Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.55 Kebahagiaan Yang Kembali Datang.


__ADS_3

Mata dan mulut Lucy di tutup oleh kain, juga tangan dan kakinya terikat. Dia merasa sepertinya sedang duduk di sebuah kursi dan baru saja tersadar. Tadi saat dirinya diseret keluar dari ruangan pesta, saat dirinya dimasukkan ke dalam mobil dia langsung tak sadarkan diri.


Sekarang dia merasakan seseorang membuka pintu dan sedang berjalan menghampirinya. Dia merasa bulu kuduknya berdiri, satu kata dalam pikirannya saat ini, dia sangat takut mati.


Tony berjalan dengan perlahan tanpa terburu-buru, seperti seekor hewan buas yang sedang mengincar mangsanya. Dia hanya ingin menikmati setiap detik rasa ketakutan dari mangsanya, untuk mendapatkan sensasi yang berbeda.


Tony akhirnya duduk di kursi yang sudah di sediakan di depan Lucy, dia menyilangkan kedua kakinya dengan santai. Dia lalu memberikam kode pada anak buahnya, menyuruh mereka membuka semua ikatan dan kain penutup Lucy.


Saat matanya terbuka, Lucy langsung melihat mata menakutkan Tony yang sedang menatapnya. Dia langsung merinding, meskipun dia sudah tidak terikat tapi dia tak bisa pergi kemana mana. Dirinya lebih baik pasrah, daripada melawan mereka.


"Ayo kita mulai, jadi tunanganku. Ah, maksudku Lucy si wanita pel*cur. Darimana kita akan memulainya? Tapi bagaimana ini, aku tidak ingin bertele-tele dengan wanita menjij*kan sepertimu. Sebentar saja dekat denganmu membuatku merasa kotor!." Kata Tony dengan raut wajahnya yang jij*k.


Tony pun melanjutkan perkataannya. "Baiklah, karena aku sudah tahu garis besar penipuanmu dan juga sudah berhasil mengantongi indentitas orang yang ada di belakangmu. Bahkan aku sudah tahu kamu sering mencuri fail-fail penting di meja kerjaku. Aku benar-benar tidak pernah mencurigai mu selama empat tahun ini. Sungguh, kamu sangat hebat dalam berakting, cobalah jadi artis di dalam penjara nanti. Tapi, apakah kamu tahu? Aku tidak akan pernah membiarkanmu keluar dari sana seumur hidup mu!." Tony mengatakannya dengan santai.


Tony lalu mengalihkan pandangan matanya ke arah ujung sepatunya, karena dia tidak ingin melihat wajah menjij*kkan itu lebih lama lagi.


"Yang aku ingin tau sekarang, bagaimana kamu mendapatkan kalung itu? Aku sebenarnya ingin bertanya pada rekan kejahatanmu Amira, tapi ternyata dia sudah dibunuh lebih dulu. Sekarang tinggal kamu, aku sudah berbaik hati padamu dengan memasukanmu ke dalam penjara. Apakah kamu pikir jika aku melepaskanmu sekarang, kamu akan selamat diluar sana? Tidak akan! Orang itu akan segera membunuhmu, untuk membungkam mulutmu. Apalagi sekarang kamu sudah ketahuan olehku, kamu sudah tak berguna lagi baginya. Jadi kamu sudah tidak punya pilihan lain, selain jujur padaku. Mungkin aku bisa sedikit menolongmu darinya."


Saat Lucy mendengar penuturannya, dia langsung ketakutan. Dia pun akhirnya menceritakan semuanya, bagaimana dia bisa mendapatkan kalung itu sehingga bisa menipunya.

__ADS_1


Setelah semua ceritanya selesai, Tony pun tak ingin lagi satu ruangan dengannya. Dia menyuruh anak buahnya segera membawanya pergi dari sini dan mengirimnya ke kantor polisi. Dia akan bertindak sesuai jalur hukum, karena dia tidak ingin melanggar aturan di kehidupan bersosial ini.


Tony yang telah selesai langsung pergi dan masuk ke dalam rumahnya. Dia dengan cepat berjalan ke kamarnya, dia melihat istrinya belum tertidur dan sedang membaca majalah fashion wanita.


"Sayang, aku datang. Tapi aku akan mandi dulu, badanku bau wanita jal*ng itu." Tony tak menunggu balasan dari istrinya dan berjalan masuk ke dalam bathroom.


Setelah Tony selesai mandi masih dengan memakai jubah mandinya, dia menghampiri istrinya dan mengecup bibirnya sekilas.


"Sayang, wanita itu sudah kita bereskan. Aku juga sebentar lagi akan mengurus dalangnya. Tadi hubungan kita sudah terekspos ke publik, dari tadi nenek dan mama meneleponku berulang kali. Mungkin mereka sudah melihat berita kita yang sudah tersebar. Jadi karena situasi sudah lebih tenang, bagaimana jika besok kita pergi ke rumah besar untuk bertemu mereka?."


"Tentu saja, aku juga sudah kangen banget sama nenek dan mama. Besok kita berangkat ke sana."


"Terimakasih sayang, sudah kembali padaku. Aku mohon apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkanku lagi, aku bisa mati tanpamu. Aku sangat mencintaimu...."


Kegiatan ranjang yang pasti keesokan harinya, pihak wanita yang akan kelelahan. Sedangkan pihak laki-laki malah akan semakin bersemangat dan segar jika sudah melakukannya, seperti mengisi energinya kembali.


*


Keesokan paginya, mereka bertiga pergi ke rumah besar, tentu saja di pihak sana semuanya sudah menunggu tak sabar. Apalagi Neneknya yang sudah menanti cicitnya sejak lama. Akhirnya mereka tiba dan disambut oleh Nenek dan ibunya diluar rumah.

__ADS_1


Saat mereka keluar mobil, Neneknya langsung memeluk Aulia dan menangis sejadi jadinya. Dia terharu dan merasa bahagia bisa melihatnya lagi, apalagi Neneknya itu tahu bahwa dia adalah Aulia yang asli. Neneknya semakin mempererat pelukannya dan sepertinya akan terus seperti itu jika Rio tidak cepat-cepat berbicara.


"Mommy, apakah mereka nenek dan nenek Buyutku?." Tanya Rio akhirnya.


Mata Neneknya akhirnya melihatnya juga dan Neneknya langsung memeluk dan juga menciumi wajah kecilnya.


Sebenarnya Rio masih risih karena baru pertama kali bertemu, apalagi dia merasa dirinya bukanlah anak kecil lagi dan tidak ingin diperlakukan seperti itu. Tapi dia mengingat kata-kata dari Ibunya, dulu ketika dia masih berada di dalam perut Ibunya, Nenek Buyutnya lah yang paling menyayanginya. Jadi dia akan membiarkannya kali ini, dia pun membalas memeluk Nenek buyutnya itu, lalu bergantian memeluk Neneknya.


Setelah acara berpelukan selesai, mereka semua masuk ke dalam rumah. Di dalam begitu meriah, semua mainan laki-laki anak empat tahun semuanya lengkap.


Rio sekali lagi berpura-pura tersenyum, karena dia sungguh tidak menyukai mainan-mainan itu. Dirinya bukanlah anak kecil biasa, yang dia sukai adalah mainan orang dewasa, seperti yang dia lakukan pada Ibunya dulu. Misalnya seperti menempelkan alat pelacak dan alat perekam. Tapi dia pun tetap senang mendapatkan hadiah ini semua, karena itu tandanya mereka menyayanginya.


Mereka berbincang tentang kehidupan Aulia ketika pergi dari sini, sampai kehidupannya sekarang. Saat mendengar semuanya, Nenek dan ibu mertuanya menangis termasuk suaminya.


Tony sangat sedih, karena bagaimanapun dia lah penyebab semuanya. lalu istrinya bercerita tentang kehidupan bahagianya, dari saat Rio lahir ke dunia ini.


Semuanya langsung bahagia dan tertawa mendengar semua kenakalan yang sudah Rio lakukan sedari kecil, bahkan kejahilannya saat menyatukan kembali orang tuanya. Semua orang pun menikmati momen kebahagian saat ini.


^Bersambung^

__ADS_1


Like, Komennya jangan lupa ☺️


Terimakasih.......


__ADS_2