
Seminggu pun berlalu dan semua seperti biasanya. Tony pergi bekerja dan Ara yang di rumah sudah mulai merasa bosan lagi. Dia pun akhirnya menghubungi Tia untuk bertemu di sebuah Restoran saat jam makan siang, Tia pun menyetujuinya.
Saat Ara dan Tia sampai di Restoran tersebut, mereka segera masuk dan memesan meja untuk mereka berdua di dekat jendela. Meskipun di Restoran itu disediakan ruang makan pribadi, tapi mereka terbiasa makan diluar.
Mereka segera memesan makanan favorit mereka, makanan yang semua rasanya pedas. Sambil menunggu pesanan datang, mereka mengobrol semua yang terjadi pada mereka sehari-hari.
Tia yang merasa ingin buang air kecil, seger berdiri dari duduknya dan berjalan pergi ke toilet. Setelah selesai dia membersihkan tangan di wastafel dan keluar dari toilet wanita.
Tapi saat dia berjalan untuk kembali ke mejanya, dia melihat punggung seorang Pria yang keluar dari toilet pria. Dia merasa itu adalah CEO-nya alias suami dari sahabatnya. Dia merasa ragu tapi memberanikan diri membuntutinya dan sampailah dia di ruangan makan privat.
Tia melihat suami dari sahabatnya itu, membuka pintu ruangan privat tersebut. Sekilas dia melihat seorang wanita muda dan sangat cantik di dalam ruangan privat itu, bahkan wanita itu tersenyum lembut pada CEO-nya. Dia juga terkejut, CEO yang terkenal dingin kepada orang lain itu, malah balas tersenyum pada wanita itu.
Tia menutup mulutnya dengan sebelah tangan, dia bergegas berjalan kembali ke mejanya. Disaat dia sudah duduk, dia malah melamun karena memikirkan kejadian tadi.
"Woi, Lo kenapa?." tanya Ara bingung melihat tingkah sahabatnya.
"Gak...itu...a....anu...." Tia bingung harus mengatakan yang sebenarnya atau membohongi sahabatnya ini.
__ADS_1
"Ish! Lo kenapa sih? Gak biasanya kayak gini, apaan ngomong gagap sama gue." Akhirnya Ara menatapnya tajam karena mencurigai sesuatu.
"Tapi kalau gue ngomong jujur, Lo janji jangan marah dulu, mungkin saja itu cuma prasangka gue." Jawab Tia ragu, balas menatap Ara.
"Apaan sih Lo....iya iya, gue janji. Jadi ayo cepetan ngomong!." Balas Ara tak sabar.
"Gue lihat suami Lo alias CEO gue, lagi sama wanita muda di ruangan privat. Mereka bahkan saling tersenyum seperti sepasang kekasih." lirih Tia pelan karena takut terdengar orang lain.
"Apa!." Teriak Ara kaget dan tak percaya.
Ara pun menutup mulutnya, lalu bertanya lagi padanya sebenarnya apa yang sudah Tia lihat. Lalu Tia pun menceritakan semuanya.
"Ga mungkin Tia, suami gue tuh yang terbaik di dunia. Gak mungkinlah, dia cari wanita lain di belakang gue." Ara berkata dengan penuh keyakinan.
"Iya sih...gue juga percaya. Tapi apa yang gue lihat dengan kedua mata gue sendiri, gak mungkin salah." Tambahnya lagi.
"Mungkin itu rekan kerjasamanya dan suami gue harus tersenyum sopan padanya." Kata Ara lagi tetap dengan keyakinannya.
__ADS_1
"Mungkin juga sih, ya udah Lo mau nyamperin dia gak?." Tanyanya pada Ara.
"Gak usah deh, nanti kalau beneran itu rekan bisnisnya. Eh, gue malah ganggu dia. Gue percaya 💯 persen ko sama suami gue." Ara berkata lagi.
"Ya udah, sekarang kita mulai makan. Gue harus segera pergi, nanti waktu istirahat gue keburu abis " Timpal Tia.
Mereka berdua pun secepatnya makan, kemudian mereka pergi dari sana, Ara tidak mempunyai keinginan untuk menemui suaminya lebih dulu.
Sedangkan Tony yang sedang makan bersama Lia di dalam ruangan privat itu bersikap biasa saja, tanpa mengetahui bahwa istrinya baru saja berada di Restoran yang sama dengannya.
^Bersambung^
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like & Komen...
Terima kasih ❤️
__ADS_1