Jodoh CEO Yang Hilang

Jodoh CEO Yang Hilang
Bab.56 Penculikan.


__ADS_3

Saat sudah mengantongi indentitas orang dibalik layar, Tony memerintahkan orang suruhannya untuk menyelidiki tentang orang itu semuanya.


Sekarang dia sudah mendapatkan informasinya, ternyata orang ini menyalahgunakan dana perusahaan. Setiap 5 tahun sekali perusahannya akan ada Inspeksi tentang penyimpanan dan penyaluran dana tersebut. Karena itu dia mencuri dokumen-dokumen penting yang Tony punya untuk bisa menggantikan semua dana tersebut.


Dan ternyata bukan karena itu saja alasan orang itu mengincarnya, orang itu ingin membalaskan dendam Ayahnya. Dulu ayah orang itu pernah bermasalah dengan Ayahnya. Meskipun ayahnya sudah lama meninggal, tapi orang itu merasa dendamnya belum terbalaskan.


Saat Tony mengetahui alasannya, dia mengerutkan keningnya. Orang ini melakukannya demi uang dan juga dendam, dia merencanakannya sudah bertahun-tahun. Dan sebentar lagi inspeksi dimulai, tapi orang ini sekarang sudah ketahuan olehnya dan berarti orang itu sudah gagal.


"Hmm, apakah orang itu akan menghentikan aksi kejahatannya sekarang? Atau......" Tony bergumam memikirkannya.


Ketika dirinya sedang berpikir, tiba-tiba ponselnya berderingan. Dia melihat dilayar itu adalah nama pengawal bayangannya, hatinya mendadak merasa resah.


"Ya." Tony secepatnya menjawabnya, karena firasatnya tak enak.


"Apa!"


Ternyata benar firasatnya, dia mendengar kalau Istrinya sudah diculik dan mereka kehilangan jejaknya.


Tony segera berlari keluar dan segera sampai di tempat pertemuan yang biasanya dengan para anak buahnya itu. Disana anak buahnya menunduk karena merasa bersalah dan juga ketakutan melihatnya.


Tony datang dengan tampang seramnya, mereka tidak ada yang berani membuka suaranya. Tapi akhirnya ketua dari mereka lah yang angkat bicara.


"Maaf tuan, hari ini nyonya pergi berbelanja ke sebuah Mall. Lalu nyonya bilang ingin ke toilet dan meminta kami jangan ikut. Kami pun hanya bisa menunggu, tetapi setelah 10 menit nyonya tidak keluar juga. Kami langsung merasa cemas dan langsung pergi ke toilet wanita. Ternyata nyonya sudah tidak ada, kami lalu mencari melalui CCTV. Tapi sepertinya penculiknya sangat pintar, mereka mematikan jaringan CCTV saat kejadian terjadi. Kami pun akhirnya kehilangan jejak nyonya." Si ketua menjelaskan sambil menunduk.


Tony yang mendengarnya benar-benar murka, dia menendang kursi dan meja yang ada disana. Dia mengamuk dan merusak semuanya, dia juga marah pada dirinya sendiri, karena tidak bisa melindungi istrinya.

__ADS_1


Rio yang juga mendapatkan kabar bahwa Ibunya sudah diculik, dia tidak sepanik ayahnya. Karena dia bisa tahu dimana keberadaan ibunya, berkat alat-alat pelacaknya.


Dia memasang alat pelacaknya di dalam ponsel ibunya, tapi karena selalu ada kemungkinan ponsel itu dibuang, jadi dia memasang di anting ataupun kalung. Bahkan dia memasangnya di jam tangan serta tas ibunya. Saat ini Rio hanya membuka laptopnya dan langsung mengaktifkan alat pelacak untuk melacak keberadaan ibunya.


Tony yang frustasi akhirnya kembali ke perusahaannya, dia tidak ingin pulang ke rumah karena takut anaknya akan bertanya tentang Ibunya. Dia nanti akan bingung untuk menjawabnya, tapi dia yakin orang itu lah yang telah berani menculik istrinya. Dia pun tak boleh gegabah, karena nyawa istrinya berada di tangan orang itu sekarang.


Orang itu adalah Andi Pranaya, yang baru-baru ini ingin tanda tangan kontrak dengannya. Dia ingin menjebaknya dengan bekerjasama dengannya. Tapi sekarang jebakannya telah terbongkar olehnya, mungkin saat ini Andi sudah merasa terpojok dan tak ada jalan lain selain menculik istrinya.


Andi pasti ingin melakukan penawaran dan pertukaran, dirinya pasti akan mengabulkan apapun itu, asalkan istrinya bisa kembali padanya dengan selamat.


Tak berapa lama terdengar deringan di ponselnya dari nomer tak dikenal, dia pun segera mengangkatnya karena dia tau siapa peneleponnya.


"Halo..."


"Wah, CEO Antony sangat hebat. Akhirnya kamu bisa keluar dari permainanku dan menemukanku lumayan cepat dari perkiraanku. Padahal aku berharap permainan ini masih tetap berlanjut, tapi karena sudah seperti ini, mari kita akhiri permainannya!." Kata Andi di seberang telepon.


Setelahnya panggilan telepon terputus.


Tony mencengkram erat ponselnya, seperti ingin menghancurkannya. Dia pun bersiap menelepon semua anak buahnya untuk memikirkan strategi mereka. Tapi saat dia akan menelepon, ponselnya lebih dulu berdering.


Di layar ponselnya terlihat nama anaknya, dia sedikit ragu untuk mengangkatnya. Tapi setelah berpikir lagi, akhirnya dia mengangkatnya.


"Halo boy, ada apa?."


"Dad..... Rio sudah tahu apa yang terjadi pada mommy. Rio ingin memberitahukan sesuatu pada daddy tentang mommy, jadi cepat pulang ke rumah. Sekarang juga!." Kata Rio penuh penekanan dan langsung memutuskan panggilannya.

__ADS_1


Tony yang masih keheranan karena perkataan anaknya, tapi tetap pergi menuju rumahnya. Setelah sampai, dia langsung naik ke kamar anaknya.


Rio melihat ayahnya sudah datang, dia langsung memperlihatkan apa yang sedang dia kerjakan pada ayahnya itu. Pertamanya ayahnya sangat terkejut melihat kemampuannya, yang mainannya ternyata sudah mainan orang dewasa.


Anaknya ternyata bermain seperti seorang ahli, Tony berdecak kagum, tapi dia langsung tersadar bukan waktunya untuk memuji anaknya.


"Daddy lihat, disinilah sekarang mommy berada. Tidak memakan banyak waktu dari posisi kita sekarang, mungkin sekitar satu jam perjalanan sepertinya cukup." Rio berbicara sudah seperti seorang Pro.


Tony semakin tertegun mendengar anaknya berbicara seperti itu, anaknya sudah seperti ahlinya, dia pun hanya bisa terdiam.


"Dad.....Are You Hear Me?!." Kesalnya karena ayahnya malah terdiam saja dan tak memberi tanggapan.


Tony pun akhirnya tersadar kembali karena teriakan anaknya dan dia langsung menjawab anaknya itu.


"Oke, daddy mengerti dan kamu anak yang hebat. Sekarang karena kita sudah mengetahui posisi mommy-mu, kita tinggal bergerak. Tapi kita juga harus hati-hati demi keselamatannya, sekarang daddy akan memanggil semua anak buah daddy dan segera melakukan penyelamatan pada mommy-mu. Jadi kamu tenang saja, oke." Jawab Tony.


Meskipun dia masih penasaran bagaimana bisa anaknya melakukan semua itu, tapi sekarang prioritas pertamanya adalah menyelamatkan istrinya. Dia akan bertanya pada anaknya nanti.


Tony segera menelepon semua anak buahnya yang terbaik dan setelah mereka berkumpul mereka segera merencanakan aksi untuk penyelamatan. Tony menekankan kepada mereka semua, kalau istrinya adalah prioritas pertama. Mereka harus mengutamakan istrinya itu apapun yang terjadi, semua anak buahnya pun mengangguk mengerti.


***


Sedangkan Aulia disini kondisinya baik-baik saja, setelah dibius lalu pingsan tentu saja dia tidak mengingat apapun. Dan saat dia terbangun dan matanya melihat sekeliling. Sepertinya dia berada di sebuah ruangan seperti gudang dan dia berada di atas kasur bekas yang masih lumayan bagus.


Dia bangun dari baringannya dan duduk. Lalu dia mengingat semua yang terjadi sebelumnya, saat dia pamit ke toilet. Saat dia sedang membersihkan tangannya di wastafel, ada seseorang di belakangnya. Tapi saat dia hendak melihat ke belakang, dia keburu dibius.

__ADS_1


Sekarang disinilah dirinya sekarang berada, sudah berhasil diculik. Tapi dia tidak merasa cemas sama sekali, karena dirinya yakin suaminya adalah orang yang sangat hebat. Sekarang suaminya bukan laki-laki seperti dulu, suaminya pasti akan segera menemukannya.


^Bersambung^


__ADS_2