
Tony demi menjalankan misi pengejaran untuk mendapatkan istri dan anaknya agar kembali padanya, akhirnya dia memutuskan akan sementara menetap di Amerika. Dia akan tinggal di Rumah keluarga Wijaya yang sering dia tempati jika sedang Dinas di Amerika.
Tony akan sekalian mengurus cabang Perusahaannya yang berada disini, dia sebenarnya mempunyai 3 cabang di Amerika. Salah satu cabang perusahaannya bergerak dalam bidang batu perhiasaan seperti Diamond Stone, sedangkan Perusahannya yang di Indonesia, dia akan memberikan kuasa pada asistennya Angga.
Tony sangat mempercayai sahabatnya itu, dia juga percaya asistennya itu bisa menghandle semua urusan perusahaan di sana, dia hanya akan memantaunya dari sini.
Hari ini dirinya sangat bersemangat, meskipun pekerjaannya belum selesai di kantor, tapi dia akan menjemput putranya kembali di sekolah. Aulia sudah seminggu ini tidak bisa menjemput putra mereka, karena sedang dinas keluar kota mengurus kerjasama dengan perusahaan rekan bisnisnya yang ada di sana.
Dia dan putranya sudah seminggu ini hampir setiap hari menghabiskan waktu bersama, sampai putranya itu semakin lengket padanya, tentu saja mereka bertemu tanpa sepengetahuan Aulia.
Saat dia sudah sampai di sekolah dan memarkirkan mobilnya lalu hendak turun. Pandangan matanya seketika tertuju pada istrinya yang sedang bersandar di samping mobilnya. Dia terkejut kenapa istrinya itu sudah pulang dari dinasnya, bukannya Paman Jerry berkata besok dia baru pulang.
Akhirnya dia pun hanya bisa diam di dalam mobil dan memperhatikan istrinya itu. Istrinya hari ini berpenampilan seperti seorang gadis remaja, tidak terlihat jika dia sudah berumur 26 tahun dan sudah mempunyai seorang anak. Aulia memakai kaos T-shirt putih nya yang berlengan pendek dan celana jeans serta rambut yang di kuncir kuda, begitu simple tapi terlihat begitu mempesona di matanya.
Dirinya sangat merindukan Aulia, jika saja dia bisa, mungkin sekarang dia akan berlari menghampiri istrinya itu dan memeluk serta menciumnya lalu menculiknya pergi.
__ADS_1
Tapi apalah daya, dia harus dengan perlahan mendekati istrinya itu dan bersabar dalam pengejarannya. Istrinyanya itu tipe wanita keras kepala yang tidak bisa dipaksa, dia harus membuat istrinya itu dengan sukarela datang ke pelukannya. Tony sudah mempunyai rencananya sendiri dan juga bersama dengan rencana anaknya.
Rio pun akhirnya keluar dari sekolahnya, sesaat dia mengedarkan pandangannya mencari ayahnya. Tapi wajahnya terlihat kecewa karena tidak menemukannya, dia tidak bisa melihat mobil ayahnya karena banyak mobil yang parkir sehingga menghalangi mobilnya.
Rio langsung berjalan menghampiri ibunya, dengan wajah yang lesu dan tidak bersemangat. Aulia yang melihatnya sangat bingung dengan putranya itu, karena biasanya saat dia menjemput, putranya itu akan segera berlari dengan cepat seakan terbang dan langsung memeluk manja dirinya.
Tapi tidak dengan hari ini, sehingga membuat Aulia teramat sangat heran. Setelah masuk ke dalam mobil, Aulia pun segera melajukan mobilnya dan menuju pulang ke rumahnya. Di dalam perjalanan putranya hanya terdiam dan menunduk sedih. Biasanya anaknya itu akan selalu ceria dan tak hentinya terus bicara karena anaknya memang termasuk anak yang sangat cerewet.
Aulia pikir mungkin anaknya ini sedang berantem dengan salah satu temannya di sekolah, dia akan bertanya pada putranya itu setelah nanti sampai di rumah. Akhirnya mereka pun sampai di rumah dan ketika mereka berdua keluar dari mobil, saat dia hendak menggandeng anaknya masuk ke dalam rumah, Rio malah cuek padanya dan berlari pergi ke dalam kamarnya begitu saja tanpa mengatakan apapun. Dia terbengong melihat kelakuan anaknya hari itu.
Dia lalu masuk ke dalam rumah dan hendak menyusul masuk ke kamar putranya, saat dia ingin masuk ke dalam kamar, pamannya turun dari lantai atas. Mungkin pamannya sudah mendengar suara mobilnya, pamannya itu berjalan kearahnya.
Pamannya melihat wajah Aulia yang tidak enak dilihat, dia pun segera bertanya padanya.
"Ada apa dengan wajahmu? Apa ada sesuatu yang terjadi?." Tanya pamannya heran.
__ADS_1
"Lia yang seharusnya bertanya pada paman, apa selama Lia pergi dinas, terjadi sesuatu pada Rio? Kenapa sikapnya seperti itu?." Tanyanya balik pada pamannya.
"Memangnya kenapa dengan cucuku itu?." Tanya Pamannya lagi, dia tidak menjawab pertanyaan Aulia.
"Saat aku menjemputnya ke sekolah, biasanya dia akan sangat senang jika aku menjemputnya. Tapi hari dia hanya cemberut dan berwajah sedih sepanjang jalan pulang. Lalu setelah turun dari mobil, dia pun pergi masuk ke kamarnya tanpa mengatakan apapun padaku. Kenapa putraku seperti itu? Apa paman mengetahui sesuatu?." Katanya panjang lebar dengan raut muka yang sangat kesal.
Pamannya hanya menggelengkan kepalanya berpura-pura tak mengetahui apapun, padahal dia sebenarnya tau apa yang terjadi pada cucunya itu. Rio pasti hari ini tidak bertemu dengan ayahnya, karena seminggu ini dirinya melihat mereka 'ayah dan anak' sudah saling menyayangi dan sepertinya sudah tidak bisa dipisahkan lagi. Apalagi dia melihat kekaguman cucunya itu pada ayahnya, sepertinya misi Tony mendapatkan hati anaknya itu telah berhasil.
^Bersambung^
Jika suka ceritanya, jangan lupa ya....
Like, Komen, Rate 5 dan Vote seikhlasnya 🤭
Terimakasih 🙏😘
__ADS_1