
Tony dan Angga masih mendengarkan cerita dari wanita asing itu, mereka mempunyai pikiran masing-masing.
Wanita asing di depan mereka ini kira-kira sama umurnya dengan tunangan Tony yang hilang, sekitar usia 22 tahun, wajahnya juga ada sedikit kemiripan.
Wanita asing ini menceritakan, seminggu lalu dia baru saja mengingat semuanya. Dari saat kejadian naas sepuluh tahun yang lalu, dia kehilangan ingatannya. dirinya amnesia karena kepalanya terluka parah dan akhirnya koma selama beberapa bulan.
Disaat dirinya tersadar dia sudah kehilangan ingatannya, dia bertahun-tahun di rawat oleh orang yang menemukan dan menolongnya.
Wanita yang mengaku Aulia ini juga berkata, saat kejadian bersama orang tuanya terjadi dan sebelum mobil memasuki jurang. Ibunya mendorong dia keluar dari mobil, sehingga dia bisa terselamatkan.
Wanita muda ini berhenti bercerita sesaat, lalu terdiam dan malah menangis dengan sangat memilukan.
Tony dan Angga yang mendengarnya pun merasa kasihan, wanita asing itu sesekali mengusap air matanya, benar-benar membuat orang lain yang melihatnya ikut bersedih.
Tony yang sejak tadi hanya terdiam, akhirnya menghela nafasnya dan membuka suaranya untuk bicara.
"Lalu, apa yang selanjutnya terjadi?." tanyanya pelan pada wanita itu.
Wanita itu pun berhenti menangis dan melanjutkan ceritanya.
"Seminggu yang lalu aku tersenggol mobil di jalan, sampai kepalaku terbentur. Saat terbangun, aku sudah berada di rumah sakit. Saat itu, aku akhirnya bisa mengingat semuanya." Ucapnya, masih sambil terisak.
Dia melanjutkan perkataannya. "Saat itu aku sangat merindukanmu kak, jika saja kepalaku tidak terluka, aku pasti langsung berlari menemuimu."
__ADS_1
"Apakah kak Tony tidak mempercayai aku?." Tanya wanita itu, dengan mata yang berkaca-kaca dan wajah yang menyedihkan.
Mendengar cerita wanita ini dan juga melihat wajahnya, Tony pun akhirnya percaya dan mengakuinya, kalau wanita yang sedang berada di depannya ini adalah benar tunangannya.
Tony menghela nafas panjang, dia bangun dari duduknya, lalu menghampiri wanita yang mengaku tunangannya itu dan memeluknya.
"Aku percaya, jadi jangan menangis lagi." Ucap Tony padanya.
"Terima kasih kak, aku kira sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Jika kakak benar-benar tidak mempercayaiku, aku bingung mau kemana? Aku sekarang sudah tidak punya keluarga." Katanya disela isakan tangisnya.
"Sudahlah, berhenti menangis. Sekarang ada aku, aku akan selalu menjagamu seumur hidupku." Ucap Tony lembut sambil mengusap kepalanya seperti dulu.
Tony juga sebenarnya masih merasa bingung dengan situasi ini, karena dia satu sisi dia sudah menikah dan mempunyai istri yang sangat dicintainya.
Tony pun memutuskan tidak ingin ambil pusing dahulu, karena sepertinya dia harus memikirkan semua ini dengan pikiran dan hati yang tenang, karena saat ini pikiran dan hatinya masih sangat kebingungan.
Tony pun menyuruh Angga segera menyiapkan Apartemen, juga semua keperluan untuk tunangannya ini, agar Aulia tidak merasa kekurangan.
Angga pun menghela nafasnya, lalu pergi dengan hati yang berat, memikirkan nasib sahabatnya itu ke depannya. Di satu sisi sudah ada istri, di sisi lainnya tunangannya datang kembali. Dia hanya punya firasat, jika ke depannya kehidupan Bos-nya itu akan ada banyak masalah.
Setelah Angga pergi, di dalam ruangan tinggallah mereka berdua. Tony sudah melepaskan pelukannya sedari tadi, lalu terjadi kecanggungan diantara mereka.
Akhirnya Aulia lah yang berbicara lebih dulu.
__ADS_1
"Kak, bagaimana kabarmu selama ini? Aku melihatmu semakin tampan, dulu terakhir kita bersama kakak masih seorang remaja. Tapi aku akui, ketampanan kakak malah semakin bertambah setelah dewasa." ucapnya malu sambil menunduk.
"Oh iya....nenek dan tante, bagaimana kabar mereka? Mereka akan senang gak ya aku sudah kembali." ucapnya lagi.
Tony hanya diam dan tak membalas perkataannya, pikirannya tiba-tiba memikirkan istrinya dirumah.
"Karena aku sudah kembali, kapan kita akan menikah?." Tanya Aulia dengan semangatnya.
Kemudian Aulia menarik sebelah tangan Toni dan menggenggamnya. Tony masih terdiam dan seperti tidak bersemangat untuk menjawab.
"Kenapa kakak diam saja? Apa kakak tidak kangen sama aku? Apakah kakak tau, kesehatanku sebenarnya sangat buruk setelah kejadian itu." Lirihnya sedih.
Akhirnya saat mendengarnya, Tony baru merespons perkataannya, dia langsung merasa khawatir setelah mendengarnya. "Kamu sakit? Apa maksudnya?."
"Iya kak, tubuhku lemah dan selalu bolak-balik rumah sakit. Aku takut kak, aku mohon jangan pernah tinggalin aku ya." Ucapnya lagi pada Tony dan langsung memeluknya.
Tony yang dipeluk sebenarnya merasa risih, apalagi dia langsung melihat bayangan wajah istrinya. Bagaimana dia harus menjelaskan semua itu kepada Lia, agar Lia dapat mengerti dan bisa menerima kalau sebenarnya dia sudah menikah. Apalagi saat dia mendengar kalau Lia sedang sakit, Tony bertambah bingung untuk menjelaskannya.
"Baiklah, aku tidak akan mengatakannya dulu. Pada Lia ataupun pada Istriku dan keluargaku. Setelah Lia dirawat dan penyakitnya sembuh, aku baru akan jujur pada semuanya. Aku melakukan ini hanya merasa kasihan dan empati, aku sudah tidak punya perasaan apa-apa padanya." Batin Tony.
Bagaimanapun wanita ini pernah berada dalam hatinya dan merupakan tanggung jawabnya sekarang. Lia juga sudah tidak punya siapa-siapa, dan bagaimanapun juga mereka tumbuh bersama sejak dari kecil.
Tony berpikir seperti itu dan tanpa dia sadari, sekarang semua yang dia rencanakan itu, akan menjadi bumerang dalam pernikahannya.
__ADS_1
^Bersambung^.