Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.43 Seperti Mimpi.


__ADS_3

Pagi itu Tony terbangun dengan wajah yang cerah dan bersemangat, karena sudah sangat lama sekali tidurnya tidak senyenyak tadi malam. Dia memandang wajah wanita yang ada di pelukannya dengan pandangan lembut, wanita yang baginya paling cantik sedunia.


Ketika melihat tubuh istrinya dari atas sampai bawah penuh dengan bekas merah akibat dari perang mereka tadi malam, dia pun tersenyum dengan bangga. Dia masih tidak percaya wanita yang sedang di peluknya sekarang, adalah wanita yang telah dicarinya dengan susah payah selama empat tahun ini.


Tony melepaskan pelukannya dengan perlahan, dia tidak ingin membangunkan istri tercintanya. Sepertinya istrinya masih butuh istirahat karena akibat kelelahan sepanjang malam, dia lalu pergi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi, dia keluar dan segera berpakaian. Dia lalu berjalan keluar kamar untuk bertemu putranya.


Ternyata putranya telah siap dengan perlengkapan sekolahnya dan sedang sarapan bersama kakeknya. Tony pun ikut duduk untuk sarapan bersama, dia pun menyapa pamannya lalu putranya yang imut itu.


"Good morning Boy...." Sapanya.


"Morning dad, mana Mommy? Kenapa daddy keluar sendiri?." Tanya putranya sambil menatapnya.


"Mommy masih kelelahan, biarkan dia tidur sebentar lagi, ok..." Jawab Tony.

__ADS_1


"Apakah mommy kerja sampai malam? Kenapa kelelahan? Biasanya badan mommy sangat fit dad." Cecar anaknya dengan polos dan Rio memang tidak mengerti, karena ibunya baginya adalah wanita pekerja keras yang tidak mengenal kata lelah.


"Ya ampun nih anak, pertanyaannya membuatku bingung untuk menjawabnya." Batin Tony.


"Bukan begitu, maksudnya ibumu ngobrol semaleman dengan daddy. Jadi ibumu itu kurang tidur, kamu anak pintar kan, pasti mengerti." Katanya lagi menyanjung anaknya, agar putranya itu segera berhenti bertanya.


"Tentu saja aku pintar dad, ok dimengerti." Balas Rio, lalu mereka melanjutkan sarapan mereka dengan tenang.


Paman Aulia yang melihat cucunya berinteraksi dengan ayahnya itu hanya menggelengkan kepalanya, dia kasihan kepada Tony jika nanti mereka sudah benar-benar tinggal bersama. Karena suami keponakannya itu, belum tahu sifat asli dan kelakuan anaknya itu, ibunya saja belum tau sifat asli anaknya. Membayangkan mereka berdua nantinya tahu bagaimana kelakuan putra mereka selama ini, dia hanya tersenyum.


Tony pun masuk ke kamar istrinya dengan membawa sarapan yang sudah dia siapkan, lalu menaruhnya di meja. Sambil menunggu istrinya bangun, dia menghubungi penanggung jawab di perusahaannya bahwa dia tidak akan ke perusahaannya hari ini.


Setelah lama menunggu istrinya tapi Aulia belum terbangun juga, sehingga sarapan pun menjadi dingin. Dia berpikir sepertinya istrinya benar-benar kelelahan, mungkin karena dia terlalu lama mengganggu istrinya itu semalam.

__ADS_1


Semalam dia meminta jatah hampir berkali-kali, mungkin wajar karena dirinya sudah puasa makan daging selama empat tahun. Jadi saat di depannya ada seonggok daging segar, dia pun makan dengan sangat lahapnya.


Setelah tak berapa lama akhirnya istrinya itu merenggangkan badannya, gerakan istrinya itu membuat bagian bawah tubuhnya yang tadinya sudah tidur kembali dibangunkan lagi. Tapi karena dia kasihan dengan istrinya, dia hanya bisa menahan hasratnya itu, lalu dia memalingkan wajahnya dari tubuh menggoda istrinya.


Aulia meregangkan tubuhnya yang sangat pegal, dia merasa badannya itu seperti terlindas truk. Dia pun terbangun dan tersadar dari tidurnya, dia melihat tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Apalagi saat dia melihat banyak bekas-bekas merah hampir di seluruh tubuhnya, dari sisa peperangan semalam yang terlalu bersemangat dengan suaminya. Wajahnya pun memerah malu, tanpa dia sadar perilakunya sekarang sedang dilihat oleh suaminya.


Saat Aulia mengangkat wajahnya dia semakin malu, ternyata dari tadi kelakuannya itu dilihat oleh suaminya. Dia dengan cepat berlari dan segera masuk ke dalam bathroom, lalu segera menutup pintunya dengan tergesa-gesa.


"Hahahaha......Hahaha....." Tony yang melihat kelakuan istrinya itu, segera menertawakannya dengan sangat keras.


^Bersambung^


Jangan lupa ya.....

__ADS_1


Like, Komen, Rate 5 dan Vote seikhlasnya 🤭


__ADS_2