Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.51 Pertengkaran Selesai Diatas Ranjang.


__ADS_3

Setelah pulang dari kantor, Tony berencana akan pulang ke rumah untuk meminta maaf dan juga membujuk Istrinya. Kemarahan Istrinya sudah dia rasakan seharian ini, dari saat teleponnya yang tidak pernah diangkat, setelah mereka bertemu di restoran meskipun dirinya sudah meneleponnya selama puluhan kali.


Tony lalu keluar dari pintu rahasia yang khusus dia buat, agar memudahkan dia pergi tanpa ada yang bisa mengikutinya. Bahkan untuk keamanan dia bahkan berputar-putar dulu di sekitar wilayah rumahnya.


Sampailah dia di depan rumahnya, dia segera turun dari mobilnya. Dia berjalan ke arah pintu rumah dan memutar pintunya. Tapi dia sangat terkejut ternyata pintu rumahnya terkunci, dirinya juga tidak menyimpan kunci cadangan.


Tony juga merasakan keanehan, karena tidak ada seorang pelayan pun datang membukakan pintu untuknya. Dia akhirnya melirik ke arah pengawal yang sedang berjaga diluar pintu depan, pengawal itu pun mengerti lalu menghampirinya.


"Ya Tuan?." Tanya sang pengawal itu.


"Kenapa kamu bertanya! Apa kamu tidak lihat aku tidak bisa masuk ke dalam? Lalu kemana para pelayan? Kenapa mereka tidak ada yang datang membukakan pintu? Sekarang cepat buka pintunya!." Tony merasa sangat kesal.


"Itu tuan......anu." Pengawalnya berkata dengan sangat gugup.


"Apa? Anu apa? Bicara yang jelas!." Tony sudah tak sabar.


"Begini tuan, semua kunci yang dipegang pengawal dan pembantu sudah diambil nyonya. Jadi saya tidak bisa melaksanakan perintah tuan untuk membuka pintu." Jawab pengawalnya itu.


Tony yang mendengarnya langsung menghela nafas frustasi, ternyata dia terlalu menyepelekan kemarahan Istrinya. Aulia bukan marah, tapi benar-benar marah besar.


Disaat dia sedang berpikir bagaimana dia bisa masuk ke dalam, terdengar suara deringan ponselnya. Dia melihat itu adalah putranya, tanpa pikir panjang dia segera mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo boy, kenapa belum tidur dan malah menelepon daddy. Apakah kamu merindukan Daddy gantengmu ini?."


"Stop dad, aku sedang tak ingin bercanda. Rio sekarang sedang berada dalam misi, Rio akan membantu daddy masuk ke dalam rumah. Sekarang, dengarkan Rio bicara."


Lalu putranya itu menceritakan rencananya padanya, dirinya tersenyum saat mendengarnya. Dia tidak menyangka putranya itu sangatlah pintar.


Tony pun menuruti perkataan putranya itu dan segera pergi menuju ke bawah jendela kamar putranya. Ternyata saat dirinya sampai di sana, putranya sudah menyiapkan tali yang bagian atas nya di ikat pada pagar balkon.


Putranya itu melemparkan tali tersebut ke bawah dan Tony segera mengambilnya dan bersiap untuk naik ke atas.


Para pengawal yang berjaga disekeliling rumah, saling menatap tak percaya dengan penglihatan mereka sendiri. Mereka melihat tuan mereka yang dingin dan bossy itu, bisa melakukan hal seperti ini hanya karena ingin bertemu dengan wanitanya. Mereka pikir Bos-nya itu sudah menjadi laki-laki bucin, mereka bahkan tidak berani tertawa dengan keras, hanya terkekeh geli.


Sedangkan Tony yang sedang mereka olok dalam hati mereka, sedang berusaha memanjat tali yang dilempar putranya. Karena jarak dari tanah ke atas balkon lumayan tinggi, jadi dia lumayan lama memanjatnya.


Tony berterima kasih pada putranya itu, lalu dengan cepat berjalan pergi menuju ke kamarnya. Seharian ini dia teramat sangat merindukan Istrinya itu, ketika sudah sampai di depan pintu, dia mencoba membuka pintu dengan perlahan. Ternyata pintunya tidak dikunci, dia pun tersenyum puas. Lalu dia segera melangkah masuk ke dalam kamar, dia melihat istrinya sudah tertidur dengan posisi badan yang membelakanginya.


Dirinya berjalan perlahan seperti seorang pencuri, lalu dia dengan pelan-pelan membuka selimut dan masuk ke dalamnya. Kemudian dia memeluk Istrinya dari arah belakang, dia pun langsung menciumi tengkuk Istrinya.


Alhasil dari perbuatannya ini, langsung membangunkan Aulia yang sedang terlelap tidur.


Aulia terkejut dan langsung membuka kedua matanya. Dia membalikkan tubuhnya dan langsung berhadapan dengan suaminya. Dia berniat kabur dari ranjang, tapi suaminya keburu melihat gelagatnya.

__ADS_1


Tony dengan cepat mengunci kaki Istrinya dengan kakinya, lalu menarik kedua tangan istrinya itu ke atas kepalanya. Kini tubuh bagian depan keduanya menempel dan wajah mereka hanya tinggal beberapa senti.


"Lepaskan brengsek!." Aulia sangat marah.


"Bagaimana kamu bisa masuk?! Aku sudah mengambil semua kunci!." Tanyanya sambil berusaha melepaskan dirinya dari kuncian suaminya.


"Sayang, please......aku mohon dengarkan dulu penjelasan ku, aku mengaku salah karena belum memberitahumu semuanya. Tapi aku benar-benar akan menceritakannya padamu, niatnya malam ini saat pulang aku akan memberitahumu. Tapi malah ada kejadian seperti di kantor tadi, aku tidak tahu wanita palsu itu akan datang. Maafkan aku sayang......ayolah. Aku berjanji jika kamu memaafkan ku kali ini, aku akan melakukan apapun saja permintaan mu." Katanya menjelaskan panjang lebar, agar Istrinya itu tidak salah paham dan menghentikan amarahnya.


"Lalu kenapa wanita itu datang ke perusahaanmu?." tanyanya lagi masih sambil bergerak melepaskan diri.


"Aku tidak menyuruhnya datang, sumpah!." Tony terus membela dirinya sendiri.


"Lalu masalah pesta, aku akan menjelaskannya lagi nanti. Tapi sekarang maafkan aku dulu ya, plissss....." Tony memelas dan mengambil kesempatan mencium bibir Istrinya itu.


"Dan sayang, jangan bergerak terus. Gerakan tubuhmu, sudah membangunkan bagian bawah tubuhku." Akhirnya Tony berkata dengan suara seraknya.


Akhirnya karena Aulia juga sudah lelah, dia pun segera berhenti bergerak. Dia sudah berusaha mencoba melepaskan diri dari jeratan suaminya, tapi tidak berhasil juga. Sekarang suaminya bilang, gerakannya malah membangunkan singa kelaparan. Dia pun pasrah, karena akhirnya dia pasti akan di makan oleh singa kelaparan tersebut.


Tak berapa lama, mereka pun sudah bergulat di ranjang dengan sangat agresif, karena mereka berdua sama-sama tidak mau kalah dari kekuatan pasangannya.


Malam itu pun menjadi malam yang akan membuat para jomblo berteriak. Akhirnya setelah pergulatan itu selesai, mereka pun tertidur dengan masih saling berpelukan.

__ADS_1


Sebelum tertidur, Tony berpikir ternyata benar jika ada orang yang mengatakan, pertengkaran suami-istri akan selesai jika sudah berada di atas ranjang.


^Bersambung^


__ADS_2