
Sebulan kemudian, semua persiapan mereka untuk memindahkan segala urusan Perusahaan ataupun pribadi akhirnya selesai. Karena Aulia adalah pemegang saham terbesar kedua sekitar 35% saham, dia juga adalah Wakil Presdir yang kewenangannya sudah mutlak, bahkan hampir semua keputusan di Perusahaan dia yang memutuskan.
Sehingga mau tak mau meskipun dia sudah pindah ke Indonesia, di sana dia harus mendirikan cabang Perusahaan agar dia masih bisa bekerja dan ikut andil di Perusahaan inti di Amerika nanti.
Angga lah yang mengurus semuanya, seperti tempat dan semua fasilitas 75% sudah selesai dalam waktu sebulan.
Tony menyuruh asistennya itu mempercepatnya, dia ingin segera pulang ke Indonesia dengan membawa istri dan putranya. Jika dia ingin kembali pulang, maka permintaan Aulia tentang mendirikan cabang Perusahaannya di Indonesia harus segera selesai.
Sebenarnya Dia ingin istrinya itu hanya diam di rumah dan menjaga anak mereka. Tapi karena istrinya adalah wanita karir dan juga pekerja keras, apalagi hasil bekerja istrinya pun dia sudah melihatnya.
Sebagai seorang Pengusaha dan seorang suami dia bangga atas pencapaian dan keberhasilan istrinya itu. Pantas saja menurut penuturan dari putranya, kalau istrinya itu banyak sekali pengagum dari kaum pria. Salah satu nya adalah Austin Louis, karena memang istrinya itu sangat pantas untuk dikagumi.
Sekarang mereka sedang menuju ke Bandara dan akhirnya sampai, paman Jerry juga ikut mengantarkan mereka ke Bandara. Awal nya dia sangat sedih atas keputusan keponakannya itu, untuk pindah ke Indonesia, karena dia pasti akan merindukan mereka.
Bagaimanpun mereka sudah tinggal bersama selama empat tahun, pasti akan ada rasa kehilangan. Tapi semua ini sudah dia prediksi setelah dia mengambil keputusan, saat dirinya merencanakan keponakannya bisa kembali pada suaminya.
Setelah salam perpisahan selesai, mereka melangkahkan kakinya untuk menuju ke dalam pesawat, tapi terdengar suara seorang pria memanggil nama Aulia.
__ADS_1
"Tunggu....Aulia." Panggil pria tersebut.
Ternyata pria itu adalah Austin, dia sangat berkeringat, sepertinya dia berlari dengan sangat tergesa-gesa ke sini.
"Austin...." Ucap Aulia kaget.
"Mau apalagi kamu?!." Tanya Tony berwajah dingin.
"Aku kesini hanya ingin mengatakan sesuatu pada Aulia. Aulia tolong berikan aku waktu sebentar saja untuk bicara, aku tak berniat mengganggu kalian lagi." Austin segera berkata.
"Sayang, biarkan dia bicara. Dia tidak seburuk yang kamu pikirkan, sebentar saja." Pinta Aulia pada suaminya.
" Aulia, aku hanya ingin mengucapkan salam perpisahan padamu. Terima kasih juga untuk waktu yang sudah kita habiskan bersama selama setahun ini, meskipun kita hanya sebatas berteman, tapi aku bahagia bisa menghabiskan hari-hari ku bersamamu. Aku juga minta maaf, atas semua perbuatan burukku padamu. Aku akan selalu mendoakan agar kamu bahagia selamanya, aku ucapkan dengan tulus." Ucapnya.
"Untukmu tuan Antony, tolong bahagiakan Aulia. Dia berhak bahagia, karena dia adalah Wanita yang luar biasa. Jangan pernah lagi menyakitinya, karena jika kamu melakukannya lagi, maka jika saat itu tiba aku akan merebutnya darimu!" Ancam Austin padanya.
Tony yang mendengarnya benar-benar sudah tidak tahan lagi pada perkataannya.
__ADS_1
"Kamu tidak usah bermimpi dan berharap lagi, karena semua itu tidak akan pernah terjadi. Karena selamanya, Aulia adalah milikku!." Balas Tony dengan penuh penekanan dan keyakinan.
Austin yang mendengar perkataan Tony, akhirnya menghela nafasnya untuk melepaskan Aulia.
Aulia pun berterima kasih dan memberi salam perpisahan kepada Austin.
Akhirnya mereka sekeluarga pun naik ke pesawat. Saat mereka sudah duduk, Rio yang sangat bersemangat ingin segera sampai pun berceloteh.
"Daddy, benarkah kita akan segera bertemu dengan nenek dan nenek Buyutku?." tanya putranya itu.
"Ya benar, sebentar lagi kita akan bertemu dengan mereka. Apakah putraku ini sangat senang?" tanyanya pada anaknya sambil mengusap kepalanya.
"Tentu saja senang, karena dari Rio dilahirkan kan, Rio hanya punya mommy dan kakek. Tapi sebentar lagi keluarga Rio akan lengkap." Kata Rio lagi sambil tersenyum bahagia.
Setelah Rio merasa bosan dengan celotehannya, dia pun tertidur karena sudah tak kuat menahan kantuknya lagi.
Aulia dan Tony pun tersenyum bahagia, melihat putra mereka begitu bersemangat dan juga bahagia karena bisa pulang kembali bersama ke Indonesia.
__ADS_1
^Bersambung^