
4 Tahun Kemudian.....
Amerika.
Seorang anak laki-laki kecil berlari keluar dari sekolah Taman kanak-kanak, usianya adalah 4 tahun. Dengan wajahnya yang tampan dan berkulit putih dan juga tingginya melebihi anak-anak seumurannya.
Rio berjalan santai dengan membawa tas sekolahnya, matanya mencari sosok Ibunya. Dia pun menemukan keberadaan ibunya, yang sedang menunggu di samping mobilnya. Ibunya sedang tersenyum ke arahnya, dia adalah segalanya untuk ibunya.
Rio yang hanya tinggal berdua dengan Ibunya itu, ups bertiga dengan kakeknya. Dia sangat dimanjakan oleh Ibunya itu, karena kata Ibunya, mereka hanya punya satu sama lain dan harus saling menyayangi.
Rio tidak punya ayah sedari dia dilahirkan, ibunya yang bilang kalau ayahnya sudah lama meninggal, dia pun mempercayainya.
Sebenarnya Rio tahu kalau ayahnya masih hidup, karena hampir setiap malam sebelum tidur Ibunya memandangi foto ayahnya sambil menangis. Pernah suatu kali dia memergoki Ibunya, tapi dia tak mengatakan apapun pada Ibunya dan berpura-pura tidak tahu apapun sampai sekarang.
Sebenarnya dia sangat mendambakan sosok seorang ayah, dia ingin seperti anak-anak yang lain yang mempunyai ayah. Tapi dia tahu itu akan membuat Ibu nya bersedih, jadi dia pun menahan keinginannya itu.
Tak berapa lama, mereka pun sudah sampai di rumah mereka. Rumah megah dengan banyak pelayan dan bahkan mobil mewah yang berjajar.
"Cucuku yang tampan, kamu sudah pulang." ucap kakeknya langsung menciuminya, dia adalah paman dari Ibunya.
"Ishhhh....kakek! No, jangan sembarangan cium-cium. Rio udah besar, sekarang Rio udah jadi anak laki-laki, bukan baby lagi." Ucap Rio sambil memanyunkan bibirnya dan kedua tangannya yang di silangkan di depan dadanya.
Kakek dan Ibunya hanya tertawa dengan kelakuannya itu.
"Oke....oke. Kakek yang salah, ampun Bos." Balas kakeknya.
"Sudah....sudah...ayo kita masuk. Rio mandi dulu ya, nanti kita makan." Perintah Ibu nya.
__ADS_1
"Siap....laksanakan mom." Ucapnya pada Ibunya lalu memberikan kiss jauh, lalu lari masuk ke dalam kamarnya.
"Dasar....anak itu." Gumam Ibunya yang tak lain adalah Aurora dan sekarang dia bernama Aulia.
Flashback On 4 Tahun Silam.
POV Ara.
Ara yang ditinggal suaminya hanya bisa menahan kesakitan dan kesedihan, setelah ayahnya meninggalkannya, sekarang suaminya pun meninggalkannya.
Ara langsung teringat pengacara yang dikatakan ayahnya, dia pun masuk ke dalam ruangan kerja ayahnya. Dia juga teringat akan foto yang dikatakan ayahnya, foto masa kecilnya.
Ara segera membuka laci meja kerja ayahnya, dan menemukan sebuah buku tebal. Lalu dia membuka buku itu dan menemukan selembar foto yang di dalamnya ada seorang gadis kecil yang sangat cantik sedang dipeluk ayah dan ibunya. Gadis kecil itu adalah dia.
Ara lalu memperhatikan kalung itu, ternyata itu kalung yang sering dipakainya sewaktu dulu. Tapi kalung itu dia simpan di laci meja belajar di kamarnya, karena pernah putus dan dia simpan karena takut hilang. Sehingga sudah lama sekali dia tidak memakai kalung itu lagi, kalung itu di tengahnya berbentuk bintang dan berinisial A Love A, entah insial apa sebenarnya.
Setelahnya dia mencari kartu nomer telepon pengacara yang disebut ayahnya dan menemukannya. Ara keluar dari ruang kerja ayahnya dan naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya. Dia segera menelepon pengacara itu agar segera bertemu, pengacara itu pun menyetujuinya.
Saat akan menutup mata, Ara teringat dengan kalungnya, dia pun segera berjalan ke meja belajarnya dan membuka lacinya. Dia terkejut ternyata kalungnya sudah tidak ada disana, dia mencari ke lemari pakaian dan ke tempat lain tapi tetap tidak ada dan sepertinya sudah hilang.
Ara pun bertanya pada ibu dan adik tirinya apakah mereka masuk ke kamarnya dan mengambil kalungnya. Tapi mereka mengatakan tidak tahu, dia pun mempercayainya, karena untuk apa mereka mengambil kalung yang sudah rusak.
Keesokan paginya Ara dengan secepatnya pergi sebelum suaminya datang, karena dia sudah berencana meninggalkan suaminya dan tak akan kembali padanya lagi. Dia sudah terlanjur sakit hati dan kecewa dengan kelakuan suaminya.
Seharusnya saat dia terpuruk dalam kesedihan karena ditinggal ayahnya, suaminya menemani dan mendukungnya serta selalu ada di sisinya, tapi kenyataannya malah menyakitkan.
Suaminya malah memilih pergi ke samping wanita itu, Ara sudah tahu itu karena dia menyuruh temannya untuk menyelidiki kemana semalam suaminya itu pergi. Ternyata suaminya pergi ke Rumah sakit menemani wanita itu di sana, suaminya lebih memilih menemani wanita itu daripada menemani istrinya sendiri. Sudah sangat jelas siapa yang di pilih suaminya.
__ADS_1
Sekarang Ara sudah menyewa sebuah kontrakan sementara, dia memilih dipinggir kota sehingga suaminya tidak akan bisa mencarinya. Dia tidak menggunakan kartu-kartu bank yang diberikan suaminya, karena takut terlacak jejaknya, jadi dia hanya bertahan dengan uang yang dimilikinya.
Dia pergi setelah bertemu pengacara ayahnya, dan ternyata pengacaranya bilang sebelum kematian ayahnya, ayahnya meneleponya ingin mengganti surat wasiat agar samua warisan diberikan kepadanya.
Pengacara itu pun belum sempat memenuhi permintaan ayahnya, karena ayahnya terlanjur meninggal. Sekarang ahli warisnya adalah mereka bertiga, Ara dan Ibu tirinya serta adik tirinya. Pengacaranya juga berkata, dia tidak mengerti kenapa ayahnya ingin mengganti surat wasiatnya.
Sebelum berpisah Ara berpesan pada pengacara ayahnya itu, biarkan Ibu dan adik tirinya mendapatkan bagiannya, bgaimanapun wasiat itu sudah sah secara hukum. Sedangkan bagiannya dia meminta untuk memberikannya ke panti asuhan kasih ibu, itu tempat dia dirawat sebelum di adopsi.
Pengacara itu pun menyanggupinya, juga sebelum berpisah pengacara itu memberikan sebuah amplop yang di dalamnya terdapat dokumen dan fail-fail penyelidikan ayahnya. Selama bertahun-tahun ayahnya telah mencari orang tua kandungnya, tapi sampai saat ini belum berhasil menemukannya dan hanya ada sedikit informasi.
Ara pun berterima kasih, kemudian pergi kembali ke tempat kontrakannya. Dia langsung membuka amplop dan membaca semua hasil penyelidikan ayahnya itu.
Dia mencari Detektif pribadi, dan membayarnya dengan uangnya yang tersisa. Ternyata semua itu tidak sia-sia, setelah sebulan akhirnya ada titik temu. Detektif menemukan seorang paman dari gadis yang ada di foto itu, dia adalah adik dari pihak ibunya. Tapi dia berada di Amerika, detektif itu lalu memberikan nomer telepon dan alamat pamannya yang berada di Amerika itu.
Setelah dia berhasil menghubungi paman kandungnya itu, pamannya sangat bahagia ternyata keponakannya masih hidup. Ara juga mengetahui idetitasnya dirinya sendiri dari detektif, kalau dia adalah ahli waris dari keluarga yang ternama yang bermarga Santana. Nama aslinya adalah Aulia Santana.
Ara meminta tolong pada pamannya untuk datang menjemputnya dan membuatkan paspor dan visa atas nama Aulia, karena dia ingin tinggal di Amerika bersama pamannya dengan menggunakan nama aslinya. Dia tidak ingin ditemukan oleh suaminya, dia juga meminta pamannya supaya merahasiakan tentang dirinya yang masih hidup dari siapapun, pamannya pun menyanggupinya.
Flashback Off.
Disinilah dia sekarang, di Amerika bersama pamannya dan beridentitas Aulia Santana. Ahli waris dari keluarga Santana, tapi karena keberadaanya masih dirahasiakan, dia akhirnya memakai marga pamannya yang bermarga Liu. Namanya sekarang adalah Aulia Liu.
Sampai sekarang belum ada yang mengetahuinya, termasuk keluarga tunangannya dulu, keluarga Wijaya. Keluarga tunangannya yang adalah suaminya sendiri~Antony Wijaya.
^Bersambung^
( Akhirnya Aulia asli ketemu ya, jadi yang lagi sama Tony adalah Aulia KW. βΊοΈ ).
__ADS_1
Like dan komennya ya.
Thank you π.