
Tony langsung membawa Lia ke apartemen barunya, semua keperluannya sudah lengkap tersedia. Apartemen dengan satu kamar, satu ruang tamu dan dapur. Terbilang cukup mewah meskipun hanya ada satu kamar dan satu bathroom.
Aulia yang melihat isi di dalam apartemen itu sampai melongo saking mewahnya, dia begitu gembira dan langsung berkeliling apartemen tersebut.
Sedangkan Tony meskipun tubuhnya ada disini, tapi pikiran dan hatinya tak tenang memikirkan Ara di rumah, hatinya merasa gelisah seakan ada sesuatu yang akan terjadi.
"Kak, makasih. Aku suka apartemennya." celetuk Aulia. "Apa kakak akan tinggal disini bersamaku?." tanyanya.
"Tidak, kakak tinggal bersama nenek dan mama di rumah. Tapi kamu tenang saja, aku akan menyisihkan waktu menengok mu di sini. Dan ini kartu kredit, jika kamu ingin berbelanja." Ucap Tony sambil menyodorkan kartu itu padanya.
"Gak mau, Lia cuma mau kakak nemenin aku disini. Aku gak butuh apa-apa, aku cuma butuh kakak." Rengeknya pada Tony.
"Lia, dengar. Aku gak bisa, aku masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Sekarang sudah malam, aku harus segera pulang ke rumah, takut nenek dan mama khawatir." jawabnya.
"Lalu kenapa kakak gak ajak aku tinggal di rumah kakak saja, bersama nenek dan tante?." tanya nya sambil berwajah sedih.
__ADS_1
"Maaf, tapi nanti pasti aku akan pertemukan kamu sama mama dan nenek. Tapi bukan sekarang, aku janji. Jadi, kamu harus nurut sama aku." Tony akhirnya berjanji.
"Baiklah, karena kakak sudah janji aku percaya. Aku akan jadi wanita penurut, Lia kan calon istri kak Tony." ucapnya sambil tersenyum malu-malu.
Tony hanya terdiam, dia bingung bagaimana menjawabnya, karena yang dia lakukan saat ini hanyalah bertanggung jawab padanya sebagai keluarga.
Sebelum Tony pergi dari apartemen itu, sekali lagi dia memberi perintah pada Angga. Dia meminta Angga mencari pembantu untuk ditempatkan di apartemen Lia. Agar ada orang yang membersihkan dan juga menjaganya, karena Tony khawatir dengan kesehatannya.
Tony segera pamit pada Lia untuk pergi, tapi Lia memaksa mengantarkannya ke pelataran parkir. Mereka berdua pun berjalan bersama ke parkiran. Lia menggandeng lengan Tony mesra.
Tony sebenarnya tidak suka, tapi dia juga tidak bisa menolak karena takut Lia tersinggung, tanpa dia sadari ada yang sedang memotret kedekatan mereka berdua.
Tony pun telah sampai di rumah, dia disambut istrinya di depan pintu. Terbesit rasa bersalah di hatinya kepada istrinya itu, dia merasa sudah melakukan kesalahan besar dan juga merasa ketakutan akan kehilangan istrinya.
Ara yang melihat suaminya turun dari mobil langsung menghampirinya dan memeluknya lalu mencium pipinya.
__ADS_1
Tony pun tersenyum meskipun ada perasaan gugup, tapi dia tidak ingin memperlihatkannya. Dia masih seperti biasa, tersenyum dan balas memeluk dan mencium bibir istrinya.
"Sayang, kenapa badanmu ada bau parfum wanita?." tanya Ara sambil mengendus tubuh suaminya.
Tony pun terkejut, hatinya semakin gelisah.
"Tadi ada pertemuan dengan klien. Kita habis minum-minum sedikit, asisten klien-ku duduknya dekat denganku. Dia seorang wanita, mungkin saat kami duduk berdekatan, parfum nya nempel pada pakaianku." Tony menjelaskan dengan lancar kebohongan itu dari mulutnya, meskipun hatinya merasa cemas.
"Oh....gitu. Ya udah ayo masuk, kita makan malam dulu. Aku tadi udah masak makanan kesukaan kamu, aku sengaja nungguin kamu. Tumben banget kamu hari ini pulang telat." Ara hanya berkata biasa saja tanpa ada maksud apapun.
Tony yang mendengar pertanyaan istrinya pun, menjelaskan bahwa pertemuan dengan klien barunya ini berlangsung sangat lama. Tony akhirnya harus berbohong lagi, karena takut istrinya mencurigai sesuatu.
Ara yang mendengar penjelasan suaminya tak mencurigai apapun, karena dia sudah mempercayai suaminya dengan segenap hatinya.
Mereka berdua pun segera melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam rumah, dengan Ara yang menggandeng lengan suaminya manja.
__ADS_1
^Bersambung^
Jangan lupa Like & komennya ya....