
Pagi hari Wanda terbangun dia melihat matanya bengkak karena dia menangis semalaman, dia tidak masuk sekolah alasan izin.
Disekolah, Ara dan Tiara sedang menunggu Wanda sudah siang tapi belum juga datang!
"Kemana itu anak belum datang" tanya Ara.
"Gak tau, mungkin dia izin Ra" tebak Tiara
" Mungkin saja, kita masuk aja"
Bell berbunyi menandakan waktunya
Istirahat, Ara dan Tiara masih asik didalam kelas
"Ra telepon aja Wanda, siapa tau dia sakit" kata Tiara
" Baik, tunggu"
Tuut
'Maaf nomor ini sedang berada diluar jangkauan mohon menghubungi beberapa saat lagi'
" Gak aktif, gue khawatir takut dia sakit, sedangkan kedua orang tuanya gak ada" kata Ara dia tahu betul perasaan Wanda waktu itu yang terpuruk akibat perceraian orang tuanya
" iya nanti pulang sekolah kita mampir dulu aja" ajak Tiara
" Iya, aku mau ngirim pesan singkat kak Adli dulu" Kata Ara
'Sayang, pulang sekolah aku kerumah wanda dulu ya' pesan Ara
' iya hati hati pulangnya jangan terlalu malam' balas Adli
'Siap komandan' balas Ara
...
Dirumah Wanda
Dia sedang menenangkan pikirannya, sedari malam dia sangat murung sekali
Dia sedang berada dikolam ikan yang ada disamping rumahnya
__ADS_1
'Kenapa kehidupanku seperti ini... ditinggal sendiri dirumah gak ada mamah ataupun papa, ingin mati aja... hiks hiks hiks' lirih Wanda dia menangis
Pembantu bernama Bi ijah itu menghampiri Wanda...
"Non...Non" panggil Bi ijah
"Mmm"
"Makan non, dari pagi non tidak makan, bibi takut non sakit" kata bi ijah
" Biarlah Bi, siapa tau kalau aku sakit mungkin mama atau papa akan kesini" ucap wanda dengan mata yang menerawang entah kemana
"Tapi non bibi khawatir sama kesehatan non"
"Tak perlu khawatir bi, mama dan papa aja gak khawatir tentang kesehatan aku, gimana pikiran aku sekarang, masa depanku sekang" lirih Wanda dia menangis lagi dan lagi
"Non jangan bilang kaya begitu...percayalah tuan dan nyonya menyayangi non" kata bi ijah dia langsung membelai rambut Wanda dengan lembut
'Kasian non Wanda dari dulu kekurangan kasih sayang' batin bi ijah dia menangis melihat wanda menangis
"Bibi gak usah nangis, terima kasih bi telah mengurusku dengan baik bahkan bibi sangat sayang padaku walaupun aku bukan anak bibi...aku sayang bibi" ucap Wanda langsung memeluk bi ijah yang telah menganggapnya sebagai ibunya sendiri
" iya bi aku kita makan bersama
...
Di bali
Denti sedang duduk dibalkon kamarnya dia melihat pemandangan laut yang indah tapi berbeda dengan pikirannya yang kusut
'Kenapa aku merindukan Wanda, bagaimana kabarnya? Aku sudah tidak bertemu dengannya Sejak aku bercerai dengan Dimas' gumam Denti (mamanya wanda)
"Mas aku mau izin, mau ke jakarta selama 2 hari boleh?" Tanya Denti kepada suaminya yang bernama Ari
"Kenapa kamu kesana? Apakah kamu mau bertemu sama mantan suami kamu?" Tanyanya dengan sinis
"Mas...aku sudah melupakannya sejak aku menikah denganmu aku hanya ingin bertemu dengan Anakku" Teriak Denti yang tidak terima dengan ucapan suaminya itu
"Baiklah aku izinkan" katanya dan langsung pergi meninggalkan Kamarnya
...
__ADS_1
Balik ke jakarta
Setelah pulang sekolah Ara dan Tiara langsung kerumah Wanda
"Assalamualaikum, wanda"
Bi ijah langsung membukakan pintu
"Eh non Ara dan non Tiara mari masuk" kata bi ijah
"Iya bi, dimana Wanda?" Tanya Tiara
"Non wanda ada ditaman" jawab bi minah
"Makasih bi"
Ara dan Tiara lansung ke taman yang ada di samping Rumah Wanda, rumah wanda cukup besar di samping kanan ada kolam ikan menyambung dengan taman di samping kiri ada gazebo
"Wanda, lu kenapa hmm?" Tanya Ara langsung to the point
"Kalian kapan datang?" Wanda mengalihkan pembicaraan
"Tadi" singkat Ara
"Lu kenapa matalu bengkak kaya gitu lu habis nangis?tanya Tiara
Wanda hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan
" kenapa hmm?" Tanya Ara lagi
" keinget sama orang tua gue" jawabnya sinkat
" Ya ampun kenapa sih hmm masih mengingat mereka, udah tau mereka meninggalkan lo" tegas Tiara
" Gue emang benci sama mereka tapi gue juga ingin kasih sayangnya" ucap Wanda dengan menangis
"sudah sudah kita ke kamar yu" ajak Ara
....
Jangan lupa vote like dan komentar dukung author 🤩
__ADS_1