Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.34 Penjelasan


__ADS_3

Amerika.


Tony berjalan lunglai ke dalam ruangan dengan wajahnya yang sudah seperti tak mempunyai kehidupan, dia terduduk di sofa dengan kepala yang tertunduk. Jika ada orang yang mengenalnya melihatnya seperti itu, mereka tidak akan percaya seorang CEO yang terkenal dingin dan arogan keadaanya bisa seperti sekarang.


Disaat Dia sedang menunduk sedih, tiba-tiba ada seorang laki-laki berpakaian serba hitam seperti seorang pengawal mendekatinya dan mengajaknya berbicara.


"Permisi, Apakan anda tuan Antony?." Tanya laki-laki itu.


Tony tidak menjawab, dia masih terdiam dan masih menundukkan wajahnya. Dia tidak ingin diganggu dan sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun, dia pun tak membalas pertanyaan dari laki-laki tersebut.


Laki-laki tersebut sepertinya mengerti kalau Pria dia hadapannya ini sedang tidak ingin diganggu, tapi karena ada perintah dari Majikannya, laki-laki tersebut pun melanjutkan perkataannya.


"Maaf tuan, jika saya mengganggu anda, tapi majikan saya ingin bertemu dengan Anda. Kata majikan saya, ini menyangkut tentang Istri dan anak anda." Tambah laki-laki yang berpenampilan seperti pengawal itu.


Sebelum datang kesini laki-laki itu diperintahkan jika Pria di depannya ini tidak memperdulikan perkataannya, majikannya berkata bahwa dia harus berkata seperti yang barusan dia sampaikan pada Pria ini. Ternyata benar Pria di depannya ini langsung mengangkat kepalanya, dengan matanya yang berbinar dan wajah yang penuh harapan.


"Apa kamu bilang barusan?! Katakan sekali lagi!." Ucap Tony yang kaget dan tak percaya mendengar ada yang membahas istri dan anaknya kepadanya sekarang.


"Ekhem....itu..saya adalah pengawal pribadi majikan saya. Beliau bilang jika anda ingin tau tentang istri dan anak Anda, silahkan ikuti saya dan bertemu dengannya." Jawab pengawal tersebut.


"Siapa Majikan mu?." Tanya Tony dengan mendesak.


"Itu...nanti Anda akan mengetahuinya sendiri, saat Anda menemuinya. Sekarang silahkan ikuti saya." Tambah sang pengawal tersebut.


Tony yang sudah mencerna apa yang sedang terjadi pun tak membuang waktu, dia segera berdiri dan mengikuti pengawal tersebut pergi. Tony mengikutinya di belakangnya dengan pikiran yang bercampur aduk.


"Silahkan Tuan, sudah sampai. Anda silahkan masuk." Kata pengawal itu setelah mengetuk pintu di depan mereka.


Tony pun segera membuka pintu di depannya yang memang tidak terkunci dan masuk ke dalamnya. Kamar hotel itu adalah sebuah Luxe Suite Hotel, terlihat dari kemewahannya.


"Kamu sudah datang....." Suara seorang Pria yang sudah berumur berbicara padanya.

__ADS_1


Tony pun menengok ke arah sumber suara tersebut berasal, dia melihat seorang Pria tua duduk dengan santai di sebuah sofa panjang di kamar tersebut dan dia langsung mengenalinya.


"Paman..." Ucapnya tak percaya, seraya mendekati Pria tua itu dan langsung menyalaminya.


"Ya...ini aku. Kenapa? Kamu sudah tak mau kenal dengan Pria tua ini? Ah benar, kita sudah putus komunikasi dan tidak pernah berhubungan lagi sejak keponakanku mengalami kecelakaan dan menghilang." Kata Pria tua tersebut dengan wajah tersenyum. " Duduklah." Dia menyuruh Tony duduk.


Tony pun segera duduk di depan Pria tua itu dengan perasaan yang rumit dan hati yang bertanya-tanya, tapi wajahnya tidak bisa tertebak oleh orang lain.


"Maaf Paman, karena saya terpukul atas kehilangan Aulia keponakanmu, bahkan butuh beberapa tahun untuk saya bangkit dari keterpurukan akan kehilangannya." Ucap Tony berwajah sedih. "Saya sampai melupakan Paman sampai sekarang, sekali kali lagi maafkan saya." Lanjutnya.


"Sudahlah, aku memanggilmu kesini bukan untuk memarahi mu karena sudah melupakan keberadaan ku. Tapi ada hal yang sangat penting yang harus aku bicarakan denganmu." Ucap paman Aulia dengan wajah yang serius.


"Ada apa Paman? Silahkan bicara."


"Paman dengar kamu sudah menikah." Katanya itu langsung, tak ingin bertele-tele.


"Iya Paman....itu benar. Saya juga sangat mencintai istri saya, bahkan saya sudah menjadi seorang ayah. Maaf Paman, saya pasti mengecewakan Paman karena tidak setia pada keponakan Paman." Jawab Tony sambil menatapnya.


"Saya sudah mencari sepuluh tahun keberadaan Lia, ,tapi tidak pernah ada kabar apapun. Saya selalu setia menunggunya dan selalu berusaha menjaga hati saya dan tak ingin berhubungan dengan wanita lain." Lanjutnya.


"Lalu suatu hari ada yang berbuat jahat kepada saya, sehingga karena keadaan itu membuat saya menodai seorang wanita sampai dia hamil." Lirihnya melanjutkan ceritanya, dia sedih mengingat Ara.


"Kemudian karena sudah terlanjur hamil, nenek memaksa saya menikahinya. Saya pun menikahinya dengan terpaksa dan berencana menceraikannya, jika dia sudah melahirkan. Karena jujur waktu itu saya masih berharap bisa menemukan Lia suatu saat dan bisa membawanya kembali ke sisi saya."


"Saya sempat berpikir meskipun saya menikahi wanita itu, saya tidak akan pernah menerima dan mencintainya, apalagi jatuh cinta padanya." Ucapnya lagi.


"Tapi ternyata saya salah, seiring berjalannya waktu yang kami habiskan bersama, saya jatuh cinta padanya. Sampai sekarang cinta saya tidak pernah hilang pada istri saya." Ucapnya sedih karena mengingat dia sudah kehilangan istrinya.


"Jadi saya mohon maaf jika saya telah mengkhianati keponakan paman, tapi sebenarnya saya juga telah kehilangan istri dan anak saya empat tahun lalu karena kebodohan saya sendiri." Ucapnya menyalahkan dirinya sendiri.


Paman Aulia masih terdiam mendengar cerita Tony, dan ternyata sesuai dugaannya, pria depannya ini pasti sangat mencintai Aulia keponakannya, karena tidak mungkin sampai saat ini Tony masih mencarinya jika tidak mencintai keponakannya.

__ADS_1


"Oh iya Paman, apakah Paman tau Aulia selama empat tahun ini bersama saya? Saat itu dia datang pada saya dan bilang selama sepuluh tahun itu dia kehilangan ingatannya, makanya dia tidak bisa kembali kepada kita semua."


"Tidak....saya tidak tau. Jika dia sudah kembali, kenapa tidak menemui saya?." Ucapnya berpura-pura heran, padahal dia sudah tau bahwa Aulia yang datang pada Tony adalah palsu. Itu pun dia tau dari hasil penyelidikannya selama ini, saat dia menyelidiki siapa ayah dari cucunya Rio, dia malah mendapatkan info tersebut.


Akhirnya dia mengetahui, itulah masalah yang terjadi, sehingga membuat keponakan aslinya itu pergi kabur dari suaminya. Tidak ada wanita manapun yang akan menerima jika dirinya selalu dibohongi suaminya sendiri dan tidak memperdulikannya, padahal sedang mengandung anaknya.


Tapi suaminya malah selalu memperdulikan dan mengurus wanita lain. Meskipun hasil akhir penyelidikannya, mengatakan jika Tony sebenarnya telah tertipu oleh wanita palsu yang mengaku keponakan nya itu.


"Saya juga heran paman, saat kemarin saya mendapat undangan dari Paman, saya malah baru teringat akan Paman. Lalu kenapa Lia selama ini tidak menghubungi Paman dan memberitahu keberadaannya yang masih hidup?." Kata Tony sambil bertanya-tanya.


Paman Aulia itu tidak menjawab, karena dia tidak akan memberitahukan semua kebenarannya sekarang. Biarkan Tony tau kebenarannya sendiri, karena dia yakin setelah suami dari keponakannya itu pergi dari sini, dia akan menemukan kebenaran yang sebenarnya.


"Oh iya Paman, tadi pengawal Paman mengatakan bahwa Paman ingin mengatakan sesuatu tentang istri dan anak saya. Apakah Paman mengenal istri saya??." Akhirnya Tony bertanya apa yang membuat dia mau bertemu dengannya.


"Apakah kamu benar-benar mencintai istrimu? Seperti yang kamu ceritakan tadi padaku?." Tanyanya.


"Apa maksud paman? Kenapa bertanya seperti itu?." Jawab Tony.


"Jawab saja pertanyaanku, lalu setelah itu aku akan memberikan jawaban tentang istrimu." Desaknya.


"Tentu saja paman. Dari empat tahun lalu, sekarang bahkan untuk selamanya. Saya hanya mencintai seorang wanita, dan itu adalah istri saya." Tony menjawabnya dengan penuh keyakinan dan ketegasan.


"Baiklah saya percaya padamu, sekarang jika saya mengatakan bahwa istrimu ada bersama saya, apakah kamu percaya?."


Tak ayal perkataan dari Paman tunangannya ini, membuat Tony membulatkan kedua matanya dan tubuhnya seketika menjadi tegang. Wajahnya berubah menjadi pucat pasi, seperti selembar kertas putih.


^Bersambung^


Like & Komen....Rate 5.


Vote seikhlasnya hihihi, terimakasih 😅.

__ADS_1


__ADS_2