
Setelah Ara diobati, Adli mengusap pipi yang dia tampar tadi, pipi yang selalu dia ciumi kini sudah ternodai dengan tamparan yang sangat keras.
Dia benar benar sangat menyesal! Ara sedang tidur didekapan Adli, Adli mengusap rambut Ara dengan lembut.
Bu Ningsih mengetuk pintu, Adli yang sedang mendekap Ara itupun langsung melepaskan pelukannya dan membuka pintu.
"Ada apa bi?"
"Ini tuan, Anna sudah bangun dan sepertinya dia haus"
"Baiklah, sini" Adli menggendong Anna
"Tuan tunggu dulu"
"Ya ada apa bi?"
"Maaf kalau bibi lancang tapi yang memulai duluan pertengkaran itu adalah non Bella bukan non Ara, dan non Ara juga tidak memukul non Bella, Non Bella yang menjambak rambut Non Ara, tuan" jelas Bu Ningsih
"Apa! Makasih bi" ujar Adli, dia segera membawa Anna ke kamar tidur dengan Ara.
Adli menatap Ara perasaan bersalahnya semakin membesar ketika tahu kebenarannya.
"Sayang, kamu haus? Sabar yah" kata Adli, Dia membuat susu formula, Adli tidak mau membangunkan Ara yang baru saja tertidur.
Setelah selesai, Dia memberika susu formula ke Anna. Anna sangat kehausan sampai sampai 1 dot penuh itu habis dalam waktu 10 menit.
"Sayang, maafkan papi ya udah buat kasar pada mamimu"
Anna hanya diam dan tangan mungilnya itu menyentuh pipi Adli.
Adli memeluk Anna dan juga Ara, kejadian tadi membuat pelajaran bagi Adli, agar tidak terlalu percaya dengan omongan orang.
Handphone Adli berdering, Adli segera mengangkat teleponnya.
"Hallo, apakah kau sudah memarahi Ara?" tanya Bella diseberang sana
"Sudah, apakah kau puas?"
"Sangat puas" jawab Bella, tanpa tahu niat Adli sebenarnya
"Bagus, kau menbuat rumah tangga kami hampir berantakan, aku tidak menyangka kau akan berbuat seperti ini!" Jelas Adli dengan nada kemarahan
"Kenapa kau seperti itu? Aku disini yang jadi korban atas kekasaran istrimu!" bentak Bella tidak mau kalah
"Aku sudah mendengar dari pelayanku, kau yang memulai duluan! Bahkan kau menjambak rambut Ara dengan kasar, jadi itu adalah balasan atas perbuatan kamu! Mulai detik ini kau jangan pernah menampakan wajahmu di depanku!" bentak Adli
"Adli! Aku mencintaimu sejak kecil, bahkan aku sudah membayangkan kau jadi milikku selamanya, tapi kau memilih dengan wanita sialan itu!"
"Dia bukan sialan, kau yang sialan!" bentak Adli dengan keras, Ara mendengar Adli membentak seseorang itupun langsung bangun
Ara hanya diam saja mendengarkan pembicaraan Adli dengan Bella, Ara mendekap Anna dengan erat.
"Jika kau melukai keluargaku, jeruji besi tujuanmu nanti!"
Adli memutuskan sambuangannya, Dia melihat Ara yang sudah bangun. Dia langsung mencium Ara tapi Ara menghindar.
"Kenapa? Aku mau menciummu"
Ara menggeleng dia sangat takut kepada Adli sekarang, walaupun dia pemegang sabuk hitam tapi dia tidak mau melukai Adli
"A..aku takut" jawab Ara, dia semakin mendekap tubuh Anna, diibaratkan Adli akan memukul Anna.
"Jangan takut, aku tidak akan memukulmu lagi, maafkan aku" lirih Adli
"Adli jangan diulangi lagi, aku tidak suka, bila kau memukulku lagi aku akan meninggalkanmu!" ujar Ara
"Iya sayang, maaf..maaf"
"Mmm"
Ara mendekati Adli dan membiarkan Adli memeluknya, Adli tidak berhenti hentinya mencium kepala Ara.
"Adli, kamu tadi memarahi siapa?"
"Bella, maafkan aku tidak mempercayaimu, aku sudah mendengar dari bi Ningsih tadi....maaf"
"Aku memang susah memberi maaf kepada orang yang telah menyakitiku tapi kau suamiku, aku maafkan" balas Ara
"Terima kasih, i love you"
"Mm, aku juga"
.
.
.
.
Di rumah Bella
Bella sangat marah, dia membanting barang yang ada dikamarnya, dia tidak percaya kalau Adli akan berbicara seperti itu!
__ADS_1
"Aku akan membalas kalian!" Teriak Bella
"Aku tahu kelemahan kalian!" Bella tersenyum licik, rencananya akan berhasil! Bella keluar dari kamarnya dan memerintahkan pelayannya untuk membersihkan kamarnya yang berantakan.
.
.
.
Adli masih memeluk Ara, Rasa bersalah yang selalu menghantuinya membuat Adli enggan berjauhan dengan Ara.
"Sayang, kau tidak kekantor lagi?"
"Tidak sayang, besok saja aku ingin bersamamu sepanjang hari"
"Kalau tidak ada Anna, pasti kau sudah habis" goda Adli
"Heh? Kau harus menahannya dulu, kalau tidak nanti Anna punya adik lagi"
"Hehe, iya sayang aku akan menahannya, sampai kau sudah selesai"
Ara tersenyum, dia mencium punggung tangan Adli.
"Sayang, besok aku ada reuni teman teman karate, bolehkah aku menghadirinya?"
"Boleh, asalkan aku ikut"
"Baiklah, tapi aku tidak akan membawa Anna, Anna masih bayi aku takut dia akan terkena virus" ujar Ara
"Baiklah, aku setuju"
Ara dan Adli tersenyum, Adli mencium bibir Ara, Anna yang melihatnya merasa cemburu dia cemberut.
"Kau ingin papi cium hmm? Baiklah cup cup cup"
Anna tertawa kegelian, Ara mencium pipi Anna lalu beralih ke Adli.
.
.
.
Keesokan harinya
Ara dan Adli sudah bersiap siap untuk menghadiri acara reuni anak karate, Anna dititipkan dengan bu Ningsih.
"Bibi, jaga Anna bila dia rewel tolong telepon saya, saya akan segera pulang" jelas Ara
"Baik non"
"Jangan nakal sayang, bye"
Adli dan Ara memasuki mobil dan langsung meninggalkan rumah, mobil Bella masuk setelah melihat kepergian Adli, Dia akan melancarkan aksinya sekarang!
Bella masuk dengan mengendap ngendap, jangan sampai ketahuan!
Dilihatnya, Di ruang tamu ada Anna sedang sendirian itu membuatnya tersenyum kemenangan, rumahnya sangat sepi!, Dengan pelan tapi pasti dia mengambil Anna!
Setelah berhasil mengambil Anna, Bella langsung keluar dari rumah itu dan memajukan mobilnya dengan kencang.
Bu Ningsih yang sedang membuat susu untuk Anna itu kaget, Dimana Anna? Tadi dia ada di trolli dan oh tidak! Pintu rumah terbuka! Bu Ningsih segera menelepon Ara.
"Halo, non..non..Anna...non" kata bu Ningsih dengan gemetaran
"Ada apa bi?"
"Anna tidak ada dirumah!"
"Apa! Kenapa bisa bi?"
"Bibi juga tidak tahu Non, sewaktu bibi membuat susu Anna sudah hilang"
Ara memutuskan panggilannya dan dia segera meminta Adli untuk balik lagi kerumahnya.
"Ada apa sayang?"
"Anna...Anna di culik, cepat kembali kerumah!" Suara Ara bergetar
Adli juga panik dia segera memutar arah jalan untuk kembali kerumahnya.
.
.
.
Bella kini berada di rumahnya dia sedang menenangkan Anna yang sedari tadi menangis tidak mau berhenti!
"Hei apakah kau bisa diam?!" bentak Bella
Bukannya diam Anna semakin mengencangkan tangisannya!
__ADS_1
"Sialan, tidak ibunya tidak anaknya sama sama merepotkan!"
Bella membaringkan Anna di kasurnya, dia merasa lelah harus menimang nimang Anna. Biarkan dia menangis nanti kalau sudah lelah pasti berhenti!
Bella melihat tangannya yang berwarna kuning, Hei apaan ini?
"Apa ini?" Bella mengendus baunya dan ternyata itu adalah kotoran Anna.
"Astaga! Sial benar benar sial, uweek" umpat Bella, dia tidak tahan dengan baunya
"Pelayan!"
Pelayan datang dengan menunduk
"Ada apa non?"
"Beli popok bayi dan urusi bayi ini!"
"Baik non"
Bella segera kekamar mandi untuk membersihkan kotoran Anna, Sialan kenapa Anna tidak memakai popok?
.
.
.
Ara menangis dia takut kalau Anna dibuang apalagi dijual, dia sudah membayangkan yang tidak tidak.
"Sayang, tenanglah aku sudah menelepon polisi dan sebentar lagi mereka datang" ujar Adli menenangkan Ara
"Aku takut...takut dia dibuang atau dijual....Adli kita harus mencarinya"
"Iya kita akan mencarinya, kita tunggu polisi terlebih dahulu"
"Bibi kenapa bibi sangat toledor?" tanya Ara dengan emosi
"Maafkan bibi...tadi bibi sedang membuat susu untuk Anna setelah kembali Anna sudah tidak ada...maaf"
"Sudah sayang jangan marah...kita akan menemukan Anna"
Polisi datang kerumah Adli, dan mereka langsung menanyakan kejadian itu.
Bu Ningsih menceritakannya dengan detail, setelah itu polisi langsung meminta keterangan kepada Ara dan Adli adakah orang yang membencinya? Bisa saja orang itu!
"Ada Pak...dia Bella kemarin saya dan dia bertengkar" jawab Ara
"Apakah kalian tahu dimana rumahnya?"
"Saya tahu pak, ayo kita kesana"
Polisi langsung mengangguk dan mereka menuju ke rumah Bella.
.
.
.
Bella yang kini sedang menatap Anna dengan kebencian! Wajahnya mirip sekali dengan Ara itu membuatnya semakin kesal!
Polisi sudah sampai dirumah Bella, pelayan membuka pintu dan kaget, kenapa ada polisi?
"Cari siapa ya pak?"
"Apakah ini benar kediaman Bella?"
"Iya benar"
"Dimana dia sekarang?"
Bella yang mendengar suara itu langsung keluar dan dia juga membawa Anna.
"Kalian mencari saya?" tanya Bella yang berada di atas dan enggan ke bawah
"Anna"
"Kalian mencari bayi ini ternyata, aku kira kalian akan membiarkannya" ujar Bella dengan sinis
"Bella aku mohon kembalikan Anna kepadaku" kata Ara memohon
"Kemarin kau dengan angkuhnya mengusirku dan sekarang kau memohon, oh sungguh malang nasibmu" sinis Bella
"Permasalahanmu dengan kami bukan dia, Dia masih bayi tidak mengerti apa apa!" Bentak Adli
"Oh Adliku sayang, memang dia masih bayi, berhubung anak ini sangat mirip dengan Ara jadi aku akan membalasnya kepada anak ini" kata Bella dia mengusap pipi Anna yang tertidur
"Jangan lukai dia, dia tidak mengerti apa apa!"
"Oh ya, kau tahu aku berencana untuk membunuh bayi ini!"
"Jangan..." teriak Ara, Saat Bella menjatuhkan Anna dari atas!
__ADS_1
****
Jantungan ey😱😱