Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.37 Ayah dan Anak Bertemu


__ADS_3

Siang itu seperti biasa Rio sedang menunggu Ibu nya menjemput dia di depan sekolah bersama anak-anak TK yang lain. Rio yang berwajah tampan dan tinggi itu sudah tidak aneh lagi, jika dirinya selalu dipandangi oleh orang tua yang menjemput anak-anak nya.


Meskipun Ibunya adalah wajah Asia, tapi dari pihak ayahnya ada keturunan Australia dan Jerman. Wajahnya mirip dengan ayahnya, dan wajah campuran ayahnya menurun padanya, sehingga wajah campuran Rio pun terlihat sangat luar biasa tampan.


Disaat Rio alias si calon playboy masa depan sedang tebar pesona, datanglah sebuah mobil. Ketika mobil itu berhenti, turunlah seorang pria tampan dan cool yang tak lain adalah Tony.


Rio yang melihatnya langsung terpana, karena dia mengenalinya. Dia bahkan sampai tak sadar membuka lebar mulut dan matanya, karena saking terkejutnya. Dia juga sampai melupakan, kalau dia sedang bergaya so cool di depan teman-teman dan juga orang tua mereka.


Tony yang baru turun dari mobil pun tersenyum kepadanya, dia sangat bahagia akhirnya bisa bertemu untuk pertama kalinya dengan putranya itu.


Tony dengan cepat menghampiri Rio yang masih terbengong melihatnya, saat mereka akhirnya berhadapan, Rio segera menutup mulutnya dan segera memasang wajah flat dan cool-nya lagi.


Tony yang melihat putranya yang so' cool itu hanya tertawa dalam hatinya, ternyata meskipun selama ini mereka berjauhan, Gen yang diturunkan tidak bisa dihilangkan. Memang benar ada peribahasa, jika darah lebih kental daripada air, kelakuan so cool putranya ini sudah pasti dia dapatkan darinya.


"Hai boy...." Sapanya.


"Paman siapa? Jangan sok kenal!." Jawabnya pura-pura tak mengenal ayahnya.

__ADS_1


"Hem....siapa ya? Paman adalah suruhan Kakek kamu, katanya karena Ibu mu hari ini tidak bisa menjemput, jadi menyuruhku menjemputmu." Tony menatapnya.


"Rio gak percaya, mana buktinya kalau paman dikirim oleh kakek? Aku gak mau pulang sama paman, sana pergi....." Rio berkata sambil menyilang kan kedua tangannya di depan dada dan berperilaku Bossy, kelakuan putranya itu membuat Tony semakin menjadi gemas.


"Baiklah, tadinya paman sudah minta ijin sama kakek kamu. Paman ingin membawamu ke taman bermain dan makan es krim yang banyak sekali....." Tony berkata sambil pura-pura akan berjalan pergi dari sana dengan membalikkan badannya.


Tony sudah mendapatkan semua info dari Paman Liu tentang putranya ini, apa saja kesukaannya dan juga tempat favoritnya. Semuanya dia sudah menghapal nya, jadi dia tahu titik kelemahan putranya ini.


"Tunggu....!" Teriak putranya dari arah belakang punggungnya.


"Baiklah....aku ikut paman." Akhirnya Rio menyerah, karena dia benar-benar ingin bermain ke taman bermain. Dia sudah lama tidak ke sana, dikarenakan dirinya punya penyakit sesak nafas ringan. Sehingga dia jarang bermain di luar rumah dan meskipun penyakitnya ringan tetap saja dia tidak boleh kecapean.


Rio juga alergi strawbery, pernah suatu waktu itu dia makan es krim pemberian temannya yang tidak tahu kalau Rio alergi. Ternyata di dalam es krim tersebut terdapat strawbery, akhirnya dia pun berakhir di rumah sakit. Sampai saat ini es krim cemilan favoritnya itu dijauhkan darinya, ibunya sangat Overprotektif padanya.


Tadinya Rio ingin menghiraukan ayahnya ini dan memberikan pelajaran karena sudah berani menyakiti Ibunya, tapi dia kalah oleh kelemahannya.


"Dasar kamu pecundang Rio!." Katanya di dalam hati mengatai dirinya sendiri.

__ADS_1


Tony akhirnya membalikkan badannya kembali menghadap putranya, dalam hatinya dia tersenyum. Dia sudah berhasil memancing putranya itu, lalu dia pun memberikan tangannya untuk digandeng putranya.


"Ayo...." Ajaknya sambil menarik tangan anaknya untuk digandeng.


Rio cemberut karena tangannya digandeng, karena menurutnya dia seperti anak kecil, dia merasa sudah jadi anak dewasa.


Tony yang melihat bibir putranya yang cemberut itu, hanya bisa mengulas senyum tipis.


Mereka kemudian pergi ke Taman Bermain dan bersenang-senang, juga tentunya makan es krim kesukaannya tanpa strawbery. Tony merasa misi mengambil hati putranya sudah berhasil, karena setelah mereka puas bermain dan makan anaknya itu memandangnya sudah seperti seorang Hero.


Tony bisa melihat dari tatapan dan perlakuan putranya yang sudah berubah lebih baik padanya, tidak seperti waktu bertemu pertama kali tadi.


Mereka yang sudah puas pun kembali ke mobil, Rio sejak masuk ke dalam mobil sepanjang jalan hanya menatap ayahnya yang sedang menyetir. Rio berpikir ayahnya itu begitu keren, kenapa Ibunya tidak mau bersama ayahnya. Karena dia sangat menyukai ayahnya ini, dia akan membuat rencana yang akan menyatukan Ayah dan Ibunya. Disaat dia masih memikirkan rencananya itu, dia pun tertidur di jok samping ayahnya yang sedang menyetir.


Tony juga sudah merasakannya dari tadi, kalau putranya ini menatapnya dengan penuh kekaguman di matanya kepadanya. Dia tersenyum lebar sepanjang jalan, karena ternyata misi mendapatkan hati putranya itu telah Sukses.


^Bersambung^

__ADS_1


__ADS_2