Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.48 Umpan Sudah Dilempar.


__ADS_3

Setelah bekerja Tony tidak bisa pulang ke rumah tempat istri dan putranya tinggal, karena pengawal bayangannya bilang bahwa hari ini ada mobil yang terus mengikutinya. Karena harus waspada akhirnya dia hanya menelepon istrinya, dan mengabarkan tidak bisa pulang ke rumah baru mereka.


Setelah sampai ke Rumah besar, Tony langsung masuk ke dalam kamarnya. Tapi dia terkejut, saat melihat wanita palsu itu sedang menunggu di kamarnya. Wanita palsu itu memakai gaun tidur yang sangat transparan, bukannya bergairah tapi dirinya malah merasa ingin muntah.


Saat Aulia palsu melihatnya sudah pulang dan sudah berada di kamar, dia pun berjalan perlahan mendekatinya dengan gaya seksinya. Dia menggoda dengan menonjolkan bagian atas tubuhnya yang berukuran cukup besar dan bagian bawah tentu saja lebih dari apa yang seharusnya dilihat.


Tony hanya bisa menahan nafasnya ketika menghirup bau parfumnya, bau nya sangat keras dan menyengat hidungnya, itu sangat tidak enak untuk dihirup. Berbeda dengan istrinya, istrinya tidak suka wangi parfum yang keras. Istrinya lebih suka wangi yang ringan, bahkan istrinya jarang memakai parfum. Yang tercium dari badan istrinya, hanyalah bau wangi vanilla khas tubuhnya.


Wanita palsu itu berjalan semakin dekat dan langsung menempelkan tubuhnya padanya, seperti ingin masuk kedalam pelukannya. Aulia palsu bersikap manja dan mulai merayunya untuk memprovokasinya dengan menggesekkan tubuhnya padanya.


Tony mengepalkan kedua tangannya, lalu dia menjauhkan tubuh wanita palsu itu dari tubuhnya.

__ADS_1


"Lia, sedang apa kamu?." Tony menahan amarahnya.


"Kak Tony, aku menginginkanmu. Apakah tidak boleh? Aku sudah menunggu kamu selama empat tahun ini, tapi kamu begitu dingin padaku. Aku ini adalah tunangan mu....jadi kita bisa...." Ucap wanita palsu itu masih dengan gaya menggoda dan merajuknya.


"Lia, dengarkan aku. Aku masih berstatus suami orang, kami belum bercerai. Aku tidak bisa bercerai dengannya, karena aku belum bisa menemukan keberadaannya. Kamu harus sabar, setelah aku menemukannya, aku akan langsung menceraikannya. Jadi, tunggulah sampai saat itu tiba." Akhirnya Tony harus berbohong dengan berkata seperti itu, untuk meyakinkan wanita palsu ini agar dia tidak curiga.


"Benarkah? Kak Tony tidak bohong kan, baiklah kali ini Lia akan percaya. Kalau begitu turuti permintaan Lia, mau kan kak?." Wanita palsu itu menatapnya dengan matanya yang berbinar.


"Baiklah, katakan saja. Permintaan apa? Apapun permintaan kamu, aku pasti akan mengabulkannya." Jawab Tony sambil mengangguk.


"Baiklah, hanya itu saja. Tentu saja aku akan menemanimu, aku akan membuat semua orang menutup mulut mereka karena malu sudah meledekmu." Tony tersenyum lembut.

__ADS_1


Tony melanjutkan perkataannya. "Sekarang, pergilah tidur. Aku capek ingin istirahat." Usirnya secara halus.


"Baiklah, karena kita sudah sepakat, aku akan keluar sekarang. Selamat malam kak Tony sayang......" Kata wanita palsu itu, sambil ingin mengecup bibir Tony.


Tapi gerakan Tony lebih cepat darinya, dia memalingkan wajahnya dan berbicara untuk mengalihkan perhatiannya.


"Ah, ternyata kamu sudah membawakan aku makan malam, kalau begitu aku akan memakannya. Sebelum makan, aku harus mandi dulu. Jadi kamu pergilah sekarang, aku harus mandi." Ucap Tony sambil pura-pura melihat ke arah meja sofa yang berjajar makanan.


"Baiklah, dah kakak." kata wanita palsu itu sambil berjalan pergi keluar kamar.


Tony pun akhirnya bisa menghirup udara dengan lega, lalu menghembuskan nafasnya kasar. Dia benar-benar sudah muak dengan sandiwara wanita palsu itu, ingin rasanya barusan dia membuka topengnya.

__ADS_1


Tapi sayang info yang dia dapat tentang wanita palsu itu masih belum lengkap dan masih dalam tahap penyelidikan untuk ke tahap selanjutnya. Dan itu tidak akan lama lagi, tinggal menghitung hari dengan menghitung semua jari tangan. Dirinya akan segera mendapatkan orang yang berada di balik layar, dia sudah melempar umpannya, tinggal mendapatkan ikan besarnya.


^Bersambung^


__ADS_2