Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab. 63 Akhir ( TAMAT )


__ADS_3

Flashback ON 5 Tahun Kemudian.


Setelah Acara Pesta usai, semua para tamu akhirnya pulang dan juga ada tamu yang menginap di kamar Suite hotel yang sudah di sediakan oleh Tony dan Aulia, karena para tamu sudah kelelahan dan tak ingin pulang.


Sedangkan Tony dan Aulia meskipun mereka juga sangat kelelahan, tapi ada satu urusan penting yang harus segera mereka selesaikan. Mereka pun menyuruh pengawal yang sedang berjaga diluar segera membuka pintu dan mereka melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


Ketika mereka sudah masuk terlihat wajah dan penampilan Tasya dan Ibunya sudah sangat berantakan, karena mereka menangis dan riasan mereka sudah menjadi luntur. Disaat Tony dan Aulia masuk mereka berdua langsung berdiri dan menghampiri Aulia, lalu bersujud di kedua kaki Aulia meminta ampun sambil berurai air mata.


Entah itu air mata asli atau entah air mata buaya, tapi itu tak membuat hati Aulia luluh melihatnya. Di dalam hatinya mungkin kebencian itu sudah lama hilang, karena menurutnya sudah tak ada gunanya. Tapi dia merasa setiap perbuatan baik atau buruk selalu akan mendapatkan balasannya, sekarang mungkin adalah giliran mereka berdua.


"Ara, maksud ibu Aulia. Tolong maafkan ibu mu ini nak, bagaimanapun aku yang sudah mengurus mu dan memberikan mu makanan dan pakaian. Aku juga yang merawat Ayah mu, jadi tolong ampuni ibu. Ibu menyesal sudah pernah berbuat jahat padamu, sekali saja beri kami kesempatan. Tolong......." ratap mantan Ibu tirinya itu.


Aulia tak tahan mendengar semua ucapan palsu dari mantan ibu tirinya, semua makanan dan pakaian yang diberikan padanya hanya sisa atau bekas dari mereka. Mantan ibu tirinya ini sungguh tidak tahu malu mengatakan semua itu, apalagi dia menyebut nama Ayah nya. Dia pun mengeraskan hatinya dan berjalan menuju sofa, lalu dia duduk dengan santai di sana.


Sedangkan kedua wanita jahat itu masih bersujud di tempatnya dan menatap memelas pada Aulia.


"Iya bener, Lo juga kan pernah diurus sama mama. Lagian sekarang Lo udah sukses dan punya suami kaya, jadi anggaplah kami bukan siapa-siapa dan biarkan kami satu kali ini saja." Timpal Tasya bicara.

__ADS_1


Aulia mendengus mendengarnya, mereka berdua benar-benar pintar berbicara. Aulia masih sabar dan belum memulai perkataannya.


Tapi Tony yang melihat mereka berdua begitu sangat menyebalkan, apalagi mengingat mereka berdua punya andil dalam perpisahan nya dengan istrinya empat tahun lalu, dia pun akhirnya menjadi tak sabar dan sudah tak bisa menutup mulutnya.


"Heh! Kalian manusia paling lucu tak tahu malu dan juga paling menjij*kan yang pernah aku temui. Kalian kira aku hanya tahu kesalahan kalian, yang selalu menyiksa istriku dulu! Semua kejahatan kalian sudah kami ketahui!." Bentaknya tak sabar.


"Kalian tak usah menghindar lagi dari kejahatan kalian, kami sudah mempunyai buktinya dan juga sudah menyerahkan nya ke kantor polisi. Jadi dengarkan aku, aku akan pastikan kalian membusuk di dalam penjara." Tambahnya lagi.


Tasya dan ibunya akhirnya pasrah, sepertinya kejahatan mereka yang menutupi kejahatan Amira dulu yang membunuh ayah Aulia sepertinya sudah terbongkar. Mereka akhirnya diam tak bicara lagi, karena sepertinya jika memohon pun sudah tak ada harapan.


Akhirnya Aulia yang sudah terdiam lama pun angkat bicara.


Aulia menahan amarah dan kesedihannya, saat mengingat perbuatan mereka pada ayah nya.


Tony yang melihatnya langsung mendekati dan duduk di sampingnya. Dia lalu memeluknya serta mengelus punggungnya dengan lembut, seakan dengan perlakuannya itu dia mengatakan "aku ada di sisimu dan semua itu sudah berlalu".


"Aku tahu saat itu Amira sedang menyelidiki ku karena dia tau bahwa aku adalah istri dari Tony, dia membenciku karena dia sudah ditolak dan juga dipecat oleh suamiku. Lalu dia menghubungi mu karena tau kamu juga membenciku, ketika kamu bertelepon dengannya, sebenarnya Ayahku tak sengaja mendengar bahwa kamu ingin mencelakai ku. Ayah ku juga mendengar bahwa selama ini kamu dan ibumu itu selalu menyiksaku, karena itu lah Ayah langsung menelepon pengacara dan ingin mengganti hak waris nya dan hanya akan memberikannya kepadaku saja. Kebetulan juga saat ayah menelepon pengacara itu, kalian berdua mendengarnya dan langsung membenci ayahku!." Lanjutnya dengan marah.

__ADS_1


"Amira lalu datang ke rumah saat aku tidak ada dan kalian merencanakan sesuatu untuk mencelakai ku. Amira masuk ke dalam kamarku dan tak sengaja menemukan kalung di dalam laci belajarku dan mengambilnya. Kalian mengatakan kalau itu adalah kalungku dari dulu dan saat dia memintanya, kalian memberikannya. Apakah kalian tahu? Mungkin bagi kalian itu hanyalah sebuah kalung, tapi kalung itu lah yang menjadi tragedi di dalam hubungan pernikahan ku! Meskipun kalian tidak tau kebenarannya karena Amira tak bercerita pada kalian, tapi tetap saja kalian punya andil. Kalian juga menjadi tangan kanan atas pembunuhan ayahku!." Aulia berkata dengan tajam.


"Saat kalian sedang membicarakan kalung itu, ayahku datang ke dalam kamar dan melihat kalung yang merupakan satu-satunya untuk membuktikan indentitas asliku sedang dipegang Amira. Dia pun ingin merebutnya dari tangan Amira, tapi Amira yang merasa kalung itu sangat penting, dia malah pergi dari kamar sambil membawanya. Lalu ayahku mengejarnya dan ketika di atas tangga terjadilah perebutan kalung. Amira akhirnya mendorong ayahku dari atas tangga, hingga ayah celaka tetapi dia masih tersadar. Tapi kalian berdua yang mengingat Ayah akan mengganti wasiatnya, akhirnya kalian pun berharap ayah ku mati. Lalu kalian membiarkannya tergeletak dalam genangan darah, KALIAN ! Kalian juga seorang pembunuh! pembunuh! Mendekam lah kalian dalam penjara dan tebus lah kesalahan kalian di sana! Seumur hidup, kalian tidak akan pernah merasa tenang dan damai!." Ucapnya mengakhiri semua kata-kata yang ingin dia katakan pada mereka.


Mereka pun segera dibawa ke kantor polisi, dengan semua bukti-bukti dan setelah semua persidangan dan juga ditambah dengan kekuasaan dari Tony, tentu saja hukuman mereka tidak akan begitu ringan.


Mereka dijatuhi hukuman seumur hidup, dan kehidupan di dalam penjara pun tidak akan semudah yang dibayangkan. Mereka akan diperlakukan seperti pembantu yang melakukan semua tugas sampai mereka merasa lebih baik mati, mereka dipastikan akan diperlakukan sesuai apa yang mereka lakukan kepada Aulia dulu.


Sekarang akhirnya semua orang sangat bahagia, karena semuanya berakhir dengan sangat Indah.


"Semua Akan Indah Pada Waktunya."


--TAMAT--


Ada cerita Ekstra tentang ( Angga dan Raina ). Plus Bonus Visual tempat berbulan madu mereka di 4 NegaraπŸ”₯πŸ’Ÿ


Terima kasih yang sebanyak-banyaknya saya ucapkan kepada para Readers, karena sudah membaca dan menyukai Novel saya ini.

__ADS_1


Love You All πŸ’žπŸ’•


πŸ™πŸ€—πŸ˜πŸ˜˜βœ¨πŸŒŸ


__ADS_2