
Ara terus berjalan hingga dia mengetahui mobil Adli, diapun segera menghentikan mobilnya dan masuk ke dalam mobil
"Sayang ko kamu disini? Akukan sudah bilang untuk menjemputmu, terus kenapa kamu seperti orang yang ketakutan?" Tanya Adli bertubi tubi
"Hufh, aku tadi diserang preman, dan bertemu seorang wanita" kata Ara dia menengok ke belakang semoga tidak mengikutinya
"Apa! Kamu diserang, kamu gak papakan?" Tanya Adli khawatir
"Tidak, Aku tidak kenapa-napa, dan lagi Wanita itu bilang kalau aku harus meninggalkan kamu kalau tidak dia akan membunuhku" jelas Ara
"Apa! Siapa dia? Atau jangan jangan Stella?"
"Siapa Stella?" Tanya Ara
"Dulu dia teman bisnis, tapi dia selalu mengejar ngejarku dan yang paling aku takutkan kamu diapa apain sama dia"
"Tenang saja, aku sudah menendang perutnya dan kamu awas saja kamu kalau selingkuh, aku akan membuatmu patah tulang " ancam Ara
"Bagaimana mungkin? Istriku ini sudah sangat cantik dan sangat jago bela diri mana mungkin aku meninggalkanmu" Goda Adli
"Awas saja kalau kamu berani"
"Mana aku berani, kalaupun iya pasti aku babak belur"
"Jadi kamu mau selingkuh hah!" Emosi Ara
"Eeeh nggk ko kata siapa?"
Ara tidak menjawab pertanyaan Adli, lebih baik dia diam daripada harus debat lagi
'Siapa juga yang mau selingkuh'batin Adli
__ADS_1
Setelah beberapa menit akhirnya sampai dirumah, Ara masuk terlebih dahulu tanpa menunggu Adli
"Sayang jangan marah dong" kata Adli
"Siapa juga yang marah, aku mau mandi selepas itu mau istirahat " Ujar Ara
'Mungkin dia lagi pms, emosinya naik turun' batin Adli
Setelah beberapa menit Ara keluar dari kamar mandi, kini giliran Adli yang mandi
Ara merebahkan badannya ke ranjang dia menunggu Adli sambil menunggu dia memainkan hpnya
Adli keluar dari kamar mandi dia hanya memakai handuk yang melingkar dipinggangnya dan dia mendekati Ara
Ara tidak mengetahui jika Adli ada disampingnya
"Sayang besok aku libur, katanya guru guru mau rapat" kata Ara sedikit berteriak
"Eeh, aku kira kamu masih di kamar mandi, dan lagi ini kenapa kamu tidak memakai baju" Ara sangat malu
"Aku akan memakanmu" kata Adli dia langsung menindih Ara dan ehemm...
***
Tiara sedang menunggu Bagas di dalam rumahnya, dia berjanji akan datang untuk menemui orang tuanya
30 menit Bagas sudah sampai di rumahnya Tiara, dia segera masuk
"Maaf jalanan macet" kata Bagas
"Aah tidak apa apa" kata Tiara
__ADS_1
"Ayo duduk"
Mereka duduk, diruang tamu sudah ada Danis dan Citra yang sedang menunggu Tiara dan Bagas
"Maaf om tante jalanan malam ini sangat padat" kata Bagas dia tidak enak hati
"Tidak apa apa, aku mengerti jalanan dijakarta memang sangat padat"
"Iya, Om, eem kedatangan saya kemari ingin melamar anak om, Tiara" ungkap Bagas
Mereka saling pandang Danis melihat Tiara dengan ekspresi tidak terbaca, dan Danis segara melihat ke Citra lalu Citra menganggukan Kepalanya
"Saya akan menerima Anda tapi itu tergantung Tiara, jika Tiara iya, maka om juga iya, kamu anak baik bertanggung jawab dan pekerja keras" Jelas Danis
"Bagaimana Sayang" kata Citra
"Mmm...Iya Mom aku menerimanya tapi dengan satu syarat" Ucap Tiara
"Apa itu?" Kata Bagas
"Tunggu aku sampai keluar sekolah, dan status hubungan kita tunangan" jelas Tiara
"Baiklah aku menerimanya" ujar Bagas
Mereka semua tersenyum haru, Bagas akhirnya bisa mendapatkan cintanya dari Tiara walau dulu sempat menolak, tapi sekarang dia sudah menerimanya dan itu sangatlah bahagia
***
**Terima kasih yang telah like vote dan komentar aku mendukung kalian juga😊
oh iya author mau promosi nih karya author yang lain yaitu "I Love You" kalian bisa baca sinopsisnya dan jangan lupa tuk baca juga bab"nya terima kasih🤩🤩**
__ADS_1