
Sepulangnya mereka dari Rumah sakit, mereka menyempatkan untuk makan malam bersama di sebuah Restoran untuk merayakan kebersamaan mereka. Juga sambil berbicara tentang hidup mereka ke depannya, karena setelah mereka bersama lagi, sepertinya mereka harus pulang ke Indonesia.
Rio hanya bilang kalau dirinya akan ikut kemanapun Ayah dan Ibunya pergi, meskipun dengan pergi ke Indonesia dia harus berpisah dengan kakek dan teman-temannya di sekolah.
Akhirnya makan malam selesai, Tony pun ikut pulang ke Rumah bersama istri dan putranya, dia masih merasa ini semua adalah mimpi. Karena bisa bersama istri dan putranya lagi, adalah mimpinya selama empat tahun ini.
Setiap hari yang dia lewati selama empat tahun ini sangat menyiksanya, dia merasa seperti kerang kosong atau juga bisa dibilang seperti mayat hidup. Nenek dan ibu nya lah yang masih selalu mendukung dan menyemangatinya, agar segera bangkit dari keterpurukannya.
Sebenarnya Aulia palsu, sudah setahun belakangan ini dia bawa ke rumah yang dia tinggali bersama Nenek dan Ibunya. Karena Aulia palsu selalu merengek ingin bersama dengan nenek dan ibunya. Dia pun akhirnya membawanya pulang ke Rumah.
Awalnya saat Nenek dan ibunya mendapatkan kabar bahwa Aulia masih hidup, mereka sangat senang. Apalagi Tony membawanya untuk tinggal bersama mereka, mereka pikir dia sudah bangkit dari keterpurukannya karena ditinggal istrinya dan akan membangun hidupnya kembali.
Nenek dan ibunya selalu berpikir begitu, mereka akhirnya setiap ada kesempatan selalu mendekatkannya pada Aulia palsu. Tapi saat semua usaha yang mereka lakukan tidak gubris olehnya, akhirnya mereka menyerah. Senyum kebahagiaan yang sempat ada, saat Aulia palsu pertama kali datang ke rumah itu pun hilang kembali.
Bagaimanpun dan dengan cara apapun Aulia palsu itu merayu dan mendekatinya, dirinya selalu menjaga jarak dan menjadi dingin kepadanya. Apalagi memang dari awal saat mereka bertemu kembali, Tony hanya ingin bertanggung jawab sebagai keluarganya.
__ADS_1
Akibat dari dirinya memperlakukan Aulia palsu dengan lembut dan penuh perhatian, tapi akhirnya dia malah kehilangan istrinya. Itu lah yang dia sesali dan akhirnya selama empat tahun ini, dia selalu bersikap dingin pada Aulia palsu.
Sekarang semua kebahagian telah kembali padanya, kebahagiaan karena bisa berkumpul lagi bersama istri dan anaknya. Akhirnya dia bisa kembali bersama istri tercintanya itu, dia berjanji dalam hatinya, dia selamanya tak akan pernah ingin lagi kehilangan mereka.
Setelah sampai di Rumah pamannya itu, mereka segera masuk dan Rio pamit ke kamarnya untuk tidur, padahal dia ingin memberikan waktu untuk orang tuanya agar mereka bisa menghabiskan waktu bersama.
Sekarang Aulia yang bingung bagaimana dia harus bersikap pada suaminya, karena sudah lama sekali dia tidak bersama suaminya dan itu membuatnya agak sedikit canggung.
Tony yang melihat kecanggungan istrinya itu pun tersenyum, lalu dia bertanya kepada istrinya sebelah mana kamarnya.
"Tony! Kamu.....turunkan aku." Aulia berkata begitu tapi malah tersenyum.
Aulia hanya malu atas kelakuan suaminya itu, dia pikir untung saja tidak ada satupun pelayan yang melihat, kalau tidak mau ditaruh dimana wajahnya itu.
Tony tidak berkata apapun, dia hanya terus berjalan selangkah demi selangkah menuju kamar istrinya. Setelah masuk ke dalam kamar, masih sambil membopong istrinya, tangannya mengunci pintu kamar. Lalu dia berjalan mendekati ranjang dan dengan perlahan membaringkan istrinya.
__ADS_1
Setelah itu dia tidak bergerak pergi, melainkan menciumi wajah istrinya itu penuh dengan kelembutan dan kerinduan. Kerinduan yang sudah menggerogoti tubuhnya luar dan dalam.
Tony yang tidak mendapatkan penolakan dari istrinya itu pun langsung menuju ke sasarannya, dia dengan penuh semangat membungkam bibir istrinya itu dan membuka bibir istrinya agar lidahnya bisa menerobos masuk dan menjelajah di dalam mulutnya.
Lidah mereka saling melilit, setelah itu bibirnya turun ke leher istrinya yang jenjang itu, dan bibirnya turun lagi ke kelembutan kedua gunung kembar istrinya.
Gerakan mereka berdua semakin memanas dan terdengar suara er*ngan kecil dari istrinya saat Tony menggigit puncak gunung kembar istrinya itu. Dia yang mendengarnya pun semakin bersemangat, dia pun sudah tak bisa lagi menahannya. Dengan cepat dia segera melepaskan pakaian yang tersisa di tubuh mereka, lalu dengan semangat bertempur dia memasukinya dengan sekali sentakan ke dalam tubuh istrinya.
Mereka memekik kesenangan bersamaan, karena saat mereka berpisah mereka tidak pernah tidur dengan orang lain. Sekarang saat mereka melakukannya, ada rasa menggelegar kenikmat*n yang terasa berbeda.
Suara erang*n dan rintih*n mereka sepanjang malam terdengar, mereka menumpahkan segala kerinduan dan semua rasa yang ada saat melakukannya. Tony bergerak dengan liar tanpa menahan apapun dan Aulia menyamai gerakan suaminya itu dengan sepenuh hati.
Akhirnya mereka sudah tak bisa menahannya lagi, Tony mempercepat gerakannya dan saat mereka sudah mencapai punc*knya, mereka meng*rang penuh kenikmatan secara bersamaan. Mereka pun tertidur masih saling berpelukan dengan kondisi tubuh yang masih polos.
Saat tengah malam terdengar lagi er*ngan dan rintihan mereka sampai fajar menyingsing. Malam yang sangat panjang untuk mereka berdua, melepaskan rasa kerinduan dan hasrat selama empat tahun tak bersama.
__ADS_1
^Bersambung^