Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.52 Memasak Yang Gagal Total.


__ADS_3

Aulia dan suaminya akhirnya berbaikan, keesokan paginya dia bangun terlebih dahulu, setelah mandi dan berpakaian sebelum keluar kamar dia membangunkan suaminya.


"Sayang....sudah pagi, kamu akan telat datang ke perusahaan. Kamu juga jangan lupa, semalam kamu sudah berjanji akan melakukan permintaanku. Sekarang aku ingin kamu melakukannya. Come on, wake up." Bisiknya di telinga suaminya.


Tony sebenarnya sudah terbangun saat istrinya sedang berpakaian, dia sengaja berpura-pura tidur agar bisa mengintip istrinya memakai pakaiannya satu persatu. Dia bisa merasakan kepuasan tersendiri, saat melihatnya.


Istrinya adalah tipe wanita yang pemalu, jika dilihat secara langsung. Jadi saat istrinya menghampirinya di ranjang, lalu berbisik di telinganya. Dia sudah mendengar semuanya, tapi masih ingin melanjutkan sandiwaranya.


Aulia juga sebenarnya sudah tahu, kalau suaminya sudah bangun dari saat dia sedang berpakaian. Tapi untuk membantu sandiwara suaminya, dia pun akhirnya ikut bersandiwara juga. Tapi saat dirinya berbisik di telinga suaminya, tapi suaminya itu malah melanjutkan sandiwaranya, akhirnya dia mempunyai sebuah ide.


"Sayang, kalau kamu tidak bangun juga, nanti malam kamu gak bakal kebagian jatah. Tapi jika kamu bangun, aku akan memberikanmu hadiah." Ucapnya menggoda dan mengancam suaminya itu.


Kedua mata Tony seketika terbuka lebar, dia langsung terduduk bangun. Dia mengedipkan kedua matanya seperti seorang anak kecil, yang akan diambil permen favoritnya.


Aulia yang melihatnya tak kuat menahan tawanya, dia benar-benar sudah menemukan titik kelemahan suaminya yaitu takut tak diberi jatah.


"Hmm, jadi sudah selesai pura-puranya. Kenapa gak dilanjutin lagi?." Aulia tersenyum mengejek.

__ADS_1


Tony yang mendengarnya merasa malu, ternyata Istrinya tahu kalau dia sedang berpura-pura. Dia langsung memeluk tubuh istrinya dan memberikan Morning Kiss.


"Pagi sayang. Iya aku nyerah dan kamu yang menang. Baiklah apa hadiahnya? Berikan sekarang juga." Manjanya pada istrinya itu.


"Kamu punya malu tidak? Janji kamu saja belum kamu tepati, sudah minta hadiah."


"Oke Boss, aku sekarang akan menepatinya." Katanya akhirnya menyerah dan langsung turun dari ranjang, lalu berjalan masuk ke dalam bathroom.


Setelah suaminya pergi mandi, Aulia segera menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Dia menyiapkan pakaian kasual, karena sepertinya suaminya itu akan telat pergi bekerja.


Tak berapa lama Tony menyusul dan langsung masuk ke dapur.


Sedangkan para pelayan hanya saling melirik tanpa mengatakan apapun, karena setahu mereka majikannya itu tidak bisa memasak sama sekali.


Rio yang baru masuk ke ruang makan, langsung duduk dan menunggu sarapannya. Tapi karena tak kunjung ada pelayan yang memberinya sarapan, Rio pun menjadi penasaran dan memanggil salah satu pelayan.


"Mbak, kenapa belum ada sarapan? Setengah jam lagi aku harus berangkat ke sekolah." Tanyanya heran.

__ADS_1


"Itu...anu tuan muda. Tuan besar yang hari ini menyiapkan sarapan, sekarang dia sedang ada di dapur bersama nyonya." Jawab pembantunya.


"What?! Daddy memasak. Oh, no!." Ucap Rio pasrah, karena semua orang juga tahu jika ayahnya itu payah dalam hal memasak.


Rio yang sudah penasaran pun berjalan ke arah dapur. Dan benar saja dugaannya, kini dapur terlihat seperti kapal pecah yang sudah terkena hantaman badai.


Sepertinya hari ini tidak ada sarapan. Pikir Rio pasrah.


Tony akhirnya melihat ke arah putranya, putranya itu mengacungkan jari jempolnya ke bawah. Dia merasa sangat malu karena sudah gagal, padahal dia ingin membanggakan hasil memasaknya. Tapi apalah daya, memang dapur adalah area tempur yang tidak bisa dia kuasai.


Akhirnya Aulia lah yang membuat sarapannya, itu pun dengan tergesa-gesa karena putranya akan segera berangkat ke sekolah. Dia selalu membiasakan putranya untuk tidak telat makan dan membiasakannya sarapan pagi.


Mereka bertiga pun akhirnya sarapan dan berangkat bersama. Aulia yang pergi mengantar putranya ke sekolah dan Tony yang pergi ke perusahaan setelah berganti pakaiannya.


Mereka pergi dengan mobil masing-masing, dengan dikawal beberapa pengawal. Tony langsung memberikan Kode pada pengawal-pengawal bayangannya, supaya lebih menjaga ekstra ketat Istri dan anaknya. Karena hari ini dia akan melakukan sesuatu yang sedikit berbahaya.


^Bersambung^

__ADS_1


__ADS_2