Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.50 Kemarahan Istri.


__ADS_3

Aulia keluar dari ruangan suaminya dengan sangat kesal, wajahnya benar-benar tidak enak untuk dilihat. Dia masuk ke dalam lift dan ketika lift sudah sampai lantai bawah, dia segera keluar dari dalam lift masih dengan kekesalannya.


Sehingga saat berjalan keluar dari dalam lift, dia kurang fokus dan akhirnya menabrak seseorang. Ketika dia ingin meminta maaf, dia mengenali orang yang dia tabrak.


"Tiaaaaa, gue kangen banget sama Lo!." Katanya senang sambil memeluk sahabatnya itu.


Tia malah terbengong, karena masih belum mempercayai penglihatannya. Setelah menyadarkan dirinya, Tia langsung menjerit.


"Ara! Lo beneran Ara, sahabat gue?!." Teriaknya. "Dasar sahabat gila! Gak ngasih kabar selama empat tahun ini, gue kehilangan Lo banget." Lanjutnya dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


"Sudahlah, ayo. Sekarang sudah waktunya makan siang, kita pergi dari sini dulu. Ntar gue ceritain semuanya sama Lo." Kata Aulia sambil menarik tangan sahabatnya itu untuk pergi dari perusahaan suaminya.


Mereka pun segera pergi ke Restoran yang biasanya mereka suka janjian, sudah empat tahun Restorannya tidak berubah sama sekali. Mereka memesan meja favorit mereka yang berada di dekat jendela, tak lama ada pelayan Restoran memberikan menu makanan.


"Lo mau pesen apa aja boleh, gue yang traktir." ucap Aulia.


"Oke."


Setelah mereka berdua selesai memesan, Tia langsung angkat bicara. "Nah, sekarang ceritakan ke gue semuanya. Kemana aja Lo selama ini? Juga jangan ada yang sampai ketinggalan ceritanya."


Kemudian Aulia menceritakan semuanya dari awal sampai sekarang, dan bagaimana namanya berubah hingga dia pulang kembali ke Indonesia. Tentu saja dia meminta Tia untuk merahasiakan, apa saja yang barusan dia ceritakan semuanya padanya.


Tia yang masih tak percaya bahwa sahabat yang sudah dia kenal sejak lama, ternyata adalah seorang pewaris keluarga kaya raya. Aulia sekarang bahkan adalah seorang Wakil Presdir dari Perusahaannya, juga kembali menjadi istri dari Bos-nya. Tia berdecak kagum, betapa beruntungnya sahabatnya ini sekarang, setelah banyak mendapatkan kesedihan dan penderitaan di masa lalunya.


"Daebak! Lo benar-benar luar biasa, kehidupan Lo yang sekarang gak akan pernah gue bayangin sebelumnya. Satu kata buat Lo, KEREN. Lo tau gak, cerita hidup Lo yang gue denger barusan bisa dibikin drama, kayak drakor gitu, drama favorit gue! Hihihi......."

__ADS_1


Aulia hanya menggelengkan kepalanya, mendengar omongan tak masuk akal dari sahabatnya itu


Aulia pun lanjut bercerita, tentang putranya yang bernama Rio, bagaimana kehidupannya di Amerika dan banyak hal lainnya. Dan Tia selalu berdecak kagum, setiap kali Aulia bercerita.


"So? Sekarang gue harus panggil Lo apa? Nyonya Wakil Presdir Aulia atau nyonya Aulia Wijaya?." Goda sahabatnya.


"Gila Lo, panggil nama gue seperti biasa aja keles. Geli gue denger panggilan dari Lo barusan, ish...."


Mereka berdua pun tertawa dan masih meneruskan obrolan mereka. Saat makanan mereka berdua datang, mereka segera memakannya.


Saat Aulia baru saja mau memasukkan makanan ke mulutnya, terdengar suara deringan ponselnya. Dia melihat ternyata panggilan itu dari suaminya, dia pun menolak panggilannya. Tapi suaminya itu masih terus meneleponnya, dia pun semakin kesal. Kemudian akhirnya dia mematikan total ponselnya tersebut.


*


Sedangkan Tony yang melihat panggilan teleponnya ditolak terus oleh istrinya, hatinya merasa semakin tidak tenang. Sekarang saat dia ingin segera menyusul dan menemui istrinya itu, malah tidak bisa pergi karena wanita palsu ini malah terus mengikutinya.


"Aku kan sudah bilang, aku masih punya urusan penting. Aku harus bertemu dengan Klien penting, kenapa kamu malah ikut?." Katanya masih dengan sabar.


"Aku bosan di rumah terus. Aku janji, meskipun aku ikut dengan kamu, aku akan diam dan tidak akan mengganggu." Ucap wanita palsu itu lagi.


Tony hanya diam dan tidak merespons, dalam hatinya ingin sekali dia menutup mulut wanita ini, lalu segera membuangnya ke laut.


"Sabar Tony, semuanya akan segera berakhir. Game over!." Batinnya.


Akhirnya, perasaanya pun jauh lebih baik.

__ADS_1


Mereka pun tiba di restoran yang sama dengan Aulia, karena Tony tidak mengetahui istrinya berada di sana. Pengawal yang dikirim untuk menjaga istrinya pun, tidak memberitahunya karena memang tidak ada situasi yang berbahaya.


Tony masuk ke dalam Restoran, dia seketika terkejut dan langsung merasa cemas ketika melihat istrinya berada disana. Dia takut istrinya akan semakin marah padanya, karena dia membawa wanita palsu itu makan bersamanya, padahal dirinya benar-benar tidak merencanakannya.


Tony hendak berbalik badan untuk pergi kabur keluar dari dalam Restoran, tapi dia terlambat karena ada sebuah suara yang memanggilnya.


"Pak Tony, selamat siang." Sapa Tia yang melihatnya.


Tia melanjutkan perkataannya. "Ah, apakah Anda juga akan makan siang disini pak? Kalau anda berkenan silahkan gabung bersama kami." Lanjutnya.


Aulia yang sedang makan, hanya menatap suaminya sekilas dengan tatapan tajam. Dia lalu kembali makan dengan santainya, seperti tidak memperdulikan situasi yang sedang terjadi saat ini.


Sedangkan Tony merasa dia lebih baik mati, daripada harus duduk bersama istrinya dan berhadapan dengan tatapan tajam istrinya yang seperti ingin membunuhnya saat ini.


"Emm, saya bukan mau makan siang. Saya ada janji temu dengan Klien saya, saya sudah ditunggu di dalam. Kalau begitu silahkan nikmati makan siang kalian." Setelah mengatakannya, Tony langsung berjalan menjauh dari istrinya.


Sebelum pergi ke dalam dan bertemu Klien nya, dia lebih dulu memesan meja untuk wanita palsu itu agar makan sendiri.


"Kamu makan disini, aku tidak ingin pertemuan penting ini terganggu. Kamu mengerti?." Katanya pada wanita palsu itu.


"Oke Kak." Balasnya sambil tersenyum.


Wanita palsu ini pun duduk sendiri di meja yang sudah Tony pesan, pandangan matanya langsung tertuju ke arah meja di depan jendela.


Dia mengenali wanita yang sedang duduk di sana, wanita itu adalah wanita yang tadi siang datang ke kantor Tony. Kebencian pun muncul di hatinya kepada wanita itu, tapi dia juga tidak tau kenapa, hanya insting seorang wanita.

__ADS_1


^Bersambung^


__ADS_2