
Keesokan paginya, Tony pergi berangkat ke Perusahaanya. Sebelum itu dia pergi dulu ke rumah tempat istri dan putranya berada.
Sedangkan Aulia masih belum bisa bekerja, karena Perusahaan barunya belum 100% selesai. Perusahaannya masih merekrut para karyawan dan juga hal lainnya.
Saat Tony masuk ke dalam rumah, dia melihat istri dan putranya sedang sarapan. Semua pelayan di rumah ini bisa dipercaya, karena Angga dan dirinya sendiri yang memilih dan merekrut mereka.
"Daddy......kamu sudah datang, sini sarapan bersama." Sapa putranya itu.
"Pagi kedua kesayanganku, tidur kalian nyenyak?." Sapanya juga, sambil mengecup dahi istri dan putranya bergiliran.
"Of course Dad, sangaaaaat nyenyak." Rio berkata dengan senangnya.
Rencananya putranya akan segera sekolah, saat masih di Amerika mereka sudah mencari sekolah swasta yang terbaik untuk anaknya. Hari ini, Aulia akan mengajak putranya itu untuk melihat-lihat bagaimana sekolahnya.
"Baiklah, jagoanku. Tapi daddy sudah sarapan di rumah besar tadi. Daddy datang kesini dulu, karena merindukan kalian berdua, sekarang daddy harus ke segera pergi ke perusahaan. Daddy juga sudah tenang melihat kalian baik-baik saja."
"Ok dad, Rio juga sebentar lagi akan pergi dengan mommy melihat sekolahnya."
"Ok boy, jangan nakal. Jangan menyusahkan mommy-mu, jadilah jagoan pengganti daddy menjaga mommy saat daddy tak bersama kalian. Ok."
__ADS_1
"Siap capt....." Sebelah tangannya menghormat.
Tony hanya tertawa melihat kelakuan putranya.
"Baiklah, aku pergi dulu. Sayang...jaga diri baik-baik." Ucapnya pada istrinya.
"Yups, bye sayang." Balas Aulia sambil mengecup tangan suaminya.
Tony pun segera pergi dari sana, tak berapa lama sampailah dia di Perusahaannya. Dia memperhatikan perusahaannya yang sudah lumayan lama dia tinggalkan, semuanya masih tetap sama.
Disaat dia masuk ke ruangan kantornya, suudah banyak dokumen-dokumen menumpuk yang harus dia periksa yang ditaruh oleh Angga. Angga sudah tahu kepulangannya, karena dia sendiri yang mengurus semua persiapan kepulangannya dari Amerika.
Hari ini dia mempunyai jadwal bertemu dengan 2 klien penting, salah satunya dia sedang mengurus kerja sama dengan CEO Andy Pranaya dari perusahaan Pranaya Grup. Ketika ayahnya masih hidup dulu, Pranaya Grup adalah saingan bisnis ayahnya. Tapi semenjak dirinya mengambil alih Perusahaan, dia belum pernah bertemu sekalipun dengan pihak dari mereka.
Mereka berdua sudah berjanji bertemu di Restoran barat, di ruangan VVIP. Saat Tony sudah datang, dia dipersilahkan oleh pelayan dan diberitahu nomer ruangannya.
Setelah menemukan ruangannya, Tony segera melangkahkan kakinya masuk ke dalamnya. Saat masuk seketika pandangan matanya melihat seorang Pria muda, yang umurnya mungkin berbeda satu tahun dengannya. Pria muda itu juga sedang menatapnya dengan pandangan yang tak bisa diartikan, tapi itu hanya sekilas terlihat olehnya.
Tony segera bersalaman dan sedikit berbasa-basi. Andy berbicara padanya kalau dia sekolah diluar negeri dan baru kembali ke Indonesia baru-baru ini. Andy juga mempunyai perusahaan di luar negeri, sedangkan di Indonesia hanyalah cabang perusahaannya saja.
__ADS_1
Mereka langsung berbicara kepada intinya, membahas tentang kontrak kerjasama yang akan mereka lakukan. Setelah saling menyetujui isi dari kontrak, mereka berdua setuju akan bertemu kembali nanti untuk membahasnaya lagi.
Kemudian Tony pamit pergi, karena dia masih ada satu pertemuan lagi.
Setelah Tony pergi, Andy segera mengambil ponselnya. Dia berbicara pada orang di seberang telepon sana dengan suaranya yang dingin.
"Ikuti dia, cari tau keberadaan istri dan anaknya. Jangan sampai lolos lagi, mengerti!." Perintahnya pada seseorang di telepon.
Andy memutuskan panggilannya, dia lalu tersenyum dingin. Matanya menyipit dan tangannya mengepal hingga buku jari-jarinya memutih.
Tony yang tidak berpikir banyak pada pria yang dia temui tadi, sekarang sudah selesai menemui klien satunya lagi. Dia pergi sendiri menemui klien-klien ini, karena Angga sudah dia tugaskan untuk menyelesaikan persiapan Perusahaan istrinya yang belum selesai. Dia ingin secepatnya selesai, dia juga tidak bisa mempercayakan tugas ini kepada siapapun kecuali Angga.
Sekarang kemanapun juga dirinya pergi selalu membawa pengawal, tapi mereka mengikutinya tanpa mencolok. Mereka adalah pengawal yang sudah terlatih, karena mereka adalah veteran mantan pasukan khusus yang sudah pensiun. Tapi meskipun mereka sudah pensiun, kekuatan dan keahlian mereka tidak perlu diragukan lagi.
Jadi ketika Tony ada yang mengikuti, mereka tentu saja mengetahuinya. Tapi mereka tidak bisa langsung bertindak, karena perintah dari atasannya. Tony pernah berbicara pada mereka jika ada hal yang mencurigakan, mereka jangan gegabah dan jangan dulu bertindak, mereka masih harus memancing orang yang berada dibalik layar.
^Bersambung^
Jangan lupa......
__ADS_1
Like, Komen, Rate 5 dan fav 🤭
TERIMAKASIH 🙏