Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.29 Kesedihan


__ADS_3

Tony yang sedang mengadakan rapat bersama para bawahannya, langsung pergi berlari saat Angga membisikkan sesuatu pada telinganya. Supir keluarganya telah meneleponnya dan diangkat oleh Angga.


Tony yang berlari keluar langsung pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang gila, dan jika bukan orang paling kaya di jakarta sudah pasti dia akan kena tilang.


Saat sudah sampai di rumah sakit, Tony segera berlari ke ruangan jenazah. Pandangan matanya langsung menemukan keberadaan istrinya, Ara sedang terduduk dan menatap kosong seperti sudah tak bernyawa, matanya pun sudah bengkak karena menangis.


Tony menghampiri istrinya dan langsung memeluknya erat, dia mengusap kepala Ara lembut dan mengajak istrinya itu berbicara. Tapi istrinya tak bergeming sedikitpun, Ara hanya diam tak bergerak.


Tony yang melihat istrinya seperti itu, dia ikut merasakan kesedihan dari istrinya. Dia berpikir istrinya hanya sedang bersedih karena kehilangan ayahnya dan bersikap dingin padanya. Bahkan istrinya itu tak berkata apapun padanya atau balas memeluknya, dia hanya diam.


Akhirnya Ibu dan adik tirinya datang sambil menangis bombay, mereka menyalahkan diri mereka sendiri karena tidak ada di rumah saat kejadian itu terjadi.


Ara yang mendengar mereka berkata seperti itu hanya mengutuk mereka dalam hatinya, karena dia belum mempunyai bukti kejahatan mereka. Sebelum ayah nya benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya, ayahnya memperingatinya untuk hati-hati pada Ibu dan adik tirinya. Jadi dia yakin semua yang terjadi pada ayahnya ada sangkut pautnya dengan mereka.


Setelah pemeriksaan jenazah ayahnya pun di bawa pulang ke rumah, semua kolega dan atasan ayahnya serta teman-teman ayahnya semua hadir. Termasuk nenek dan ibu mertuanya, mereka memeluk Ara dan memberikan dukungan padanya.


Keesokan harinya, jenazah ayahnya mertuanya dimakamkan, setelah semuanya selesai Tony mengajak pulang Ara yang masih bersikap dingin padanya dan masih tak mengatakan satu patah katapun dari kemarin.

__ADS_1


Sebenarnya Tony merasakan keanehan dengan sikap istrinya, tapi kemarin dia berpikir mungkin istrinya sedang sangat bersedih.


Sekarang dia berpikir sesedih apapun istrinya pasti akan berbicara atau menangis di pelukannya, karena selama ini istrinya selalu manja padanya. Tapi tidak dengan kali ini, dia merasakan suatu firasat buruk.


Setelah semua orang bubar, Ara dan suaminya kembali ke rumah ayahnya. Suaminya mendekatinya dan memeluknya.


"Sayang, ayo kita pulang." Ajak Tony. "Kamu harus istirahat, jangan sampai kamu jatuh sakit. Ingat baby kita." Lanjut suaminya penuh perhatian padanya.


Ara tak ada keinginan untuk menjawabnya, dia merasa marah di hatinya mendengar suara suaminya.


Akhirnya Ara yang sudah muak dan tak tahan mendengar suara suaminya lagi, yang sudah berkhianat itu, dia pun langsung membuka suaranya.


"Pergilah, aku ingin di sini dulu. Aku masih ingin merasakan keberadaan ayahku." Ucapnya pada suaminya untuk pertama kalinya sejak ayahnya meninggal.


"Tapi sayang, kamu harus ingat dengan kandungan mu." Balas suaminya lagi dengan wajahnya yang sedih.


Ara tersenyum sinis melihatnya.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu perduli dengan anak di perutku? Bahkan untuk memeriksa ke rumah sakit saja kamu tak pernah menemani! Mana janjimu dulu padaku!." Ara membentaknya karena kesabarannya sudah habis untuk suaminya.


Tony terkejut dengan bentakkan dari istrinya, dia memperhatikan wajah istrinya yang menahan amarah, dia langsung merasa bersalah. Semua yang dikatakan istrinya itu adalah benar, dia sudah lama tidak pernah memperdulikannya lagi.


"Pergilah, aku bisa menjaga diriku sendiri dan anakku." Sindir Ara.


Tony ingin mengatakan sesuatu lagi pada istrinya, tapi terdengar ponselnya berbunyi.


Saat dia melihat telepon itu dari Angga, dia pun mengangkat teleponnya. Seketika wajahnya langsung berubah menjadi tegang dan dia pun segera menutup teleponnya.


"Baiklah sayang, aku mengijinkan mu disini dulu. Tapi hanya untuk hari ini saja, aku tidak bisa menemanimu karena ada sesuatu yang mendadak terjadi. Besok aku akan menjemputmu." Kata Tony sambil berdiri dan dengan cepat berjalan pergi dari sana.


Ara tersenyum sinis dan mengutuk suaminya itu, itu pasti telepon dari wanita itu. Dia sudah cukup melihat dan mendengar, dia tidak akan memaafkan semua orang yang sudah menyakitinya dan ayahnya.


Like & Komennya jangan lupa...Vote nya juga ☺️


Terimakasih 😍.

__ADS_1


__ADS_2