
Aulia di rumahnya sedang duduk di ruang kerjanya, sambil memandangi sebuah dokumen yang berisi semua bukti-bukti perbuatan mantan Ibu dan adik tirinya empat tahun lalu pada ayahnya. Di dalam dokumen itu terdapat semua rekaman CCTV dan juga bukti-bukti lainnya.
Sebenarnya semua bukti ini sudah dia dapatkan dari empat tahun lalu, tapi dia tidak bisa membuat Ibu dan adik tirinya itu mendapatkan hukuman, karena dirinya sendiri sedang bersembunyi dari suaminya waktu itu.
Sekarang sepertinya sudah saatnya untuk menghukum mantan ibu dan adik tirinya itu. Aulia dengar dengan harta warisan yang ayahnya tinggalkan untuk mereka, mereka menggunakannya untuk berfoya-foya. Sedangkan sekarang hidup mereka lumayan mewah, karena mantan Ibu tirinya itu menikah lagi dengan duda tua kaya raya.
Aulia sebenarnya ingin langsung menjebloskan mantan Ibu dan adik tirinya itu ke penjara, tapi mengingat bagaimana cara ayahnya meninggal dan juga bagaimana mereka memperlakukannya dulu. Hatinya timbul rasa tidak rela jika mereka hanya di penjara, sepertinya semua itu terlalu mudah untuk mereka berdua.
*
Keesokan harinya Aulia yang sudah mengantarkan putranya ke sekolah, memulai aksinya untuk mantan adik tirinya. Dia sudah mengetahui jadwal mereka berdua, jadi dia tahu pergerakan mereka.
Mantan adik tirinya Tasya, sekarang sudah menjadi seorang model iklan. Karirnya lumayan bagus, dia terkenal dengan kepolosan dan kebaikan hatinya. Saat dirinya mendengar semua itu, dia tertawa dengan sangat keras dan ingin sekali membuka topeng mereka berdua.
Hari ini dia akan menemui suaminya di kantor untuk meminta bantuannya, karena suaminya bergerak dalam bidang perhiasan juga. Dia ingin suaminya memakai Tasya untuk menjadi Ambassador perhiasaan di Perusahaannya.
Sampailah dia di depan Perusahaan suaminya, tapi karena indentitas nya yang masih di sembunyikan, dia tidak bisa sembarangan masuk ke dalam. Dia pun menelepon suaminya bahwa dia berada di bawah perusahannya, tadinya suaminya itu yang akan menjemputnya sendiri. Tapi karena mereka belum bisa mengungkap semuanya sekarang, akhirnya suaminya menyuruh Angga untuk menjemputnya.
Setelah Angga menemuinya, karena mereka tidak ingin terlalu mencolok, mereka berjalan dengan sendiri-sendiri. Setelah itu mereka masuk ke dalam lift khusus Presdir dan CEO dan menuju ke lantai atas, ke lantai dimana ruangan CEO berada.
__ADS_1
Kemudian setelah sampai di lantai kantor Tony, Angga mengantarnya sampai ke depan pintu masuk ruangan suaminya. Dia juga pernah satu kali masuk ke dalam ruangan suaminya itu, tapi dirinya pingsan di dalam. Jadi saat itu dia belum terlalu melihat jelas bagaimana ruangan suaminya. Dia pun segera masuk ke dalam dan segera menutup pintunya.
Tony yang melihat istrinya itu sudah datang, langsung menghampirinya. Dia menarik tubuh istrinya lalu melingkarkan lengan kekarnya memeluknya. Dia langsung mencium bibir istrinya dengan semangat, dia sangat merindukan istrinya itu, karena kemarin malam dan pagi hari ini mereka tidak bisa bertemu.
Setelah lama mereka berciuman, Tony segera melepaskan istrinya dan langsung merajuk padanya.
"Sayang, kamu tidak tahu. Betapa aku sangat merindukanmu." Tony bermanja pada istrinya masih sambil memeluknya.
"Kamu sendiri yang tidak bisa bertemu dengan istri dan anak mu, jadi salahkan saja dirimu sendiri, ckckck...." Aulia berdecak menyindirnya.
"Ya, kenapa aku begitu sibuk. Aku sebenarnya ingin menjadi pengangguran saja, agar bisa 24 jam bersamamu. Tapi, dimana harga diriku di depan putraku nanti." Tony berpura-pura menghela nafasnya pasrah.
"Sepertinya kamu benar. Tapi jika kamu berniat menjadi pengangguran, nanti aku yang akan menafkahimu, hihihihihi....." Canda Aulia.
Mereka pun sudah selesai dengan rencana mereka, tapi ketika mereka masik asik mengobrol, tiba-tiba ada yang membuka pintu kantor dan masuklah seseorang. Seseorang yang membuat mereka terkejut dan membuat Aulia asli merasa sangat kesal.
"Kak Tony sayang, aku datang." Wanita palsu itu berkata manja sambil mendekatinya.
Aulia palsu bahkan tidak mengetuk pintu dahulu dan langsung nyelonong masuk ke dalam. Itu lah yang membuat Tony dan Aulia asli terkejut dan juga kesal dengan kelakuannya.
__ADS_1
"Apakah kak Tony sedang sibuk?." Tanyanya sambil melirik Aulia asli dengan pandangannya yang bermusuhan.
"Eh.....em....tidak. Ada apa kamu tumben datang ke sini?." Tony balik bertanya padanya, tapi tatapan matanya memandang ke arah istrinya.
Wanita palsu itu sekarang menyandarkan setengah tubuhnya pada tubuh Tony, dia juga merangkul lengan Tony manja.
"Si*l! Wanita ini ingin mati rupanya. Bisa dibunuh aku sama istriku, dia melihat kami begini." Batin Tony kesal.
Benar saja, Aulia asli sudah tidak ingin melihat kelakuan wanita palsu itu lagi, dia pun segera bangkit berdiri dari sofanya.
"Baiklah kalau begitu saya pergi dulu, permisi pak.!" Aulia asli berkata sambil melangkahkan kakinya berjalan ke arah pintu.
Tony hanya terdiam tak menjawab dan wanita palsu itu hanya mendelik dengan matanya.
"Kak, aku ingin pergi ke salon dan juga belanja gaun untuk pesta. Kak Tony tidak lupa kan, janji kamu untuk menemaniku pergi ke pesta dan akan mengumumkan kalau aku adalah calon istrimu." Kata Aulia palsu itu dengan suaranya yang manja dan keras.
Sepertinya wanita palsu itu dengan sengaja berbicara seperti itu, agar ucapannya di dengar oleh Aulia asli bahwa dia adalah wanitanya Tony.
Ketika Aulia asli mendengar semua itu, dia langsung kesal karena suaminya itu tidak pernah membahas padanya tentang pesta itu. Aulia asli hanya bisa menahan kekesalannya, dia pun tak menoleh ke belakang, lalu dia membuka pintu dan pergi keluar dengan marah.
__ADS_1
Tony yang melihat gelagat Istrinya tahu, kalau istrinya pasti marah padanya. Sebenarnya dia akan memberitahukan tentang pesta itu hari ini, saat dirinya pulang kerja dan bertemu dengannya di rumah. Tadi saat istrinya datang, dia juga malah lupa. Sekarang malah ada kejadian seperti ini, pikirannya pun jadi tak bisa tenang. Dirinya tahu betul bagaimana sikap istrinya kalau sedang marah, semua ini gara-gara wanita palsu di depannya ini.
^Bersambung^