Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.40 Batas Kesabaran


__ADS_3

Tony yang sedang menerima laporan dari mata-matanya di perusahaan istrinya itu, hanya tersenyum saat mendengar istrinya itu membuang semua bunga yang dia kirimkan. Dia tersenyum senang karena ternyata istrinya menolak bunga dari pria yang tidak dikenalnya, itu menandakan istrinya tidak tertarik pada pria manapun.


Apalagi saat dirinya mendengar bahwa istrinya itu sudah sering membuat para pria pengagumnya itu patah hati, karena Aulia menolak mereka semua, senyumannya semakin lebar.


Tapi senyumannya seketika hilang dan wajahnya berubah menjadi dingin, saat dirinya mendengar kalau istrinya saat ini sedang bertemu dengan seorang pria, yang dekat dengan istrinya itu setahun belakangan ini. Pria yang bernama Austin Louis.


Tony mengorek info tentang istrinya itu dari Paman dan juga Putranya, dia mendapatkan info yang membuat darahnya mendidih dan ingin membunuhnya langsung. Dia mendengar cerita dari putranya, bahwa istrinya itu pernah akan dinodai oleh pria yang sudah Aulia anggap teman itu. Pria brengsek itu berani memperlakukan istrinya seperti itu, hanya karena ditolak cintanya.


Dan sekarang dia mendapatkan informasi, bahwa istrinya sedang makan bersama pria itu di sebuah Restoran barat. Dia pun tidak ingin membuang waktu lagi dan segera pergi ke sana.


Saat dirinya sudah sampai, dia segera masuk dan memesan tempat yang berada tidak jauh dari meja istrinya itu. Sehingga dia masih bisa menguping pembicaraan mereka, tapi juga istrinya itu tidak akan bisa melihatnya.


Aulia yang sedang menikmati makanannya, merasa ada seseorang yang sedang mengawasinya. Tapi saat dia mengedarkan pandangannya, dia tidak melihat seseorang yang dia kenal.


Sedangkan Austin yang melihat Aulia seperti itu, segera bertanya. "Aulia, ada apa? Kamu mencari seseorang?." Tanyanya.


"Tidak." Jawabnya singkat dan terdengar dingin.


Flashback 1 Jam Yang Lalu.


Aulia masih sedang pusing memikirkan semua yang sedang terjadi padanya, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia pun melihat ke layar ponselnya, ternyata Austin yang meneleponnya. Ini adalah pertama kalinya, lelaki itu menghubunginya setelah kejadian hari itu.


Aulia ingin menolak telepon itu, karena dia masih mengingat kejadian di pesta waktu itu dan juga mendengar cerita dari pamannya. Dia masih belum bisa memaafkan perbuatan Austin, yang tidak pernah dia duga akan melakukan perbuatan hina padanya, padahal dirinya sudah mempercayainya dengan sepenuh hati.


Tapi saat tangannya hendak menekan tombol menolak, Aulia teringat perkataan Pamannya. Pamannya berkata padanya, jika Austin menghubunginya dan meminta maaf. dirinya harus memaafkannya. Pamannya itu bilang agar dirinya memberi kesempatan, karena sebenarnya Austin adalah pria baik. Mungkin yang terjadi saat itu, karena Austin sudah tidak bisa mengontrol perasaannya dan terobsesi padanya.

__ADS_1


Aulia pun akhirnya menerima panggilan tersebut dan Austin meminta bertemu dengannya. Aulia pun menyetujuinya dan mereka berdua berjanji bertemu di Restoran yang sudah mereka sepakati.


Flashback Off.


Disinilah Aulia sekarang, meskipun dia enggan bertemu dengan Austin. Dia masih duduk dengan tenang karena semua hal memang harus ada kejelasan, begitu juga dengan hubungan mereka. Aulia merasa sudah saatnya memutuskan hubungan pertemanan, yang menurutnya sudah tidak sehat ini.


Setelah mereka menyelesaikan makanannya, mereka terdiam. Mereka seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi malah terasa kecanggungan diantara mereka. Aulia pun akhirnya memulai pembicaraannya lebih dulu.


"Apa yang ingin kamu bicarakan? Jika itu masalah di pesta waktu itu, kamu tidak usah khawatir. Aku sudah memaafkan mu, itu karena permintaan dari paman. Paman memintaku untuk memaafkan kesalahanmu, karena paman masih menghargai orang tuamu. Jadi aku akan memaafkan mu, karena aku menghargai Pamanku." Katanya tanpa bertele-tele.


"Tapi, jika kamu meminta kita bertemu hanya untuk memintaku untuk tidak menjauhi mu dan terus dekat denganmu. Maka maaf, aku tak bisa melakukannya lagi." Lanjutnya.


"Aku rasa, aku sudah cukup memberikan kesempatan dan kepercayaan padamu selama ini Austin. Tapi kamu lah yang sudah merusak semuanya, jadi sebaiknya kita akhiri hubungan pertemanan kita, yang kini sudah tak sehat lagi." Aulia berkata dengan tegas tanpa ingin di debat.


Austin yang masih terdiam dan belum mengatakan sesuatu itu pun seketika marah, saat mendengar Aulia berkata seperti itu kepadanya. Dia meminta bertemu Aulia memang benar karena ingin meminta maaf, karena dia merasa sudah bertindak kelewatan padanya.


Tapi saat dirinya mendengar perkataan Aulia padanya barusan, bahkan dirinya belum menjelaskan maksudnya meminta bertemu. Dia malah sudah ditolak dan bahkan tidak diberi kesempatan untuk mendebatnya. Austin kini sudah tidak bisa menahan amarahnya, dia langsung menarik kasar tangan Aulia.


"Kamu benar-benar membuatku marah Aulia! Aku bahkan belum mengatakan apapun, tapi kamu dengan beraninya sudah mempermalukan ku." Marahnya, sehingga pengunjung restoran yang sedang makan di sana menengok ke arah mereka dengan pandangan bertanya.


"Lepaskan! Austin! Aku bilang lepaskan tanganku, atau aku akan berteriak." Acam Aulia.


"Teriak saja! Kita lihat siapa yang berani melawanku!." Umpat Austin dengan suara kencang, tentu saja pengunjung di sana hanya diam melihat mereka. Mereka mengenal Austin, dan tidak berani melawan seorang penerus dari perusahaan terkenal dan terkuat Jewelry Company.


Saat Aulia dengan sekuat tenaga melawan Austin, dengan menarik tangannya agar terlepas dari cengkramannya tanpa ada hasil. Tiba-tiba suara seorang pria yang sangat familiar di telinganya terdengar.

__ADS_1


"Tuan, tolong lepaskan wanita ini. Apakah kamu merasa bangga menyakiti seorang wanita? Heh!." Gertak seorang pria yang tak lain adalah Tony.


"Apa urusanmu? Pergi! Jika kamu tidak ingin berakhir menyedihkan!." Bentak Austin pada Tony.


Tony yang mendengar ancaman itu hanya tersenyum tipis, dia lalu memandang ke arah istrinya dengan tatapannya yang penuh cinta, Aulia juga sedang menatapnya dengan matanya yang dipenuhi banyak emosi.


"Kamu bertanya siapa aku? Kamu juga berkata apa urusanku, coba kamu tanyakan pada wanita yang sedang kamu sakiti ini, siapa aku?." Kata Tony sinis kepada Austin.


Austin yang mendengar pria itu berbicara langsung menatap ke arah Aulia, dia bertanya lewat pandangan matanya.


Aulia hanya terdiam, karena meskipun dia berterima kasih karena suaminya itu datang di waktu yang tepat untuk menolongnya, tetap saja dia belum bisa memaafkan suaminya itu.


"Ayolah sayang, katakan siapa aku." Kata Tony manja sambil merangkul pundaknya, lalu menarik Aulia ke dalam pelukannya.


Aulia dan Austin langsung terkejut, dengan panggilan sayang dan juga perlakuan mesra Tony tersebut. Aulia melebarkan kedua matanya tak percaya, dia tidak menyangka suaminya ini akan sebegitunya tidak tahu malu.


Sedangkan Austin wajahnya sudah memerah semakin marah, karena melihat ada yang berani merangkul wanita yang dicintainya itu bahkan di depan matanya sendiri.


Aulia yang sudah merasakan suatu masalah akan terjadi jika dia tidak segera menjelaskan semuanya, dia pun akhirnya membuka suaranya dengan terpaksa.


"Austin kenalkan, dia adalah suamiku. Dia adalah CEO Antony Wijaya." Kata Aulia akhirnya.


"Halo, saya adalah Presdir dari Diamond Stone Company. Saya adalah suami dari Aulia, senang berkenalan dengan anda tuan Austin Louis. Saya juga sudah banyak mendengar tentang anda dari ayah anda." Tony bersikap seolah menghormatinya, tapi dia tersenyum sinis dan tentu saja terlihat oleh Austin.


Austin yang tidak bisa menerima dan tidak bisa mempercayai semua yang dia dengar sekarang, dirinya sudah tidak tahan lagi. Dia segera melepaskan cengkramannya pada tangan Aulia, dia langsung membalikkan badannya dan pergi dari sana dengan amarahnya, tanpa ada niat berkenalan dengan Tony.

__ADS_1


^Bersambung^


__ADS_2