruangan meeting. Mereka terdengar begitu heboh, sehingga menganggu berjalannya pertemuan tersebut. Akhirnya karena mereka tidak bisa fokus, Aulia pun segara menyelesaikan dan langsung membubarkan pertemuan tersebut.


Saat semua orang membuka pintu dan berjalan keluar dari ruangan meeting, mereka semua seketika terkejut. Di depan ruangan kantor Wakil Presdir mereka, yang letaknya tidak jauh dari ruangan meeting. Terdapat banyak tangkai mawar merah yang dihias dengan begitu indah, juga ada sebuah kartu ucapan dengan ukuran yang sangat besar sehingga mereka yang melihatnya bisa membacanya.


'999 tangkai mawar ini melambangkan perasaanku padamu saat ini, semua Mawar ini melambangkan cintaku hingga akhir hayat dan untukmu selamanya'.


To : Aulia Tersayang.


From : Pria yang selalu mencintaimu ❤️.

__ADS_1


Tertulis ucapan dengan tanda hati itu di kartunya, semua orang yang melihat dan membacanya merasa ini menakjubkan. Ternyata atasan mereka yang selama ini selalu menolak dengan dingin pria-pria yang mendekatinya, mereka tidak menyangka ternyata selama ini Wakil Presdirnya itu sudah mempunyai seorang kekasih.


Aulia yang melihat itu semua, apalagi dirinya sekarang menjadi pusat perhatian semua orang, hanya bisa menahan malu dengan wajahnya yang merona merah. Dia tidak tahu Pria idiot mana yang sudah berbuat seperti ini padanya, pasti para bawahannya mengira dia sudah mempunyai seorang kekasih.


Dia pun segera bertanya pada sekretarisnya siapa yang sudah mengirimnya, sekretarisnya itu menjawab bahwa bunga itu dikirim melalui kurir. Saat mendengarnya dia pun menggertakan giginya kesal, dia pun menyuruh sekretarisnya itu untuk membuang bunga tersebut, terserah kemana asalkan dia tidak melihatnya lagi.


Semua bawahannya pun merasa heran dengan respons dari Atasannya itu, atasan mereka malah kesal bukannya merasa senang.


Aulia berjalan dengan cepat kembali ke dalam ruangannya, dengan pikirannya yang campur aduk.


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku saat ini? Kenapa aku merasakan keanehan sejak kemarin? Ah! Entahlah........" Pertanyaan di pikirannya itu membuat dia frustasi, karena bagaimanapun dia berpikir, dia tetap tidak bisa menemukan jawaban apapun.


^Bersambung^


Like, Komen, Rate 5 dan Vote seikhlasnya 🤭.

__ADS_1


Terimakasih 🙏😍.


__ADS_2