Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.57 Aksi Penyelamatan.


__ADS_3

Semua Persiapan telah sempurna, Tony tidak akan menunggu lagi. Dia akan menyerang lebih dulu, sekarang dia sedang di perjalanan karena tidak ingin membuang waktu sedikit pun untuk menyelamatkan Istrinya.


Semua anak buahnya telah siap di posisi mereka masing-masing, mereka tentu saja sudah dibekali senjata-senjata Legal. Jika memang situasi sudah mendesak, mereka akan mengeluarkan senjata itu. Tapi jika situasi masih bisa memakai tangan dan keahlian mereka, mereka tidak akan menggunakannya.


Sedangkan Tony sendiri selain membekali dirinya dengan senjata, juga dengan sebuah alat ciptaan dari anaknya. Rio memberitahu cara penggunaanya dan Tony pun semakin kagum. Meskipun begitu, dia juga tidak akan menggunakan alat itu jika situasi tidak terdesak.


Para pengawal bayangan, yang terdiri dari para pensiunan pasukan khusus sudah sampai setengah jam yang lalu. Mereka mengatur semuanya agar berjalan baik dan juga bersiap-siap menghilangkan hambatan.


Ada satu orang pensiun pasukan khusus yang sudah siap dengan senjatanya, dia adalah seorang Sharp Shooter / Penembak jitu yang siap dengan senjatanya yaitu Mosin-Nagant M28. Dia yang akan melindungi Misi penyelamatan ini.


Tony dengan gagahnya keluar dari mobil, dia juga sudah menyiapkan heli untuk kondisi darurat. Mereka membagi kelompok menjadi tiga Tim, yaitu tim penyerang, tim pelindung dan tim penyelamatan. Mereka sudah stay di posisi, mereka hanya menunggu komando dari Tony.


Pengawal yang pertama kali datang melapor padanya, jika mereka sudah menjatuhkan lawan yang berada di depan dan di sekeliling tempat Istrinya disekap. Tempat itu seperti sebuah gedung bekas pabrik yang terbengkalai, dia pun menerima laporan tersebut.


Dia lalu menanyakan ada berapa jumlah lawan yang ada di sana, anak buahnya mengatakan sekitar tiga puluh orang. Tersisa dua puluh lima orang lagi, karena lima orang lainnya sudah mereka lumpuhkan lebih dulu. Sedangkan orang dari pihaknya, hanya berjumlah sekitar dua belas orang.


Tony bertanya lagi dimana posisi Istrinya, anak buahnya langsung mengatakannya. Setelah sekarang dia mengetahui posisi Istrinya, dia bilang pada mereka sekali lagi, apapun yang terjadi Prioritas Utama adalah Istrinya. Meskipun jika nanti dirinya berada dalam bahaya, tetap prioritakan istrinya.


Setelah dirinya mengatakannya, dia memberi aba-aba untuk segera memulai aksi mereka.


Tim Penyerang maju lebih dulu, mereka menunjukkan keahlian bela dirinya dengan menggunakan pisau dan tangannya untuk melumpuhkan tapi tidak membunuh lawan. Setelah lawan sekitar 8 orang di lumpuhkan, mereka semua bergerak maju dan mulai berpencar.


Tony ikut dengan tim penyelamatan, dia ingin segera bertemu dengan istrinya. Karena tidak ada baku tembak, semua lawan yang tersisa di dalam tidak tahu kalau mereka sedang diserang.


Saat tim penyerang dan tim pelindung datang, para penjahat yang berjumlah sebelas orang, langsung maju ketika melihat mereka. Baku hantam pun terjadi dengan sengit dan lumayan lama, pihak lawanpun tidak menggunakan senjata mereka.


Sedangkan Tony yang sudah mulus jalannya, segera pergi menuju ruangan dimana istrinya disekap. Di depan pintu terlihat enam orang penjaga di sekitar ruangan Istrinya disekap itu.


Tony memberi kode pada tiga orang tim penyelamat, untuk melumpuhkan keenam penjaga tersebut. Salah satu penyelamat melempar pisaunya ke salah satu kaki lawannya itu.

__ADS_1


Lawannya menjerit kesakitan, lalu mereka semua melihat ke arah Tony dan anak buahnya. Ketika menyadari mereka adalah pihak lawan, mereka langsung menyerang dan salah satu penjahat langsung masuk ke dalam untuk menghampiri Aulia.


Aulia yang mendengar ada keributan di luar, sepertinya mengerti dan tahu kalau suaminya sudah datang untuk menyelamatkannya. Dia pun langsung berdiri dengan susah payah, karena tubuhnya masih lemas gara-gara obat bius.


Tapi saat dirinya sudah berhasil berdiri, ada satu orang penculiknya datang, dia adalah penjaga yang tadi datang memeriksanya. Aulia sedikit ketakutan, karena tampangnya yang menyeramkan dan badannya yang berotot besar.


Penjaga itu menarik tangannya hingga dia kesakitan, lalu menyeretnya pergi ke pintu lain yang ada di ruangan itu. Mereka segera keluar dan sampai di halaman belakang, disana sudah ada sebuah mobil.


Ternyata itu adalah mobil Andi yang sudah bersiap di sana, dia juga sudah merencanakan semuanya jika ada yang menyerang.


Ketika Tony berhasil masuk ke dalam ruangan istrinya disekap, istrinya sudah tidak ada. Tony segera berkeliling dan melihat ada pintu lain yang terbuka. Dia pun segera berlari melewati pintu itu dan melihat istrinya sedang diseret oleh seorang pria kekar. Juga matanya melihat, ada sebuah mobil yang di dalamnya ada Andi.


Tony melihat istrinya meringis kesakitan, karena ditarik dan diseret. Dia langsung berlari mengejar mereka dan setelah berada di belakang pria kekar itu, dirinya segera menendangnya.


Tapi pria kekar itu tidak bergeming, hanya saja tarikannya pada istrinya sudah terlepas. Tony yang melihat istrinya sudah terlepas, langsung menarik dan memeluknya, lalu menyuruhnya tetap berada di belakangnya.


Tony pun berkelahi dengan pria kekar itu, meskipun tubuhnya lebih kecil darinya, tapi dirinya juga mempunyai skill yang tidak bisa diremehkan.


Tapi tiba-tiba pria kekar itu menjerit kesakitan, sambil tangannya memegang perutnya yang berdarah terkena tembakan. Pria kekar itu langsung tumbang ke tanah, tapi pria kekar itu masih hidup.


Ketika Tony sedang melihat ke arah pria kekar itu jatuh, tiba-tiba Aulia berteriak.


"Tidak! Awas!!!." Teriaknya.


Dorrrrrrrr !!!!!!!.


Tony tertembak dan langsung terjatuh ke tanah. Orang yang menembaknya, tak lain adalah Andi.


Andi juga menjerit kesakitan, karena tangannya yang memegang senjata juga tertembak hingga senjatanya terjatuh. Itu adalah hasil karya Sharpshooter, yang tak lain adalah anak buah Tony.

__ADS_1


Sharpshooter itu juga yang menembak pria kekar tadi, tapi karena dia fokus pada pria kekar yang ingin menusuk Bos-nya dengan pisau. Dirinya telat melihat pergerakan orang yang menembak Bos-nya itu.


Penembak itu segera menghubungi pengawal yang lainnya dan memberitahukan situasi Bos-nya. Para anak buah Tony yang lainnya pun bergegas mendatangi Bos mereka, untuk segera menyelamatkannya.


Saat mereka tiba, mereka melihat Bos-nya berbaring penuh darah di pangkuan istrinya. Mereka juga melihat Bos lawan yang ada di dalam mobil dan segera meringkusnya. Salah satu anak buah Tony, segera memanggil heli. Mereka bersiap membawa Bos mereka dari tempat itu menuju Rumah sakit.


Sedangkan Aulia tak berhenti menangis, dia melihat tubuh suaminya yang banyak mengeluarkan darah. Meskipun anak buah suaminya sudah melakukan pertolongan pertama, tapi tetap saja tubuhnya tak berhenti mengeluarkan darah.


Tubuh Tony bergetar hebat menahan sakit, bahkan dirinya ingin berbicara saja sangat sulit. Tapi dia memaksakan dirinya untuk berbicara, dia tidak ingin melihat istrinya bersedih dan terlalu khawatir padanya.


"Sa....yang...aku...tidak...apa...apa...tolong.... berhenti.....menangis...kalau tidak....aku akan sedih." Ucapnya terbata-bata.


Aulia yang mendengarnya, malah semakin menangis dengan keras. Dia semakin menggenggam dengan erat tangan suaminya yang sudah berlumur darah.


"Ya....baiklah. Aku akan segera berhenti menangis, tapi kamu janji kamu akan kuat. Bukankah kamu memintaku berjanji untuk jangan pernah meninggalkanmu lagi, sekarang giliranmu untuk berjanji padaku. Kamu akan sekuat tenaga bertahan dan kembali padaku. Janji......" Aulia menahan Isak tangisnya.


Tony hanya mengedipkan matanya, karena sudah tak bisa menggerakkan bibirnya lagi. Tanpa menjawab istrinya, dia pun menutup matanya dan tubuhnya terkulai lemas di pangkuan istrinya.


"Tidak! Tony.....Tony.....sayang....aku mohon, buka matamu." Aulia menjerit dengan histeris memanggil nama suaminya.


Akhirnya mereka tiba di pendaratan heli di atas gedung Rumah sakit, mereka pun segera membawa Tony ke Unit darurat yang sudah disiapkan. Salah satu anak buah Tony, sebelumnya sudah menelepon pihak rumah sakit.


Kemudian semua anak buah Tony pergi dari sana, yang tersisa hanyalah Aulia.


Aulia juga tidak berani menghubungi Nenek dan Ibu mertuanya, dia takut mereka akan syok. Dia akan memberitahu mereka, tapi setelah ada hasil dari keadaan suaminya.


^Bersambung^


Like dan Komennya jangan lupa......

__ADS_1


Terima kasih 🙏


__ADS_2